14 March 2009

14 March 2009

Hasil Final The Master (RCTI) Session 1

Terjawab sudah pemenang babak final The Master – kompetisi “Mencari Bintang Tanpa Mantra” yang diselenggarakan oleh RCTI. Dalam Duel Final session 1 yang digelar semalam (13 Maret 2009), Joe Sandy akhirnya menjadi pemenang. Ia memperoleh hasil vote SMS paling tinggi dengan 70,91 % (mengungguli Abu Marlo yang cuma memperoleh vote sebesar 29,09 %)

Padahal beberapa saat sebelum polling SMS ditutup, selisih persentase vote antara keduanya cuma sekitar 10 persenan. Usai penampilan terakhir dari Abu, perolehan SMS-nya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Namun ternyata hasil sementara tersebut mendorong para pendukung Joe untuk mengirim dukungan kembali lewat SMS. Hingga akhirnya Joe menang telak.

Baiklah, untuk menyegarkan ingatan anda yang sudah menyimak jalannya babak final session 1 semalam, saya akan sedikit memflash-back dan mengulas performa kedua finalis.

Acara dibuka dengan show-perform dari Rommy Rafael.

Seperti biasa, Rommy menunjukkan kemampuan hipnotisnya yang cukup menghibur. Lalu disusul oleh performa Dedy Corbuzier. Namun bukan Dedy namanya kalau tidak membuat ulah (entah sudah diskenariokan bersama tim RCTI atau memang murni kejutan darinya semata). Deddy malah meminta kedua finalis (Joe dan Abu) untuk memainkan permainan yang seharusnya ia lakukan. Dugaan saya, Deddy sengaja ingin menguji nyali dan mental kedua finalis, agar selalu siap dengan kondisi apa pun juga yang tak terduga.

Hasilnya, kedua finalis lulus dalam menjalani tantangan Deddy Corbuzier. Abu Marlo dan Joe Sandy berhasil menghindari bahaya gigitan ikan piranha yang ganas lewat kepekaan insting dan indra keenam mereka (lewat media telapak tangan untuk mendeteksi getaran halus yang muncul dari balik kotak yang tertutup kain hitam).

Keduanya akhirnya berhasil mengambil medali yang memang diperuntukkan buat mereka. Aplaus buat Abu dan Joe! tepuktangan

Beberapa saat kemudian, tiba giliran Abu Marlo untuk tampil terlebih dahulu.

Abu membawa konsep “Manipulasi Penglihatan” dengan tiba-tiba memunculkan sebuah mobil sedan berwarna hijau di balik layar (yang sebelumnya terlihat kosong atau tidak ada benda apa pun).

Komentar juri :
Deddy Corbuzier tidak menyukai permainan Abu yang selalu identik dengan hal yang berbau ‘besar’ atau ‘megah’. Rommy Rafael juga banyak memberikan kritikan buat Abu. Penampilan Abu dinilai kurang entertaining (kurang mampu melibatkan emosi penonton ke dalam permainannya). Komunikasi Abu juga dianggap masih blepotan. Juri lainnya, yaitu Maia Estianty (selaku juri tamu), juga mengkritik Abu yang dinilai kurang mampu berkomunikasi dengan baik dan pas. Sedangkan juri tamu lainnya (yaitu Okky Lukman) malah memuji penampilan Abu yang dianggap keren dan menarik

Komentar saya :
Intinya saya setuju dengan penilaian para juri. Sebagai penonton awam pun, saya merasa penampilan pertama Abu masih kurang greget. Proses dan ending aksinya terasa kurang mengigit. Unsur surprise atau kejutan yang ingin ditonjolkan masih kurang terasa klimaksnya.

Nah, yang terasa paling memukau adalah penampilan selanjutnya dari Joe Sandy.

Dengan mengusung konsep “Proyeksi Astral” – Joe berhasil menampilkan sebuah aksi yang boleh dibilang fenomenal dan baru pertama kali saya lihat. Joe berhasil membuat tubuh astral kedua penonton berkelana ke sebuah pantai di Bali (meninggalkan tubuh fisiknya yang berada di studio RCTI saat itu).

Yang paling mendulang aplaus adalah ending/penutup aksi Joe yang memperlihatkan bukti, bahwa kedua penonton tersebut memang benar-benar baru saja berkelana ke pantai di Bali. Kedua penonton mengaku baru saja berwisata ke Bali dan setelah kedua sepatu mereka dibuka, ternyata ada banyak pasir di dalamnya! Rekayasakah? Anda boleh punya penilaian sendiri.

Tapi buat saya yang sedikit mengerti masalah permainan astral, hal itu bukanlah rekayasa.

Komentar juri :
Deddy mengkritik penampilan Joe yang dianggap terasa membosankan, terutama ketika di tengah-tengah permainan. Yang menarik cuma di awal dan di endingnya. Sedangkan Rommy lebih mengkritik masalah teknis dan properti/perlengkapan Joe yang dinilai kurang persiapan (Joe dianggap tidak latihan sebelumnya). Di sisi lain, Maia Estianty dan Okky Lukman memuji Joe (tanpa kritikan).

