08 April 2009

08 April 2009

Mengusahakan Agar Setiap Postingan Punya Nilai Sesuatu Bagi Pembaca

tips menulisSebelum meneruskan bacaan lebih lanjut, saya ingin bertanya kepada rekan-rekan blogger dan pembaca sekalian, pernahkah anda merasa waktu anda terbuang sia-sia usai menyimak/membaca postingan tertentu yang ada di blog? Pernahkah anda merasa tidak memperoleh manfaat apa-apa dari sebuah postingan yang telah anda baca? Pernahkah anda merasa malas untuk meneruskan bacaan atau hanya bertahan hingga paragraf pertama?

Tanpa bermaksud meremehkan postingan sebagian blogger, saya yakin sebagian dari anda pernah mengalami apa-apa yang saya pertanyakan di atas.

Kalau ditanya apa pangkal penyebabnya, tak lain karena minimnya/kecilnya nilai manfaat postingan tersebut bagi sebagian pembaca. Mengapa bisa demikian? Itu bisa jadi karena sang penulis kurang mampu memberikan “sesuatu” dalam isi postingannya. Sesuatu yang sebenarnya secara sadar maupun tidak sadar diharapkan oleh para pembaca ketika memutuskan untuk menyimak isi postingan tersebut.

Jika kita tergolong blogger yang serius ingin membangun dan mengembangkan blog kita agar bisa lebih banyak merangkul pengunjung setia, maka mengusahakan agar setiap postingan punya nilai sesuatu bagi pembaca adalah sebuah keharusan (yang tidak bisa kita abaikan begitu saja).

Lalu, bagaimana caranya mengupayakan agar setiap postingan kita punya nilai sesuatu bagi pembaca?
tips menulis artikel blog
Bagi anda yang ingin atau lebih suka menulis postingan berjenis tutorial (tips praktis bergaya “how to”), tentunya bukan hal yang sulit untuk memberi nilai sesuatu pada isi artikel. Toh, artikel berjenis itu sudah bisa dipastikan punya nilai sesuatu bagi para pembacanya (terutama yang memang membutuhkan artikel tutorial tersebut).

Termasuk pula artikel berjenis informasi, terutama yang dianggap penting atau banyak dicari oleh orang melalui internet. Tentunya artikel jenis itu otomatis sudah punya nilai sesuatu tanpa harus kita upayakan secara sungguh-sungguh.

Nah, yang mungkin dirasa agak sulit ialah ketika kita ingin atau lebih suka menulis postingan yang bergaya narasi, curhat, deskripsi, opini, analisis, argumentasi, atau sekedar sharing pengalaman.

Tantangan dalam penulisan artikel jenis non tutorial dan non informatif seperti itu tentunya jauh lebih besar, yaitu dalam hal bagaimana kita mengusahakan agar pembaca bisa merasa memperoleh sesuatu (syukur-syukur bisa merasa memperoleh sedikit manfaat) usai menyimak postingan berjenis tersebut.

Bagaimana caranya ya?

Bagi anda yang ingin menulis postingan bergaya narasi, berjenis curhat, atau sharing pengalaman :

Coba anda renungkan dulu, "kira-kira apa ya yang bisa saya berikan kepada para pembaca lewat curhat atau sharing pengalaman saya ini? Kira-kira bermanfaat nggak ya kalau curhat/pengalaman ini saya tulis dan bagikan kepada para pembaca? Ada nggak ya pesan di balik curhat/pengalaman ini buat pembaca? Kira-kira ada nggak ya makna atau sesuatu yang bisa diserap/diambil pembaca lewat curhat saya ini?"

Nah, kalau setelah merenung ternyata anda merasa tidak ada sesuatu atau tidak ada manfaat apa pun buat pembaca (walaupun sedikit), lebih baik anda tidak mempostingnya.

Bagi anda yang ingin menulis postingan berjenis opini, analisis, argumentasi, atau kritikan :

Coba anda renungkan sejenak, "kira-kira apakah pikiran pembaca bisa sedikit terbuka usai menyimak opini saya ini? Kira-kira apakah pembaca bisa memperoleh sedikit inspirasi usai membaca opini saya ini?"

Nah, jika setelah merenung ternyata anda merasa tidak ada sedikit pun sesuatu yang bisa diberikan kepada pembaca lewat opini tersebut, lebih baik urungkan dulu niat anda untuk mempostingnya.

