21 February 2009

21 February 2009

Fenomena Tukeran Link di Kalangan Blogger : antara pamrih, utang-piutang, dan kebutuhan


Jujur saya, saya masih pemula di dunia blogging. Namun dari pengalaman selama beberapa bulan menjalani aktivitas sebagai blogger, saya menemukan satu fenomena yang agak ’lucu’ Apa itu?

Beberapa kali saya membaca ungkapan bernada agak mengemis dan kadang agak memaksa. Contohnya ungkapan seperti ini: ’tukeran link dong... Mas, linknya udah kusimpen di blogku. Gantian dong...’ Dan beberapa ungkapan senada lainnya.

Ungkapan tersebut ada yang mampir pada kotak shoutmix. Tak jarang pula pada menu komentar. Wedeh..wedeh.. Emangnya kalo kita udah nyimpen link blogger A, maka blogger A tersebut juga wajib nyimpen link blog kita? Emangnya kalo mau tukeran link itu mesti atas dasar pamrih? Atau malah atas dasar utang-piutang?

Weleh..weleh.. Jangan lah yaauww Emang sih, tidak ada sulitnya kok nyimpen link. Namun masalahnya, apakah link blog yang sudah kita simpan tersebut bakalan rajin kita kunjungi? Atau cuma jadi pemanis koleksi dalam blogroll?

Ini bukan masalah pelit berbagi link atau males tukeran link. Itu soal lain lagi. Tapi mari kita renungkan dan tinjau kembali. Apa sih dasar motivasi (motif utama) kita menyimpan link blogger lain ke dalam blogroll kita? Mohon dijawab dengan jujur.

Menurut pendapat saya sendiri ada beberapa kemungkinan. Di antaranya :

1. Mungkin saja memang benar-benar berdasarkan kebutuhan.

Lho, kok bisa? Gimana maksudnya? Begini :
Suatu saat (ketika blogwalking), secara tidak sengaja anda menemukan sebuah blog dengan postingan-postingan yang membuat anda terkesan. Entah karena bobotnya, gaya penulisannya yang khas, atau karena punya nilai manfaat yang tinggi bagi para pembaca. Karena tidak ingin kesulitan menemukan/mengakses kembali blog tersebut, anda pun memutuskan untuk menyimpan linknya pada menu blogroll di blog anda.

Nah, tipe blogger pertama ini biasanya tidak mau ambil pusing, apakah blogger yang sudah ia simpan link-nya tersebut akan membalas menyimpan link blognya atau tidak. Ia menyimpan link blogger lain murni karena kebutuhan dan secara suka rela. Apakah anda termasuk tipe blogger seperti ini?

2. Mungkin juga karena ’terpaksa’ atau rasa ’tidak enak’

Lho, gimana bisa? Begini :
Karena blogger B telah menyimpan link blog anda di blogrollnya dan secara terang-terangan memberitahukan pada anda, maka anda pun dengan rasa tidak enak (agar tidak dianggap pelit) membalas pertukaran link yang diminta oleh si blogger B tersebut.

3. Mungkin juga karena ingin memperluas pergaulan di dunia blogging.

Dengan kata lain, ingin menjalin hubungan dengan sebanyak-banyaknya blogger lain. Nah, kalau motif ini biasanya si blogger dengan suka rela menyimpan link blog apa saja yang pernah dikunjunginya. Tidak peduli, apakah konten-konten di blog tersebut sesuai dengan kebutuhan/minatnya atau tidak.

Nah, anda termasuk tipe blogger yang mana ketika menyimpan link blogger lain?

Mari kita budayakan menyimpan link blogger lain karena memang terdorong oleh kebutuhan dan juga karena ingin lebih memperluas relasi dengan sesama blogger (atas dasar keikhlasan). No pamrih. No utang-piutang.

Salam blogger

Dukungan kontes >>> apa sih asyiknya belajar seo?

3 comments:

  • tukerank link dong mass.....
    (meniru ungkapan di atas)

    hehehe

    25 February, 2009 10:26

  • tukeran link donk mas....

    hahaha
    salam kenal...
    infonya berguna bgt...

    29 April, 2009 23:03

  • salam kenal bos,,
    klo menurut saya sih pengen pada tukeran link itu supaya bisa mendapatkan page rank.


    pasang iklan dapat hadiah
    http://iklanmediagratis. com

    27 May, 2009 15:21

  • Post a Comment

    Silakan tulis komentar sesuai pendapat pribadi kamu

    Back to Top
     

    kafe28 Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template | Top