01 June 2009

01 June 2009

Kisah Pembebasan Manohara dan Hasil Wawancara Eksklusive

manohara berkerudungAkhirnya Manohara Kembali ke Tanah Air dan Bertemu Ibunya.

Usai sudah penantian panjang nan melelahkan dari Deasy Fajarina (ibunda Manohara). Berkat perjuangan keras tiada henti dan juga keyakinan plus kepasrahan total terhadap Yang Maha Kuasa, akhirnya ia berhasil bertemu dengan putri bungsunya, yang selama kurang lebih 2,5 bulan menderita di ‘sangkar emas’ kerajaan Kelantan Malaysia.

Seperti yang diberitakan oleh Global TV (satunya-satunya stasiun tv yang secara eksklusive meliput detik-detik pembebasan Manohara), Deasy pertama kali bertemu anaknya di sebuah hotel di Singapura. Keberadaan Manohara di negara tersebut sebenarnya dalam rangka menemani ibu mertuanya yang sedang berobat. Namun berkat bantuan seorang kerabat kerajaan yang bernama Datok Kadar Shah, Manohara akhirnya berhasil melarikan diri dari pengawalan ketat pihak kerajaan dan bertemu Ibunya di hotel tersebut.

Ceritanya begini… Di sebuah hotel di Singapura, Manohara sudah mencium gelagat kurang baik dari pihak kerajaan yang ingin menyekapnya di sebuah kamar. Rencananya ia akan kembali dibawa ke Malaysia. Namun Mano rupanya cukup cerdik. Ia sengaja mengelabui pihak security kerajaan dengan cara membunyikan alarm di sebuah elevator, untuk kemudian berusaha meloloskan diri.

Untung saja Ibunya (Deasy Fajarina) segera menelpon pihak kepolisian Singapura melalui nomor 999. Dalam kurang dari setengah jam, pihak polisi Singapura sudah tiba di hotel tersebut untuk memberikan pertolongan sekaligus mengawal Mano dan Ibunya di depan sebuah kamar. Dibantu pula oleh pihak FBI.

Utusan kerajaan Kelantan pun kemudian datang untuk membujuk dan merayu Manohara supaya mau pulang kembali ke Malaysia. Namun berkat sikap tegas pihak kepolisian Singapura, wakil kerajaan (termasuk pihak security kerajaan) yang berusaha untuk menarik Mano akhirnya gagal. Mano pun akhirnya berhasil dipertemukan dengan Ibu dan kakaknya yang sudah menunggu di hotel tersebut. Lalu kemudian pulang ke Indonesia.

manohara dan dewi kakaknya

manohara dan dewi sang kakak

Begitulah cerita singkatnya (seperti yang saya peroleh dari liputan khusus di Global TV pada Senin 1 Juni 2009, pukul 09.00 – 11.30 Wib).

manohara saat konferensi pers
manohara saat konferensi pers bersama laskar merah putih
Dalam wawancara eksklusive dengan Global TV, Manohara mengaku bahwa berita seputar penyiksaan mental dan fisik yang dialaminya dari sang Suami adalah benar adanya (bukan sekedar isu). Ia mengaku diperlakukan seperti sebuah mainan atau properti (oleh Tengku Fahry sang suami). Dalam pengakuannya, Manohara mengaku sangat dikekang atau dijaga ketat oleh pihak kerajaan Kelantan. Segala fasilitas komunikasi seperti telepon, akses internet, dan sebagainya diblokir.


Mano lebih banyak menghabiskan waktunya di kamar. Saat keluar kamar pun, ia mendapatkan pengawasan yang cukup ketat. Jadwal aktivitas di luar rumah pun sudah diatur sedemikian rupa oleh pihak kerajaan. Bahkan ekspresi wajah Mano (terutama senyuman) sudah diarahkan, seolah-olah ingin mengesankan pada publik, bahwa Manohara bahagia dengan hidupnya bersama Tengku Fahry.