Berkaitan dengan 2 jenis artikel/postingan di atas, saya pribadi selalu berupaya untuk tidak egois dan tidak egosentris dalam menulis di blog ini. Dalam arti, ketika ingin menulis postingan bergaya narasi/curhat, saya selalu berusaha agar pembaca bisa memperoleh sedikit hikmah yang bisa dipetik. Syukur-syukur bisa memperoleh secuil hal yang berarti.

Contoh konkretnya yaitu ketika saya menyelipkan sedikit sharing pengalaman saat saya berhasil “nembak keyword” salah satu acara tv (dalam postingan tentang membidik keyword). Sepintas, mungkin curhat/sharing tersebut cuma terkesan ingin menyombongkan diri..hehehe. Namun jujur saja, hal itu sengaja saya tulis/sisipkan dalam artikel membidik keyword, tak lebih sebagai sebuah study kasus (agar pondasi artikel tersebut bisa lebih kuat dan agar pembaca dari kalangan blogger bisa termotivasi juga untuk meningkatkan trafik blognya setelah menyimak study kasus tersebut).

tips menulis postingan blog
Di sisi lain, ketika ingin menulis postingan berjenis opini, kritikan, atau argumentasi – saya senantiasa berusaha agar pembaca yang saya tuju bisa memperoleh sesuatu yang berarti. Minimal bisa memperoleh sedikit rangsangan nalar atau inspirasi.

Contoh konkretnya yaitu ketika saya ingin menulis opini/review tentang salah satu sinetron striping di tv. Lewat ulasan tersebut, saya berharap agar pembaca dari kalangan rumah produksi dan stasiun tv bisa merasa memperoleh apresiasi yang baik (jika karyanya bagus dan saya puji serta deskripsikan poin-poin kelebihannya). Atau bisa memperoleh masukan yang membangun (jika karyanya buruk atau jelek di mata saya, sehingga saya kritik dan beberkan secara detail kekurangan-kekurangannya).

Nah, bagaimana dengan anda? Sudahkah anda mengusahakan agar setiap postingan di blog anda punya nilai sesuatu bagi pembacanya?

Tidak peduli apakah blog anda tergolong blog gado-gado atau blog bertema khusus. Tidak peduli pula apa pun jenis tulisan yang ingin anda posting (entah itu berjenis tutorial, informasi/berita, narasi, curhat, opini, analisis, argumentasi, atau refleksi). Mari kita berlomba-lomba memberikan nilai lebih bagi pembaca dalam setiap isi postingan kita.

Setuju?

Sebagai penutup, saya ingin mengutip salah satu pernyataan mas ecko dalam artikelnya tentang blog yang masih diremehkan : “berbagai kemudahan yang dimiliki blog jangan lantas membuat kita selaku blogger berlaku seenaknya saja dalam menulis konten”.

Dukungan kontes >>> apa sih asyiknya belajar seo?

19 comments:

  • saya selalu berusaha untuk menyajikan "nilai" tersebut, akan tetapi yang kemudian paling merasakan kan pengunjung yahhhh?

    08 April, 2009 14:05

  • @ munawar am : wah, udah ada yg koemn ternyata. Bener kang, tentunya terpulang kepada individu pembacanya. Bisa saja sebuah postingan terasa bermanfaat atau memberikan sebuah inspirasi bagi pembaca A, namun tidak bagi pembaca B. Namun, saya kira ada semacam kriteria umum yang lebih bersifat general, dimana mayoritas pembaca merasakan "nilai" atau "sesuatu" yg kita selipkan tsb (duh, susah juga ya kayaknya kalo gitu).

    Makasih kang. Saya suka dengan gaya postingan2 kang Nawar yg buat saya bisa merangsang pikiran untuk sesuatu hal. Beberapa bahkan memberikan saya inspirasi yang baik. Keep posting yach kang.

    08 April, 2009 14:21

  • Hallo Mas.. Salam kenal.. :D
    Wuuaahhhh... Ternyata nulis postingan agar mempunya nilai sesuatu tuh gampang-2 susah ya Mas.. Tapi kalo buat saya sndiri ya agak susah sih Mas.. Kadang-2 suka mentoogg juga nih Mas kalo mo nulis postingan.. :( Maklum Mas masih baru a.k.a pemula :( jd kalo pas lagi semangat ya semangat, trus kalo lagi gak dapet ide ya gtu deh Mas.. :D

    Oke Mas.. Makasih sharing & info'nya, smoga dapet meng'inspirasi saya untuk kedepannya.. He..he.. :D

