09 January 2009

09 January 2009

Kuntilanak 3 : Dua Kata untuk Film Ini, Keren Banget!

kuntilanak 3

Bagi anda yang merasa alergi dengan film horor nasional, coba tonton dulu film ini. Jangan buru-buru apriori dengan judulnya atau terlalu menggeneralisir bahwa film horor Indonesia tidak ada yang berkualitas. Kuntilanak 3 ini adalah pengecualian.

Sejujurnya saya rada telat nonton film horor terbaru Rizal Mantovani ini. Maklum, nunggu tayang di tv (nonton gratisan) he..he..he. Apalagi di kota saya bioskopnya udah lama tutup. Sebenarnya sih banyak banget rental VCD film. Namun entah kenapa, VCD film ini sulit sekali saya temukan.

Untunglah pada malam Jumat kemarin (31-10-2008) Indosiar sudi memutarnya (pada pukul 22.10-00.10 Wib). Wah, saya pun tidak melewatkannya. Penasaran juga karena saya telah nonton seri 1 dan 2 sebelumnya. Lalu, sebagus apakah seri ke-3 ini?

Saya berani bilang, bahwa seri ke-3 ini jauh lebih baik, terutama dari sisi alur ceritanya yang sangat pure (mengalir dengan alami), sekaligus sangat tidak mudah ditebak. Malahan bikin penasaran ingin terus mengikuti ceritanya sampai ending. Pokoknya nggak bikin bosen deh. Ini baru film namanya! Tidak seperti kebanyakan film horor Indonesia lainnya (terutama bikinan Koya Pagayo) yang sering bikin boring penonton karena banyak scene setipe yang terus diulang-ulang.

Beda sekali dengan Kuntilanak 3 ini yang dibesut oleh Rizal Mantovani. Di film horor terbarunya ini, Rizal memperlihatkan kepiawaiannya dalam merangkai alur demi alur, sehingga menjadi sebuah tontonan yang pure dan menarik untuk terus diikuti.

Penggarapan scene-scene menyeramkan juga terlihat semakin berkualitas. Yang pasti, sangat
kreatif dan artistik! Banyak pula kejutan yang dihadirkan oleh Rizal dalam setiap alur ceritanya. Itu membuat alurnya menjadi terasa menarik dan variatif. Yang paling keren menurut saya yaitu adegan pada bagian ending cerita, dimana punggung kuntilanak pecah dan mengeluarkan sesosok makhluk yang amat mengerikan wujudnya. Sumpah deh, adegan tersebut keren abis!

Lokasi syuting yang dipilih juga terlihat masih alami, yaitu hutan rimba yang masih cukup liar.
Terlebih lagi teknik pemunculan kuntilanak-kuntilanaknya yang tampak cukup variatif dan cantik.

Untuk akting para pemain, rata-rata tidak mengecewakan. Tidak seperti film-film horor ABG yang kebanyakan Cuma mengumbar dialog-dialog kasar atau lelucon hambar. Di Kuntilanak 3 ini, akting dialog para pemainnya terasa lebih dewasa, santai, dan natural. Semuanya terasa wajar. Poin plus untuk Julie Estelle dan Mandala (presenter acara "Termehek-Mehek di Trans TV). Keduanya tampil paling menonjol. Menyusul Imelda Therine.

Di sisi lain, musik score yang digarap oleh Andi Rianto juga keren dan cukup sinergis dengan
scene-scene yang diiringinya.

Kesimpulan saya, Kuntilanak 3 ini punya kekuatan dari sisi cerita dan visualisasi berbagi scene menyeramkannya. Buat Koya Pagayo (alias Nayato) yang sering bikin film horor nggak bermutu, belajar dong dari film bikinan Rizal ini!

Buat Rizal Mantovani, salut dan angkat 2 jempol! Pertahankan dan kalau bisa sih lebih bagus lagi untuk film-film horor selanjutnya. Saya tunggu karya-karya bermutu anda berikutnya.

Dukungan kontes >>> apa sih asyiknya belajar seo?

4 comments:

  • bener banget.... nih film Indonesia yg berkualitas.... lagipula ini gak njiplak film luar, gak kyk film2 horror kebanyakan....

    film ini kan kisahnya tentang aliran sesat gitu kan??? mana ada film luar tentang aliran sesat???

    film ini bener2 INDONESIA

    09 January, 2011 13:16

  • @anonim >> makasih atas pendapatnya. Saya setuju banget!

    15 January, 2011 17:42

  • Harap2 Ada kuntilanak 4 .....masih lagi tertanya2 ni...... adakah Sam hidup lagi?
    Says orange malaysia keturunan Indonesia

    07 October, 2015 15:19

  • Scene paling mengerikan juga mandala yg melukai dirinya sendiri dengan parang

    25 October, 2015 13:28

  • Post a Comment

    Silakan tulis komentar sesuai pendapat pribadi kamu

    Back to Top
     

    kafe28 Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template | Top