17 May 2009

17 May 2009

Grand Final IMA 2009 : LASKAR PELANGI Borong Penghargaan


Malam puncak pergelaran IMA (Indonesian Movie Awards) 2009 akhirnya menobatkan 12 pemenang. Dalam babak grand final yang berlangsung tadi malam (Sabtu, 16 Mei 2009) pukul 21.00 – 00.10 Wib di RCTI, film Laskar Pelangi akhirnya memborong 5 buah kategori penghargaan sebagai pemenangnya.

Tampil sebagai pembawa acara atau presenter yaitu trio Luna Maya, Raffi Ahmad, dan Ruben Onsu. Agak mengejutkan memang. Alias sangat di luar dugaan. Soalnya Ruben malah menggantikan Olga Syahputra yang biasanya setia mendampingi Luna dan Raffi. Padahal, santer digosipkan bahwa antara Ruben dan Olga terjadi ‘perang dingin’ alias persaingan sengit. Kenapa Ruben malah mengantikan Olga dan menjadi bagian dari Luna dan Raffi? Oh my God… Benar-benar surprise deh

Tapi saya lihat, tadi malam Ruben tampil sangat baik saat menjadi salah satu presenter malam puncak IMA 2009. Keputusan untuk memilih Ruben sebagai pengganti Olga memang sangat tepat. Ruben terlihat lebih profesional sebagai MC. Malah jauh lebih bagus daripada Raffi Ahmad yang sebenarnya kurang cocok untuk mendampingi Luna Maya. So what gitu lho… Harusnya pendamping Luna tuh dipilih yang lebih berwibawa dan lebih cool (bukan Raffi yang terlihat lebay)

Sedangkan Luna semalam tampil sangat anggun dan terlihat mampu untuk sedikit keluar dari karakternya sebagai host Dahsyat. Itu baru profesional namanya. Yang paling saya sukai dari penampilan Luna semalam ialah tatanan rambutnya. Wow, bikin parasnya jadi gimanaa gitu.. Gaunnya juga bagus banget.

Ok deh, ini dia daftar pemenang IMA 2009 (Indonesian Movie Awards) yang berhasil saya catat dari hasil menonton hingga selesai semalam. Kesemuanya memperoleh Piala Layar Emas.

Pemeran Pembantu Wanita Terfavorit :
NASYA ABIGAIL (Perempuan Berkalung Sorban)

Pendatang Baru Pria Terbaik :
JUDIKA (Si Jago Merah)

Pendatang Baru Wanita Terbaik :
LAURA BASUKI (Gara-Gara Bola)

Pemeran Utama Pria Terfavorit :
SOPHAN SOPHIAN (Love)

Pemeran Utama Wanita Terfavorit :
REVALINA S. TEMAT (Perempuan Berkalung Sorban)

Pendatang Baru Pria Terfavorit :
ZULFANI (Laskar Pelangi)

Pendatang Baru Wanita Terfavorit :
LAURA BASUKI (Gara-Gara Bola)

Soundtrack Terfavorit :
LASKAR PELANGI

Pemeran Pembantu Pria Terbaik :
LUKMAN SARDI (Kawin Kontrak Lagi)

Pemeran Utama Wanita Terbaik :
CUT MINI (Laskar Pelangi)

Pemeran Utama Pria Terbaik :
IKRANAGARA (Laskar Pelangi)

Film Terfavorit :
LASKAR PELANGI


Pengisi acara : Ungu, The Changcuters, Peterpan, Joe Sandy, Nidji, ST 12, Limbad, Debo dan Patton Icil.

Pembaca nominasi dan pemenang : Sandra Dewi – Revalina S. Temat, Widyawati – Marshanda, Mira Lesmana – anak-anak Laskar Pelangi, Carissa Putri – Rianti Cartwright, Richard Kevin – Lukman Sardi, Alice Norin – para pemain Ketika Cinta Bertasbih, Marcell Chandrawinata – Kinaryosih, Bunga Citra Lestari, Edric Chandra – Tika Putri, Hanung Bramantyo – Wulan Guritno, Cornellia Agatha – Fauzi Baadilla, Slamet Rahardjo – Cut Mini.

Beberapa hal menarik :

>> Kehadiran wakil presiden Jusuf Kalla.
Dalam sambutan singkatnya, JK memberikan apresiasi yang sangat baik pada para insan perfilman tanah air dan berharap agar makin kreatif (sehingga bisa memajukan dunia perfilman Indonesia).

>> Penampilan duo finalis The Master, yaitu Joe Sandy dan Limbad.
Yang terlihat lebih memukau adalah penampilan Master Joe Sandy. Klimaks permainannya sangat terasa ketika ia memperlihatkan catatan berupa impiannya untuk dibuatkan film oleh sutradara Hanung Bramantyo. Judul filmnya : The Master – Misteri di Balik Kacamata, dana pembuatan : 5 milyar, pemeran utama : Joe Sandy, durasi : 1,5 jam, lama pembuatan : 2 bulan, pemeran utama wanita : Carissa Putri dan Rianti Cartwright, launching : Januari 2010.

Itu sama persis dengan catatan yang ditulis pada papan di hadapan para penonton (lewat hasil interaksi atau tanya-jawab dengan para penonton dan juga Hanung Bramantyo). Namun sepertinya sudah ada rekayasa antara Joe dan Hanung. Dengan penonton pun, tampaknya Joe cuma menjadikannya sebagai penutup kesan rekayasa.