    08 April, 2009 16:33

  • @ MeNDHo : kalo saya amati beberapa postingan di blognya mas, kayaknya rata-rata bersifat informatif deh. Tentu saja jenis postingan kayak itu punya nilai sesuatu bagi pembacanya, terutama yg emang membutuhkan informasi dalam postingan tsb :)

    Yang terpenting punya niat yang tulus untuk BERBAGI. Itu aja sih kuncinya agar postingan kita bisa punya nilai sesuatu. Makasih ya udah mampir. Kita saling menginspirasi saja deh :)

    08 April, 2009 17:24

  • saya setuju..
    tapi kok saya ga pernah mikir yang gituan ya kalo mo nge-post.
    selama ini sih selama nyaman dibaca dan tidak melanggar kode eitk, ya tulis aja..

    08 April, 2009 17:25

  • Salam kenal.

    wah ini tulisan yang sangat kompprehensif dan merupakan suatu panggilan bagi bloggers untuk lebih serius menangani konten.

    'content is king'-karena itu harus diperhatikan dengan baik.

    selamat nyontreng besok 9 April. kalau dihubungkan dengan posting anda, kiranya para legislatif nanti juga seperti bloggers ya, memperhatikan pelayanan kepada publik.

    nyambung kan bro? hehehe

    08 April, 2009 17:42

  • Bener banget tuch mas. Tp akhir2 ini aku seakan kehabisan ide buat nulis yg informatif gt. Sepertinya sekarang postinganku semakin tidak berharga.

    08 April, 2009 21:25

  • Wew..
    Kalau saya seh..
    Yang penting enjoy nulisnya..
    Tentu tanpa menyakiti sekitar..
    Hehehe.. :)

    09 April, 2009 02:56

  • Iya boss itu yang penting

    ngBlog jadi mendapat sesuatu yang lebih

    walaupun ada yang mengatakan blog adalah diary online, tapi kan bisa bermanfaat seperti kata boss diatas

    MANTAP

    09 April, 2009 07:05

  • Huuuaaa agak susah sih emang.. secara nulisnya juga masih belajar hehehehehe ;))

    09 April, 2009 20:43

  • Saya setuju, Om.
    Menulis konten yg berkualitas.

    Btw, kadang itu juga buat frustasi. Toh, pada kenyataannya entah kenapa lebih banyak orang yg menyukai blog yg isinya yg seenaknya aja.
    Mungkin saya agak nge-kick beberapa blogger yg spt itu yg saya ketahui.
    Habis, kadang kesal jg, kenapa blog dia yg cuman butuh 5 menit utk 1 post, bisa rame.

    10 April, 2009 12:11

  • @ apurie : nah, sekarang mungkin sudah saatnya mas mikir atau merenung sejenak sebelum memposting suatu tulisan. Usahain dikit aja, biar di balik postingan tsb. ada secuil nilai sesuatu yg bisa dirasakan oleh pembaca. Gak masalah dengan gaya bahasanya.

    @ Haris : saya sangat setuju tentang ungkapan 'content is the king' itu. Termasuk para caleg yang dihubungkan dengan bloggers. Intinya harus punya niat untuk melayani dan berbagi sesuatu yg bermanfaat yach bro. Thx buat tambahannya.

    @ Pencerah : kalo postingan2 mas menurut saya rata-rata punya nilai buat pembacanya. Saya salut dengan kemampuan menulis mas yang bagus. Pertahankan yach. Makasih.

    @ rampadan : nah, kalo emang merasa begitu, berarti mas punya kemauan yang baik untuk lebih maju dalam menulis. Semoga makin berusaha agar bisa memberikan sesuatu bagi pembaca yach. Tulis aja topik yg mas minati dan kuasai dengan baik.

    @ artasastra : merasa enjoy ketika menulis postingan itu juga penting, biar hasil tulisannya bagus :)

    @ Ade : sebenernya sih bukan masalah kemampuan menulis atau gaya bahasa yg bagus, tapi cenderung ke 'sense' di balik apa yg kita tulis (walaupun singkat postingannya). Intinya, yg penting punya niat yg kuat untuk bisa lebih baik lagi..hehehe

    @ HeLL-dA : maksudnya mungkin rame komentar yach. Mungkin aja karena orang gak perlu banyak mikir buat ngasih komentar pada postingan yg super singkat. Trus bisa pula karena si pemilik blog itu punya daya tarik tersendiri pada postingan2-nya, walaupun rata-rata super singkat :)

    Tapi banyak juga kok blog dengan postingan yg rada panjang dan berbobot bisa mendulang banyak komentar. Kita nggak bisa menilai kesukaan orang terhadap gaya postingan cuma dari jumlah komentar yg masuk.

