03 February 2009

03 February 2009

Sinetron Hareem Indosiar Menyindir Kehidupan Syekh Puji?

Lagi-lagi ngomongin sinetron nih saya. Mumpung lagi ada bahan untuk diulas. Kali ini tentang sinetron striping terbaru Indosiar yang berjudul HAREEM (produksi Soraya Intercine Films). Entah kenapa dinamakan seperti itu.

Penggambaran tokoh-tokohnya sendiri sangat identik dengan tradisi agama Islam. Itu tercermin lewat busana muslim yang dipakai oleh para pemainnya. Budaya arab juga kentara lewat sebutan-sebutan seperti Umi dan Abi.

Ceritanya sendiri tentang kehidupan poligami yang dijalani dengan harmonis oleh seorang laki-laki bergelar kanjeng (diperankan oleh Teddy Syah). Ia punya 3 orang istri yang kesemuanya tinggal dalam satu rumah. Walaupun demikian, ketiganya mampu hidup berdampingan secara rukun. Suasana mulai berubah saat sang kanjeng menikah lagi dengan seorang gadis yang lebih pantas menjadi anaknya (umur belasan tahun, yang diperankan oleh Shandy Aulia).

Motivasi pernikahan nyeleneh itu sebenarnya didasari oleh latar belakang orang tua si gadis yang sangat miskin. Jadi bermotifkan ekonomi. Sangat mirip dengan kasus pernikahan Syekh Puji beberapa waktu yang lalu! Di mana ia menikahi seorang gadis yang masih di bawah umur

Nah, dalam sinetron HAREEM ini, si kanjeng tersebut juga digambarkan sebagai sosok lelaki yang kaya raya (tercermin lewat rumahnya yang sangat megah nan mewah). Kehidupannya mulai berubah semenjak menikahi Inayah (gadis belia yang berasal dari keluarga miskin). Salah satu anak lelaki Kanjeng yang bernama Aryo (anak dari istri tertuanya) ternyata malah menaruh hati dan simpati terhadap gadis tersebut (yang merupakan istri keempat ayahnya). Aryo pun terlibat konflik dengan sang ayah (abi).

Di sisi lain, salah satu istri si kanjeng (yaitu Umi Desy) ternyata tidak menyukai kehadiran sosok Inayah sebagai istri termuda suaminya. Dari situlah konflik cerita dimulai (selain konflik antara Aryo dan Abinya).

Mengomentari sinetron ini, dari sisi cerita sih cukup unik (tidak pasaran). Kisah poligami gitu lho. Apalagi dikemas dengan nuansa Islami dan sedikit berbau kearab-araban. Namun dari sisi logat bicara para pemain utamanya, nuansa Jawa malah terasa sangat kental…hehehe. Dengar saja logat bicara Teddy Syah dan salah satu istrinya. Termasuk mayoritas logat para tokoh lainnya. Yang terasa agak aneh yaitu ketika Tommy Kurniawan (salah satu pemain utama) berbicara dengan logat Jawa. Terasa masih kaku dan kurang natural gitu deh Maklum, Tommy mungkin bukan orang Jawa. Selain Tommy, Shandy Aulia juga berdialog dengan akses Jawa.

Bicara akting para pemain, yang boleh saya acungi jempol yaitu Teddy Syah dan aktris pemeran salah satu istrinya yang bawel (namanya Fitria Ayu Maressa, yang memerankan Umi Desy). Kedua pemain tersebut top banget deh aktingnya. Mereka berdua mampu menghidupkan karakter Kanjeng dan Umi Desy.

Yang sedikit mengejutkan yaitu dipilihnya Shandy Aulia (yang notabene beragama Kristen) berperan sebagai sosok gadis muslim yang berjilbab. Tak hanya itu, dalam aktingnya, Shandy tak jarang harus melafalkan beberapa asma Allah. Tak jauh berbeda dengan akting Chelsea Olivia (yang juga beragama Kristen) ketika berperan sebagai sosok gadis muslim di sinetron Allah Maha Besar.

Di sisi lain, tampilnya aktris muda berbakat seperti Sharoon Jessica (pemeran Rahma) juga menambah semarak sinetron yang tayang setiap Senin hingga Jumat malam di INDOSIAR ini (mulai pukul 20.00 Wib).

Selebihnya, pengemasan sinetron ini masih tidak jauh berbeda dengan kebiasaan sinetron striping yang lain. Terutama penggambaran sosok tokoh protagonis yang selalu menerima cobaan berat dalam hidupnya. Di sinetron HAREEM ini, sosok Inayah (Shandy Aulia) sebagai tokoh protagonis pun masih divisualisasikan sebagai sosok yang lemah dan selalu tertindas (nggak jauh beda dengan tokoh Muslimah di sinetron Muslimah)

Ah…sinetron Indonesia emang suka kayak gitu sih. Udah ciri khas kali ye
lapar Tokoh antagonisnya juga masih keliatan lebay. Nggak heran sih, namanya juga sinetron striping. Kalo nggak lebay pasti dinilai kurang seru dan kurang menjual (menurut pembuatnya sih).