Sedangkan penampilan Limbad semalam malah terasa sangat tidak ok Ternyata (menurut saya) itu karena musik pengiring aksinya bukan musik seperti ia biasa tampil di acara The Master. Musik latar pengiring aksinya semalam sangat tidak cocok. Efeknya, aura mistis pun sangat tidak terasa. Ada yang hilang dari aksi Limbad semalam! Tidak ada nuansa mengerikan atau theaterical sama sekali. Ternyata, tanpa musik latar mistis andalannya pada acara The Master, Limbad tidak ada apa-apanya


Masukan untuk panitia Grand Final IMA 2009 :

Sebaiknya tidak terlalu banyak mengundang bintang tamu untuk mengisi acara. Apalagi semua bintang tamu pengisi acara ternyata adalah grup band. Why? Selain memperpanjang durasi, ini kan ajang film, bukan ajang musik! Harusnya di sela-sela acara atau di sela-sela pembacaan nominasi, panitia memutarkan perjalanan perfilman Indonesia misalnya. Bisa juga memutarkan proses-proses pembuatan sebuah film, wawancara dengan para insan film, cuplikan video-video atau adegan di film, parodi berbagai film, dan sebagainya. Pokoknya segala sesuatu yang berhubungan dengan film Indonesia deh.

***

Akhirnya, selamat kepada semua pemenang yang telah memperoleh Piala Layar Emas. Semoga bisa menjadi pelecut semangat untuk lebih baik lagi dalam berkarya. Dan semoga perfilman Indonesia semakin berkembang olehnya. Punya komentar tentang hasil IMA (Indonesian Movie Awards) 2009 semalam? Silakan tulis komentar anda pada kolom di bawah ini.

Dukungan kontes >>> apa sih asyiknya belajar seo?

14 comments:

  • sebenernya saya juga pengen nambahin
    ngapain coba nampilin para the master-the master itu

    ini penghargaan film gituloh

    17 May, 2009 14:04

  • @Rusa Bawean™: Untuk nilai tambah kali Mas... :D

    17 May, 2009 14:20

  • @ Rusa Bawean dan Hangga >>> mungkin mumpung karena mereka berdua lagi ngetop-ngetopnya, sehingga sengaja dipake buat nambah daya tarik acara ini. Ujung-ujungnya demi banyak menarik pemasang iklan :)

    17 May, 2009 15:46

  • sayang saya kurang begitu suka sama film2

    17 May, 2009 17:46

  • @ Hangga - iskandaria: aku justru merasa malah mengurangi nilai acara intinya

    aku bener kecawa acara award film kek gini harus direcoki dengan penampilan yg gak ada hubungannya dengan film

    huh

    18 May, 2009 00:07

  • Hehehehe, maklumlah baru belajar panitianya. Kita doakan saja semoga ke depannya semakin baik dan baik lagi. Btw, Laskar Pelangi memang oke, meskipun kisahnya sebenarnya agak gimanaaaaa gitu. Kalao kata saya sih maksa banget. :D

    18 May, 2009 01:37

  • Endingnya ene mengagumi luna maya gitu yah..ehehehehe..

    18 May, 2009 03:01

  • @ torik >>> gak suka nonton ya kayaknya mas.

    @ Rusa Bawean >>> bukan cuma acara awards film yang suka direcoki oleh musik dan hal-hal yang kurang nyambung, tapi hampir semua ajang penghargaan kayaknya juga ga jauh beda deh. Yach, ga ada yang berani tampil beda dan kreatif kayaknya. Rata-rata ikut tren atau kebiasaan yang udah ada. Mau gimana lagi, daya tarik musisi dan juga magician kayaknya dinilai masih menjadi magnet buat ngegaet pengiklan.

    @ Ecko >>> hmm, rada maksain mungkin emang iya banget mas. Soalnya pengen tampil beda aja kali ya, di tengah-tengah maraknya tema seragam dalam perfilman Indonesia (tema cinta dan horor, plus komedi jorok gak lucu)..hehehe

    @ SanG BaYanG >>> ane emang pengagum Luna Maya :)

    18 May, 2009 11:38

  • maaf kalau artikel saya jlimet maklum lagi belajar seo...maafkan saya massssss (bukan mengejar mas mas lhoo)

    18 May, 2009 12:53

  • Laskar Pelangi menurut saya adalah salah satu karya terbaik anak bangsa ... sebuah karya yang menggugah banyak orang untuk mencapai cita-citanya ... sampai sekarang saya masih ingat setiap kata-kata dalam filmnya, juga setiap aroma persaudaraan dalam novelnya ...

    18 May, 2009 22:32

  • @ Lalu Abdul Aziz MhD >>> maksudnya penonton setia acara ini ato film Indonesia? hehehe

    @ Goo_blog >>> gak papa mas, mengejar mas-mas juga gak papa kok :)

    @ suwung >>> ajang ini kayaknya emang jadi semacam ajang tandingan buat FFI yang mengecewakan sebagian kalangan insan film kita mas. Setau saya emang didasari oleh kekecewaan terhadap sistem penjurian di FFI.

    @ nomercy >>> tuh kan, berarti Laskar Pelangi emang pantes menang yach.

    19 May, 2009 14:15

  • infonya lengkap sobat,.... aku juga sempat posting tapi tidaK SELENGKAP INI.

    23 May, 2009 14:04

  • Post a Comment

    Silakan tulis komentar sesuai pendapat pribadi kamu

    Back to Top
     

    kafe28 Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template | Top