02 May 2009

02 May 2009

The Master Final Battle (1 Mei 2009) Joe Sandy vs Limbad

Usai sudah puncak kompetisi magician The Master yang ditunggu-tunggu antara Joe Sandy vs Limbad. Dalam duel final battle yang berlangsung tadi malam di studio RCTI (1 Mei 2009, pukul 21.15 – 00.30 Wib), masing-masing finalis sudah berupaya menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Sebagai juara di Season 1 dan Season 2, Joe dan Limbad kembali membawakan permainan andalannya masing-masing. Joe dengan aliran mentalist-nya tentu saja lebih mengedepankan kekuatan otak/pikiran. Sedangkan Limbad dengan aliran Faqir-nya masih mengusung konsep extreme-show.

Sebagai penyegar ingatan dan sedikit gambaran buat yang tidak sempat menonton, berikut ini ulasan permainan kedua finalis, yang dilengkapi pula dengan pendapat pribadi penulis (selaku penonton).

>> Penampilan pertama Joe Sandy :
Konsep atau pesan yang diusung oleh Joe dalam permainan pertamanya yaitu “walaupun kita dalam keadaan tertekan, kita masih dapat mengendalikan keadaan tersebut dengan cara tetap fokus dan konsentrasi”. Jadi tidak ada alasan kalau kita cuma bisa fokus dan konsentrasi dalam kondisi yang hening saja. Dalam situasi yang penuh tekanan dan hiruk-pikuk sekalipun, kita bisa tetap menaklukkan sebuah tantangan.

Hal itu tampak lewat aksi menjawab pertanyaan TTS (teka-teki silang) yang kemudian diselingi dengan menyusun puzzle pada tempat yang terpisah cukup jauh.

Pendapat saya :
Kondisi tertekan yang ingin ditonjolkan oleh Joe lewat permainannya itu cukup berhasil terbangun. Dengan pembatas waktu berupa suara lonceng dan kondisi nafas yang masih terengah-engah usai berlari, Joe masih mampu menjawab dengan cepat pertanyaan-pertanyaan TTS yang diajukan oleh seorang penonton. Begitu pula saat berusaha menyusun sebuah puzzle. Dengan tangkasnya Joe berhasil mencocokkan bangunan puzzle yang begitu banyak jumlahnya.

Sedikit kekurangan pada aksi Joe :
Senada dengan pendapat Dedy Corbuzier, sayang sekali aksi Joe tersebut tidak menggunakan penanda waktu berupa hitungan menit/detik, yang seharusnya ditampilkan di layar tv dan bisa semakin menambah ketegangan. Akibatnya, klimaks permainan Joe itu masih kurang maksimal jadinya (walaupun menggunakan suara lonceng sebagai pembatas waktu). Malahan sempat terasa membosankan karena tidak ada hitungan detiknya yang bisa memacu adrenalin. Ah, sayang sekali

>> Penampilan pertama Limbad :
Kembali mengandalkan permainan kekuatan otot, kali ini Limbad mempertunjukkan kekuatan rambutnya yang mampu menarik sebuah mobil dengan menggunakan tali (yang diikatkan ke rambutnya).

Pendapat saya :
Yach, saya nggak bisa banyak komentarlah. Aksi menarik mobil dengan menggunakan rambut itu memang luar biasa. Tapi kalau dibilang belum pernah ada yang melakukannya selain Limbad, itu bohong! Sebab aksi serupa itu sudah pernah saya saksikan beberapa tahun lalu di layar tv pula (dengan pelaku yang berbeda). Jadi bukan sesuatu yang surprise lagi buat saya

>> Penampilan kedua Joe Sandy :
Kali ini Joe kembali bermain angka-angka, tepatnya menghitung secara cepat hasil penjumlahan/perkalian/pengurangan/pembagian dari banyak angka. Untuk memperkuat perbandingan dengan kecepatan pikirannya, Joe menghadirkan 3 macam metode penghitungan angka. Cara manual (lewat seorang siswa juara Olimpiade Fisika), menggunakan kalkulator, dan menggunakan laptop/komputer. Dan hasilnya, otak Joe Sandy lebih cepat ketimbang ketiga cara perhitungan itu! tepuktangan Di saat Joe sudah menyelesaikan perhitungan angka, ketiga orang yang dihadirkan tersebut masih sibuk menghitung.

Pendapat saya :
Dua kata untuk Joe: luar biasa! tepuktangan Joe membuktikan bahwa otak manusia sebenarnya bisa lebih cepat dari mesin atau program yang dibuat oleh manusia.