Namun apa pun itu, nilai jual sinetron Hareem terletak pada keunikan ceritanya. Masih pantas kok untuk dijadikan tontonan. Mumpung masih baru (belum sampai 10 episode). Tapi kalau sudah melebihi 10 episode, coba anda amati. Apakah ceritanya mulai ngawur atau masih wajar? Kalau masih wajar, silakan lanjutkan tontonan. Tapi kalau sudah mulai ngawur n muter, lebih baik tinggalin aja deh

Baca juga beberapa ulasan mengenai sinetron ini pada :

- Sinetron Hareem, Propaganda Pembenci Poligami
- Hareem Siap Menyusul Muslimah
- Sinopsis Sinetron Hareem

(NB: gambar logo diambil dari blog pangeran229.wordpress.com)



Dukungan kontes >>> apa sih asyiknya belajar seo?

19 comments:

  • Wkwkwk, trnyata emang yah, syekh puji dah jadi primadona gadungan karena bnyk sinetron yg meniru gaya hidup syekh itu mungkin gara2 dia kawin ama anak2 yah? Bweh kok mau sih? Mnding nyari yg lebih meyakinkan dalam menjalani rumah tangganya

    Salam kenal yah mas!

    03 February, 2009 05:40

  • Wekekeeek juga. Bener juga ya mas. Sekarang syekh Puji kayaknya udah jadi seleb deh. Sampe-sampe gaya hidupnya pun jadi inspirasi banyak orang..hihihi.

    Yang mau kawin ama dia mungkin karena faktor ekonomi mas. Kalo enggak, rasanya mustahil bakalan mau.

    Salam kenal juga ya. Makasih udah mampir.

    03 February, 2009 16:07

  • Iya tuch...sepertinya menyindir syeck Puji,tapi menurut saya Kanjeng terlalu otoriter tuch...,saya nggak banyak ngikutin nonton sich...,tapi bila sinetron ini tujuannya untuk Hiburan,rasanya kurang PAS..,soalnya sang Tokoh terlalu kejam,kalau lihat malah rasanya jadi emosi aja tuch Mas...

    04 February, 2009 18:07

  • Emang bener mas. Kayaknya terlalu berlebihan karakternya. Semoga bisa lebih realistis deh ya. Makasih banyak buat komentarnya. Salam kenal.

    05 February, 2009 20:34

  • =)) aku sama sekali lom pernah liat sinetronnya..
    dan lagi pastilah ga bermutu kan bro :D

    06 February, 2009 04:23

  • gak mutu banget sinetronnya...=))=))=))

    07 February, 2009 18:12

  • udah disindir tapi tetep kawin lagi tuh...

    08 February, 2009 02:35

  • no coment .. soalnya ga pernah nonton....:((

    10 February, 2009 11:23

  • wah saia ga pernah nonton yang beginian..
    hahaha..

    10 February, 2009 12:00

  • Gak suka sinetron kayaknya tuh :))

    10 February, 2009 15:04

  • hehehehe. sama sama pake desan walaupun satu syech yang satu lagi syah :P.

    nunggu aja diputer lah

    10 February, 2009 18:31

  • Tapi 'syah' yg ini jauh lebih cool ya, is...???? ha...ha...ha...ha....

    12 February, 2009 12:29

  • @ Bayuhebat : hehehe
    @ Manggis : maksudnya syah yg ada di sinetron ini ya mas? hihihi

    12 February, 2009 17:48

  • wakkkss aku dah gak bisa nonton sinetron, tipinya meleduk kena petirnya Ponari wkwkkwkwkwk

    13 February, 2009 16:26

  • Sinetron ga mutu neeh...

    14 February, 2009 12:00

  • @ Parah : gak mutu dari beberapa sisinya sih. Tapi selebihnya udah cukup edukatif menurut saya mas :)

    22 February, 2009 20:10

  • enak benar yah orang diluar islam ngobok2 agama kita, sekarang mereka nyerang lewat sinetron yang bernuansa islam untuk memojokkan islam...
    ya Allah laknatlah musuh2Mu yang telah menghina agamaMu.. Ram punjabi itu penghina Umat islam..
    MUI, aku tunggu tindakanmu, ataukah kita akan mencak2 lagi jika FPI yang bertindak???

    04 March, 2009 08:26

  • Yach namanya juga sinetron, klo jalan ceritanya yang baik-baik saja ya gak menarik...g seru.... :D :D :D. Makanya sebaiknya tema-tema yang menyangkut SARA -> agama jangan dijadikan tema sinetron kaya gitu lah..... Lagian di sinetron hareem tidak ada sisi positifnya sama sekali.

    10 March, 2009 20:47

  • sekarang ganti nama sinetron Inayah.Awal mula aku seneng lihatnya, abis cantik2.palagi ami ratna.tapi kok ganti nama?kan bagusan Najwa ya?ami Ita juga aku seneng,kalem. Kalo inayah,masih sama...bodoh!

    31 March, 2009 21:09

  • Post a Comment

    Silakan tulis komentar sesuai pendapat pribadi kamu

    Back to Top
     

    kafe28 Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template | Top