Komentar saya :
Tidak jauh berbeda dengan penilaian kedua juri tetap. Aksi Joe rada membosankan ketika di tengah permainan. Namun secara keseluruhan, saya akui bahwa aksi Joe tersebut baru pertama kali saya lihat dalam sejarah pertunjukkan magic. Salut! tepuktangan

Penampilan kedua Joe

Dengan mengusung konsep “segala sesuatu berawal dari dan dipengaruhi oleh pikiran” – aksi Joe dengan menggunakan boneka ala voodo terlihat cukup menegangkan dan mencekam. Saya jadi teringat dengan metode santet yang mengunakan boneka sebagai media perantaranya. Lihatlah ketika penonton wanita yang diminta oleh Joe menusuk boneka tersebut dengan sebuah paku, dan lalu membakarnya. Joe tampak kesakitan ketika boneka itu ditusuk, termasuk ketika dibakar pada bagian telapak tangannya. Tangan Joe malah mengeluarkan asap dan menghitam, layaknya sedang terbakar. Wow, adegan tersebut cukup spektakuler bagi saya tepuktangan

Komentar juri :
Deddy Corbuzier menilai bahwa permainan-permainan seperti itu kurang cocok untuk Joe. Deddy juga mengkritik, harusnya permainan Joe itu dalam suasana yang mencekam, namun ternyata mengandung unsur humor yang membuat penonton tertawa (gara-gara Joe menyelipkan sebuah guyonan nakal..hehehe). Sedangkan Rommy Rafael memberikan kritikan dari sisi teknis permainan Joe yang tidak ada proses pengumpulan energi di awal aksinya. Joe juga dinilai terlalu rileks di panggung. Di sisi lain, kedua juri tamu (yaitu Maia dan Okky) memuji aksi kedua Joe itu.

Komentar saya :
Sebenarnya penampilan kedua Joe di final semalam cukup mengesankan. Joe berhasil menguatkan pesan dalam aksinya, bahwa segala penderitaan sebenarnya berasal dari pikiran kita sendiri.

Penampilan kedua Abu Marlo

Dengan membawa konsep “Menghindari Bahaya dengan Menggunakan Naluri”, aksi kedua Abu terasa masih kurang maksimal. Sebenarnya ia berhasil menghindari jebakan berbahaya yang berupa pecahan kaca, jeruji besi tajam, dan alat perangkap tikus (ketika berjalan di atas sebuah stage).

Komentar juri :
Deddy berkomentar rada sinis dan pedas. Baginya, aksi kedua Abu itu tidak ada apa-apanya dan cemen (weleh, pedes banget yach komennya). Sedangkan Rommy malah menyukai permainan Abu, namun tetap mengkritik masalah ukuran panjang stage/tempat berjalan Abu yang dirasa terlalu pendek. Andai saja bisa lebih panjang, pasti aksi Abu akan terasa lebih greget. Tata bahasa (scripting) Abu juga dinilai masih kurang rapi. Namun Rommy memuji komunikasi Abu yang dinilai tulus (tanpa tendesi ego).

Dua juri lainnya, yaitu Okky dan Maia mengaku kagum dan terpesona dengan aksi kedua Abu tersebut.

Komentar saya :
Saya lebih setuju dengan penilaian dan komentar Rommy. Saya juga merasakan kurangnya greget dalam aksi kedua Abu yang sebenarnya bisa lebih dimaksimalkan lagi.

Akhirnya, pemenang final The Master sesi 1 (edisi 13 Maret 2009) jatuh kepada Joe Sandy. Ia memang pantas menang. Namun Joe nantinya harus menghadapi tantangan delapan peserta The Master babak berikutnya (session 2). Jadi, gelar The Master sebenarnya belum layak diberikan pada Joe. Ia harus membuktikan kembali kehebatannya dalam sesi kedua. Kita tunggu saja sesi selenjutnya itu.

Anda punya komentar dan pendapat tentang hasil babak final The Master semalam? Kalau iya, jangan sungkan untuk menuliskan komentar anda pada kolom komentar di bawah ini. Siapa tau berguna bagi para peserta.

Dukungan kontes >>> apa sih asyiknya belajar seo?

6 comments:

  • Ga bisa nonton :| RCTI knapa ga ada streamingnya ya >.<

    15 March, 2009 06:45

  • sayang, kemarin gak sewmpat nonton

    15 March, 2009 10:29

  • penampilan Joe Sandy memang menghibur, khususnya penampilannya dengan boneka Voodo.

    16 March, 2009 21:05

  • gue penasaran ssebenarnya ama romy rafaer yang cuma begitu- aja..bosen..and ga bisa maksa kalo ada peserta yang cuma ingin ngetes bener ga dihipnotis itu bisa////dihipnotis juga..

    20 March, 2009 13:50

  • rommy rafael kayak nya itu cuma orang-orang nya aja yang di hipnotis. uda krja sama ya dibelakang pangung. dan saat penampilan sering mengatakan "tidak ada rekayasa kan sama saya"
    kata-kata inilah yang sering saya dengar

    29 March, 2009 20:35

  • Post a Comment

    Silakan tulis komentar sesuai pendapat pribadi kamu

    Back to Top
     

    kafe28 Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template | Top