    Kan banyak juga tuh pengunjung/pembaca dari kalangan non blogger. Dan mereka biasanya rata-rata nggak ngasih komen.

    Tapi yakin deh, postingan yang punya nilai tuh akan lebih punya daya pikat jangka panjang (alias nggak lekang oleh waktu..cieeee).

    10 April, 2009 14:00

  • setuju banget mas. Emang di dunia pulikasi macam blog ini harus menyajikan hal2 yang bermanfaat bagi pengunjung. Karena pengunjung di dunia blog ini lebih dari sekedar raja, maka harus dilayani dan dimanja senyaman mungkin. aku juga lagi belajar banyak nih dari mas iskandaria, maklum trafiknya makin hari makin oke nih...

    10 April, 2009 20:09

  • Saya sih sering kalau baca posting yang kira2 cuma cerita atau apalah yang nggak/kurang bermanfaat cuma sekedar naruh jejak saja. Abis tu tinggal pergi. Abis gimana ya, percuma kalau cuma baca2 yg g bermanfaat, coz biaya internet mahal... :D
    Saya juga dah rencana blog saya ini nanti saya isi dengan berbagai macam tutorial, tip's & trik yang mungkin akan sangat bermanfaat bagi pembaca. Untuk saat ini sioh cuma baru sekedar memperkenalkan blog saya saja, ntar kalau dah agak rame baru...

    11 April, 2009 05:51

  • @ firanza : wah, saya dapet inspirasi baru nih dari komentar mas firanza. Pengunjung ternyata bisa dianggap sebagai raja yang harus dimanjakan dan dilayani yach. Its good! Soal trafik, masih jauh banget dibandingkan dengan blog-blog para master :) Makasih mas.

    @ buJaNG : saya juga suka gitu mas. Pokoknya asal ninggalin jejak deh. Oya, bagus deh kalo mas punya niat dan rencana seperti itu. Tapi ga ada salahnya juga kok menulis postingan berjenis non tutorial. Yang penting ada sedikit sesuatu yang bisa dipetik oleh pembaca. Thx ya. Blognya masih baru tuh kayaknya.

    11 April, 2009 13:50

  • Saya sangat setuju bahwa setiap postingan harus mempunyai nilai bagi pengunjung sehingga ada fungsi mutual antara blogger dengan pengunjung.... persoalannya, bernilai atau tidak sangat relatif tergantung minat masing-masing... bagi blog generalis bisa mengambil tema sangat variatif dan relatif tidak akan kehabisan bahan...tapi mengingat latar belakang minat pengunjung sangat beragam sehingga untuk postingan yang sama bisa bernilai bagi yang lain tetapi tidak bagi yang lain lagi... tapi bagi blog spesialis tentunya akan mendapatkan pengunjung yang fanatik karena tema posting tentu selalu konsisten dan bagi peminat tema itu akan selalu datang lagi dan lagi dan lagi karena di sana dia akan mendapatkan informasi yang bernilai baginya.... mungkin begitu ya...?:D

    11 April, 2009 22:51

  • @ pijarbintang : bener banget mbak pendapatnya. Saya kira emang begitulah. Intinya sih tergantung si pembaca yach kalo gitu. Yang saya tekankan di artikel di atas cuma bagaimana kita berusaha agar setiap postingan kita nggak terkesan cuma postingan kejar setoran..hehehe.

    Cuma masalah niat untuk berbagai sesuatu bagi pembaca. Masalah apakah nanti bakalan dibaca oleh yang kita tujukan atau malah dibaca oleh pembaca yang bukan target kita, itu soal lain lagi. Yang penting dari kitanya dulu sebagai penulis untuk memberikan sesuatu yang bernilai dalam postingan itu, walau secuil :)

    Makasih banyak yach mbak buat tambahan pendapatnya yang berbobot. Sangat melengkapi kekurangan ulasan saya di atas. Saya juga belum terlalu bagus dalam menulis postingan di blog ini.

    Salam kenal.

    12 April, 2009 17:35

  • makasih buat pencerahannya bang,.... aku akan berupaya mengikuti tipsnya.

    23 May, 2009 15:31

  • Post a Comment

    Silakan tulis komentar sesuai pendapat pribadi kamu

    Back to Top
     

    kafe28 Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template | Top