>> Penampilan kedua Limbad :
Kembali menghadirkan nuansa extreme, Limbad mempertunjukkan kekuatan kulitnya ketika dikaitkan oleh sling berbahan metal (pada bagian kulit punggungnya) dan kemudian tubuhnya ditarik/digantung dengan menggunakan sling yang telah terkait pada punggungnya itu. Namun sayang, belum sempat sampai di puncak (belum terlalu tinggi saat digantung), tiba-tiba sling sudah diturunkan, padahal Limbad sempat memberikan kode agar tubuhnya diangkat lagi lebih tinggi.

Setelah diturunkan, Limbad terlihat lemas tidak berdaya. Kulit punggungnya mengeluarkan sedikit darah Anaknya tampak menangis melihat kondisi ayahnya seperti itu. Sedangkan sang istri terlihat tak kuasa menahan cemas karena menurutnya Limbad tidak pernah latihan sebelumnya untuk melakukan aksi tersebut. Tim medis pun memeriksa kondisi Limbad. Dan kira-kira 5 menitan kemudian, Limbad bangun dan tampak seperti tidak mengalami apa-apa.

Pendapat saya :
Kalau ada yang bilang aksi seperti itu belum pernah ada yang melakukannya, itu tidak benar. Sudah ada kok magician yang melakukan aksi seperti itu. Kalau tidak salah Chris Angel. Tapi salut deh buat Limbad, walau aksinya tergolong terlalu extreme. Wajar deh. Kan sesuai dengan julukannya sebagai extreme magician.

Kesimpulan akhir :
Kalau harus dinilai dari performa kedua finalis, buat saya Joe Sandy dan Limbad sama-sama layak jadi The Master. Toh, genre keduanya berbeda, sehingga tidak bisa kita bandingkan mana yang lebih baik. Joe dengan kekuatan otaknya yang jenius. Dan Limbad dengan kekuatan otot/fisiknya yang luar biasa. Hasil perolehan SMS sementara tadi malam menunjukan bahwa Joe lebih unggul sedikit (dengan 50 persen lebih). Sedangkan Limbad dengan 40 persen lebih. Sempat terjadi kejar-kejaran dan salib-menyalib perolehan SMS antara keduanya.

Kita lihat saja hasil akhirnya minggu depan. Akankah Final Battle Joe vs Limbad akan membuahkan kemenangan bagi genre mentalist? Atau aliran faqir yang bakalan lebih unggul? Tapi apa pun hasilnya, keduanya sama-sama layak menjadi The Master. Bagaimana menurut anda?


Dukungan kontes >>> apa sih asyiknya belajar seo?

20 comments:

  • kalau membandingkan keduanya memang susah sekali mana yang lebih baik ... soalnya berbeda genre-nya ... rasanya gak adil kalau dibilang salah satu lebih hebat ...
    kalau menilai dari sudut objektifitas jelas keduanya sama bagusnya ... kalau dari sisi subjektifitas pun sama saja ...
    sebuah acara yang bagus sekali, walau bagi saya masih tidak dapat mengalahkan menariknya acaranya 4mata atau tawa sutra kesukaan saya :D

    02 May, 2009 14:35

  • kl aku tetap dukung k'joe dong.... bukti bahwa k;joe slalu di tantang o/deddy c. mungkin takut terkalahkan kaliyahma k'joe ;))

    02 May, 2009 18:21

  • kalo saiiah, lebih seneng yang model mentalist gitu, soalnya kalo yang adegan2 serem2 gitu malah takut liatnya.....

    02 May, 2009 19:38

  • ya... klo sy sich lebih suka LIMBAD, soalnya yg extreme2 gt khan sulap asli indonesia....

    02 May, 2009 19:43

  • gw sih lebih mendukung joe sandy... aksinya lebih interaktif.... komunikasi dengan penonton asik.. n pikirannya yang superior itu emg harus diacungi jempol..

    kalo limbad dari dulu acaranya yah.. gt2 doank.. cuma ngandelin fisik doank... dan ada extreme shower laen yg lebih keren dbdg dia... kalo dia terjun bebas dari lantai 50 ga mati.. baru salut.. kalo cuma ditarik kulitnya, dah ada yg ngelakuin lebih hebat dbdg dia tuh...

    02 May, 2009 20:18

  • @ nomercy >>> setuju banget dengan pendapatnya mas. Tapi kalo acara 4 mata, saya juga suka, palagi kalo bintang tamunya cantik n seksi :)

    @ audy >>> kayaknya mayoritas cewek lebih suka tipikal permainan JOe Sandy yach. Wajar banget sih, soalnya permainan Joe emang lebih entertaining ketimbang aksi Limbad yg selalu bikin ngeri.

    @ anonim >>> setuju ama pendapat kamu. Permainan Limbad kurang dinamis dan kurang variatif. Plus kurang menghibur. Toh bagaimanapun juga, unsur hiburan mesti lebih dikedepankan dalam seni magic.

