09 January 2009

09 January 2009

MALAM PUNCAK FFI 2008 : Sayang Sekali Klimaksnya Kurang Terasa

Akhirnya kelar juga perhelatan terbesar para insan perfilman tanah air di tahun 2008 ini. Pada malam puncak penganugerahan FFI (Festival Film Indonesia) 2008 yang berlangsung kemarin malam di Bandung, film FIKSI (arahan sutradara Mouly Surya) dinobatkan sebagai FILM TERBAIK untuk kategori film cerita bioskop.

Bahkan film tersebut juga memborong 3 penghargaan lain, yaitu sebagai film dengan Tata Musik, Skenario Cerita Asli, dan Penyutradaraan terbaik.

Mengomentari jalannya acara yang ditayangkan secara live oleh SCTV kemarin malam (Jumat 12 Desember 2008, pukul 21.20 – 23.20 Wib), saya ngerasa kok datar-datar aja yach? Maksudnya kurang greget gitu deh. Tidak seperti pada malam puncak FFI 2007 tahun lalu (yang begitu meriah dan sangat terasa auranya).

Setelah coba saya cermati, ternyata ada beberapa hal yang membuat greget acara puncak FFI 2008 yang dipandu oleh Andika Pratama dan Cathy Sharoon kemarin terasa kurang, yaitu :

- musik latar pengiring acara yang terkesan kurang megah dan kurang cocok.

- para pemenang nominasi yang berbicara di podium cuma segelintir (tidak semua pemenang).

- tidak hadirnya Fahrani dan Vino G.Bastian sebagai pemenang Pemeran Utama Wanita dan Pemeran Utama Pria Terbaik.

- performa host penutup yang kurang greget (pembaca nominasi Film Terbaik, yaitu Tamara Bleszinsky dan Agus Kuncoro). Hal ini membuat klimaks acara menjadi kurang terasa. Itu yang saya rasakan.

Sangat disayangkan, tidak ada kekompakan antara Tamara dan Agus saat ditugaskan membacakan nominasi dan pemenang Film Terbaik FFI 2008. Tamara sempat keceplos menyebut duluan judul film yang menang, padahal Agus masih membacakan kategorinya. Itu ditambah pula dengan penyebutan/intonasi yang terkesan datar saja. Harusnya sih diteriakkan dengan lantang dan harus diberi jeda selama beberapa detik sebelum menyebutkan pemenangnya. Biar bisa bikin deg-degan gitu deh.

Mengomentari para pemenang FFI 2008, saya sedikit kaget ketika Fahrani dan Vino G.Bastian dinobatkan sebagai Pemeran Utama Wanita dan Pria Terbaik (alias aktris dan aktor terbaik di FFI 2008). Tapi saya akui, akting keduanya di film RADIT dan JANI sangat kompak dan benar-benar total. Keduanya berpasangan sebagai suami istri di film garapan UPI tersebut.

Untuk pemenang di kategori lain, saya kurang bisa berkomentar. Jujur saja, dari 13 film yang masuk nominasi FFI 2008, baru 5 film yang sudah saya tonton, yaitu Kawin Kontrak, Otomatis Romantis, Ayat-Ayat Cinta, Kuntilanak 3, serta Radit dan Jani.

Melihat beberapa film yang begitu banyak masuk nominasi dalam 12 kategori di FFI 2008 ini (seperti May, 3 Doa 3 Cinta, Fiksi, Claudia/Jasmine, dan Under the Tree), saya jadi penasaran banget pengen nonton film-film tersebut. Ntar pasti bakalan saya cari deh VCD-nya. Tunggu saja ulasan saya mengenai film-film tersebut. Nanti pasti akan saya posting di blog ini. Okey.

Hidup perfilman Indonesia!

Untuk daftar lengkap pemenang FFI 2008, silakan KLIK DI SINI.


1 comments:

  • saya sudah kurang peduli
    siapa yang menang di FFI

    FFI sudah tidak bergengsi
    huhhh

    25 February, 2009 10:29

  • Post a Comment

    Silakan tulis komentar sesuai pendapat pribadi kamu

    Back to Top
     

    kafe28 Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template | Top