Salah satu bentuk penyiksaan fisik yang diterimanya adalah berupa penyuntikan obat bius dan juga siletan pada kulit tubuhnya. Bahkan dari kata-kata yang saya tangkap saat ia bercerita, tampaknya ia diperlakukan oleh seseorang yang agak menderita saiko (gangguan jiwa tertentu). Siapa lagi kalau bukan Tengku Fahry. Mano sepertinya dijadikan obyek seksualitas secara kurang wajar oleh sang suami.


Dalam aktivitas di luar istana, Mano tidak diperbolehkan berbicara kepada publik. Ia mengaku disuruh berakting untuk tersenyum saat disorot oleh kamera. Setiap angle dimana ia tersenyum-lah yang ditampilkan ke publik. Sedangkan angle-angle saat ia tidak tersenyum sengaja dicut atau diedit. Tujuannya agar terpancar kesan bahwa ia bahagia bersama Fahry. Padahal cuma kamuflase semu belaka.

Bahkan Mano mengaku bahwa perubahan fisiknya (terutama berat badan) yang naik atau tampak gemuk ternyata hasil suntikan. Apa tujuannya? Tak lain agar terpancar kesan, bahwa Mano bahagia saat hidup sebagai istri Tengku Fahry di istana Kerajaan Kelantan. Padahal, itu cuma rekayasa pihak istana untuk menutupi hal yang sebenarnya terjadi.


Dalam pengakuannya saat diwawancarai oleh Riska Indah dari Global TV, Manohara sudah punya rencana ingin kuliah usai terbebas dari kungkungan dan penderitaannya selama ini. Sang ibu tercinta, yaitu Deasy Fajarina, mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan berbagai pihak yang selama ini begitu gencar mengupayakan kembalinya Manohara. Termasuk mereka yang begitu tulus memberikan dukungan moril padanya agar terus berjuang demi pembebasan anaknya.
manohara di pesawat
Saat ditanya bagaimana perasaannya ketika akhirnya bisa pulang ke tanah air, Mano mengaku sangat terharu. Ia tak menyangka begitu banyak saudara setanah air yang mendukung dan menyambut kedatangannya.

Khusus kepada pihak kepolisian Singapura, Deasy Fajarina (ibu Manohara) mengaku sangat salut. Sikap polisi Singapura yang sangat tegas terhadap pihak kerajaan Kelantan harusnya menjadi teladan atau contoh yang baik bagi pihak kepolisian kita. Termasuk dalam hal kecepatannya bertindak dan melayani pelapor. Dan di balik semua, itu, ternyata ada satu orang yang paling berperan dalam mempertemukan Manohara dan ibunya, yaitu Datok Kadar Syah (seorang tokoh terkemuka Malaysia) yang masih punya rasa kemanusiaan.

Ia tersentuh dan terdorong untuk membantu Manohara. Bahkan sempat menangis saat mengetahu penderitaan Manohara. Dari situlah, timbul niat yang tulus untuk mempertemukannya dengan sang ibu dan membebaskannya dari cengkeraman sangkar emas kerajaan Kelantan.

Walaupun mengaku dipersalahkan oleh pihak kerajaan atas lolosnya Manohara, Datok Kadar Shah mengaku tidak takut karena sudah berbuat sesuatu yang benar.

Dari kisah pembebasan Manohara yang begitu dramatis tersebut, banyak hal yang bisa kita tarik sebagai hikmahnya. Salah satunya adalah : “siapa pun yang berjuang semaksimal mungkin, berdoa, dan lalu pasrah secara total kepada Yang Maha Kuasa, maka tujuannya akan tercapai”. Semuanya tinggal masalah waktu. Begitu pula kalau kita yakin akan apa yang kita lakukan dan inginkan. Hikmah lainnya, tidak ada penderitaan yang kekal. Semua dibatasi oleh waktu.