    02 May, 2009 21:24

  • sebagai pentonton yang ingin "dihargai" secara entertainment; saya memilih Joe Sandy karena komunikatif; Limbad gak bisa diam selamanya; BISU KALI yaahhhh?

    03 May, 2009 03:46

  • Mmm...pertunjukan yang menarik! tapi sayang Sarimin sekarang ini lagi gak punya TV! ~x(

    03 May, 2009 05:50

  • Saya malahan nggak lihat aksi mereka... abisa tidur puas dari sore,...

    03 May, 2009 07:26

  • Maniak the master ya. Gue gak pernah nonton sama sekali, jadi gue gak tau de .. hehehe

    03 May, 2009 14:35

  • @ munawar am >>> iya kang, saya juga sependapat. Tapi mungkin itulah karakter yg ingin ditonjolkan oleh Limbad. Ia lebih memilih aksi theaterical ketimbang komunikatif. Nggak bisu sih, buktinya kemaren ia sempat bicara juga akhirnya, walau cuma 2 kata : TERIMA KASIH :)

    03 May, 2009 15:46

  • kalau saya lebih memilih JOE saNdy. Dia itu punya beberapa kelebihan yang bisa dibilang WAW!!!!
    1.dia tuh pinter dan gue suka orang yang pinter
    2.dia itu rajin banget baca buku persis kaya gue
    3.dia lumayan gantenghttp://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/8.gif
    4.Otaknya itu udah kaya QUICK COUNT yang buat ngitung hasil pemilu
    5.dia tuh sama banget kayak w , sukaaaaa banget pelajaran matematika apalagi angka!
    6.Dia selalu menyentuh hati setiap orang yang mendengar kata mutiara ala joe sandy diakhir performancehttp://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/8.gif
    mungkin semua ini juga dimiliki orang lain apalagi MASTER DEDDY dan ROMI,oleh sebab itu joe sandy paling pantas bersanding ama ROMi DAN DEDDY. DAN kalaupun yang menang nanti limbad,NO problem w terima. Tapi,w yakin joe sandylah yang paling banyak dipanggil ke acara2 gitu. GAK MUNGKIN LIMBAD!! makanya buat pendukung kak joe ketik MR JOE kirim ke 6288. sebanyak-banyaknya ya??? sorry kebanyakan ngomong).
    salam dari w buat semua pendukung kak joe diseluruh indonesia! JOE SANDY IS THE NEXT THE MASTER!!http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/71.gifhttp://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gifhttp://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/3.gif

    03 May, 2009 16:51

  • Siapa bilang limbad gak pake otak. Kalo orang gila pasti tidak bisa nglakuin aksi seperti itu. Aku pilih limbad aja yah...

    03 May, 2009 20:49

  • Cepat berhitung itu hanya bagian kecii..il sekali dari kemampuan seorang matematikus. Matematikus itu mampu merumuskan/model pada sebuah obyek/kejadian alamiah menjadi rumusan/model matematik. Contoh: bagaimana cara matematis untuk menghitung luasan yang tidak beraturan bentuknya (bukan persegi panjang atau bujursangkar). Kalo Joe Sandy pinter itung-itungan cepat doang maka lebih cocoknya diadu sama simbok-simbok yang jualan di pasar, pasti seru karena simbok-simbok itu hebat2 dan cepat lho ngitungnya tanpa kalkulator lagi. Jadi tidak benar baru bisa itung cepat terus disebut pinter matematika (matematikus).

    03 May, 2009 21:19

  • emang sih limbad tidak menggunakan otak seperti joe sandy, siapa bilang dia dalm melaksanakan aksinya gk mngkn gk pake otak .coba aja,dlm tusukan di badanya waktu ia di angkat keatas pasti ia mamikirkan terlebih dahulu apa resiko nya,bkn sembarangan aj,sdngkn joe dia blm tentu bs melakukan seoerti limbad paling hanya tak akan sanggup, pokoknya gw dukung banget limbad dech go limbad go......you are the master perefect

    04 May, 2009 10:18

  • emang sih, aksi ekstrim limbad dah ada yg maenin di luar negri, tapi di indonesia blom ada kan... kalo gitu artinya limbad itu udah ber-level international!! gak kaya' joe sandy, aksi konsentrasinya itu udah byk yg bisa, aksi itung2annya jg dah sering gue liat di pasar2 tradisional!! pokoknya LIMBAD IS THE REAL MASTER

    04 May, 2009 22:45

  • Aku lebih suka memilih joe sandy karena lebih komunikatif

    07 November, 2012 16:03

  • Post a Comment

    Silakan tulis komentar sesuai pendapat pribadi kamu

    Back to Top
     

    kafe28 Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template | Top