Untuk Manohara dan sang Ibu, saya pribadi sangat salut atas ketabahan dan juga perjuangan kalian. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi yang lainnya. Kita tunggu saja babak baru kehidupan Manohara usai kembali ke tanah air dan kabarnya ia akan menempuh jalur hukum untuk menggugat Tengku Fahry atas perlakuan kasarnya selama ini. Kita doakan bersama agar kebenaran dan keadilan yang akhirnya jadi pemenang.

Dukungan kontes >>> apa sih asyiknya belajar seo?

13 comments:

  • pelajaran untuk semua wanita juga; jangan mudah tergiur harta. sekalipun seorang pangeran yang datang melamar...

    01 June, 2009 15:52

  • Kisahnya cepat juga diposting ke dalam blog ini, padahal beritanya baru saya liat sekarang...
    sukses bro...

    01 June, 2009 16:20

  • Selamat datang ,saudaraku Manohara mudah2an prahara akan segera berlalu. jgn lupa syukur mengucapkan kpd Allah. Tanpa pertolongan-Nya, tidak mungkin saudara bisa kembali kepangkuan Ibunda tercinta. tapi Ingat, jgn manfaatkan media utk ketenaranmu, kalau tdk bisa menahan diri, akan menjadi bumerang bagi kamu sendiri. Salam manis selalu....

    01 June, 2009 16:25

  • Kasian manohara, kehidupannya begitu tertekan, sampe jadi gemuk gara2 suntikan, mudah2an kebebasannya menjadi awal yang baik baginya.
    Oia kang is! Untuk mempererat silaturahmi dan menambah indahnya berbagi, saya sudah memasang Link sampeyan di blog saya, jika berkenan silahkan di Link blog saya. He he he...

    01 June, 2009 16:54

  • Syukur deh kalau manohara sudah bebas... :D

    01 June, 2009 22:33

  • bagaimanapun sejak awal duka seorang ibu tidak dapat membohongi kebenaran ... itu saja sudah merupakan bukti, tidak ada seorang ibupun yang akan membirakan anaknya menderita ... (logikanya kalau anaknya berada dalam sebuah istana maka si ibu seharusnya rela untuk kehidupan dan kebahagiaan anaknya ... tetapi ini kan tidak)

    walau apapun yang melatar belakangi terjadinya hal ini, tetap saja ada rasa bersyukur dan turut berbahagia bagi mereka ... karena telah melewati sebuah perjuangan untuk kembali bersama dalam pelukan kasih sayang keluarga ...

    pernikahan adalah menyatukan dua keluarga, bukan hanya 2 insan saja ... maka ketika salah satu terabaikan akan memberikan kedukaan di pihak lain ...

    02 June, 2009 02:52

  • YA... manohara lagi.... beneran dah bebas ya..?

    02 June, 2009 06:24

  • saya sangat salut atas kecerdasan manohara dan Ibunya
    salut deh
    :)

    02 June, 2009 13:13

  • Akhirnya yang sebenarnya terkuak juga. Hanya, saya ingin tahu aja bagaimana reaksi pemerintah kita yang notabene membawa nama dan harga diri bangsa dalam menyikapi kasus ini

    02 June, 2009 16:24

  • Bangsa Indonesia sudah seharusnya tegas dengan perlakuan warga negara lain yang tidak semena-mena. Masih ada banyak kasus seperti Manohara.

    ada kasus TKW dianiaya, kasus David di Sgpura yang blm jelas, sekarang masih ada ketegangan di Ambalat.

    kapan berakhirnya...??

    02 June, 2009 17:19

  • Kisah yang mengharukan.

    Buat pelajaran saja bagi ibu-ibu, bersyukurlah dengan suami anda saat ini. Tak selamanya pangkat, derajat, dan kekayaan akan membuahkan kebahagiaan.

    03 June, 2009 01:02

  • Post a Comment

    Silakan tulis komentar sesuai pendapat pribadi kamu

    Back to Top
     

    kafe28 Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template | Top