16 June 2009

16 June 2009

Rekayasa Termehek-Mehek (Trans TV) Akhirnya Terkuak

termehek-mehekAwalnya saya sempat sangat menyukai acara berlabel reality show ini. Bahkan saya sempat mengulas beberapa kelebihannya dibanding acara sejenis yang belakangan banyak bermunculan di layar televisi. Waktu itu, saya pikir Termehek-Mehek murni (100 %) real alias tanpa rekayasa.

Namun semenjak membaca beberapa tulisan di forum-forum ternama yang membahas ‘kebohongan’ acara ini, saya jadi mulai meragukan label reality-show yang sudah terlanjur melekat padanya. Saya mulai bersikap kritis setiap kali menontonnya.

logo trans tvYang jelas, saat ini saya sudah sangat yakin akan kebohongan acara yang dikesankan sebagai tayangan real ini. Buat yang masih suka nonton dan masih menganggap bahwa apa yang tersaji pada acara ini adalah real (alias bukan akting), saya tidak akan memaksakan pendapat agar anda percaya/yakin akan kebohongannya.

Di sini saya cuma ingin mengungkap 5 indikator bahwa Termehek-Mehek adalah sebuah acara rekayasa belaka, yaitu :

(1) Suara orang-orang yang ditemui saat pencarian berlangsung.

Coba dengarkan baik-baik, apakah suaranya tidak begitu jelas atau terdengar sangat jelas dan jernih? Logikanya, kalau memang acara ini real atau tanpa rekayasa, maka suara orang-orang yang ditemui pada saat pencarian tidak akan sejernih atau sejelas (senyaring) yang terdengar pada tayangan acara ini di televisi.

Tapi nyatanya? Anda bisa merasakan sendiri, betapa jelas dan jernihnya suara orang-orang yang ditemui pada saat pencarian. Itu artinya, orang-orang tersebut cuma pemain bayaran yang disuruh akting (dengan ekspresi seolah-olah kaget atau heran pada saat tim Termehek-Mehek mendatangi rumah mereka). Dan para pemain bayaran tersebut sebelumnya sudah dipasangi mikrofon pada bagian tubuh tertentunya, agar ketika ia berkomunikasi terdengar lebih jelas.

adegan termehek-mehek

salah satu adegan dalam termehek-mehek

(2) Ekspresi kedua pembawa acara setiap terjadi pertengkaran antara klien dan pihak yang ditemui.

Coba perhatikan dengan seksama ekspresi wajah kedua host (Mandala dan Panda) setiap kali terjadi keributan atau ketika mengalami tanggapan yang kurang enak dari target. Ekspresi wajah mereka terkesan kurang natural (kelihatan cuma akting atau dibuat-buat). Dan hampir terlihat selalu monoton.

panda termehek-mehek
Panda, salah satu pembawa acara termehek-mehek

(3) Tingkah laku klien dan pihak yang ditemui setiap kali bertemu.

Di setiap episode Termehek-Mehek, setiap klien bertemu dengan pihak yang diperkirakan mengetahui informasi mengenai keberadaan target, pasti selalu terlihat berlebihan dan terkesan sengaja untuk membuat suatu insiden yang memancing kemarahan klien atau keributan/pertengkaran. Awalnya saya mengira itu real (bukan rekayasa). Tapi lama-lama saya akhirnya mencium gelagat rekayasa di balik semua adegan pertengkaran dan keributan.

Kelihatan sengaja dibuat-buat demi menambah seru acara ini. Padahal, semua pihak yang terlibat adalah pemain bayaran. Ya… Artinya… Apa yang tersaji di acara ini hanyalah akting belaka. Merasa tertipu?

(4) Terlalu banyak adegan seru yang berlebihan, kurang masuk akal, dan hampir sama di setiap episode.

Maksud sutradara atau produser acara ini mungkin ingin menambah nilai jual acara ini di mata pemirsa, sehingga menjadi sebuah tayangan menarik yang sayang untuk dilewatkan. Namun lama-lama saya lihat adegan keributan yang ada terkesan sudah tidak natural lagi. Umumnya terlalu mengada-ada.

Parahnya, tipe adegan seru tersebut hampir selalu sama di setiap episode. Yang beda cuma pemain yang disuruh berakting. Apa tim kreatif acara ini sudah mulai kehilangan kreativitas?

(5) Pada akhir salah satu episode, ditampilkan cuplikan-cuplikan adegan yang ternyata cuma akting.

Nah, poin inilah yang semakin menambah keyakinan saya bahwa acara ini cuma rekayasa belaka. Pada akhir salah satu episode, terlihat Mandala, Panda, klien, dan beberapa pihak yang terlibat tersenyum usai mempraktekkan adegan tertentu yang harus di-cut atau diulang. Nah, ketauan deh kalo cuma akting doang

Sebenarnya masih ada beberapa hal lagi yang bisa menjadi indikator kebohongan acara ini. Belakangan, acara ini malah diberi label sebagai “drama reality show”. Tampaknya penambahan kata “drama” adalah sebagai salah satu upaya produser acara ini untuk mengelak dari tuduhan pembohongan publik.

Kesimpulannya, Termehek-Mehek tidak layak digolongkan sebagai acara berjenis reality show. Wong isi acaranya cuma berupa reka ulang atau bahkan sudah diskenariokan jalan ceritanya (bukan berdasarkan kisah nyata lagi). Bukankah acara ini punya sutradara dan tim kreatif yang tugasnya memang membuat dan mengatur skenario cerita? Termasuk mengarahkan akting para pemain bayaran yang terlibat di dalamnya?

Toh, nilai jual acara ini sebenarnya cuma terletak pada adegan-adegan seru dan menegangkan yang sengaja direkayasa sedemikian rupa. Biasalah, masih banyak penonton yang suka dengan adegan-adegan atau video-video menegangkan yang seolah-olah nyata. Termasuk adegan-adegan haru-biru..hehehe

Pada akhirnya, pembohongan publik pun bisa menjadi kabur ketika banyak penonton malah merasa terhibur ketika menonton acara ini. Namun ketika acara seperti ini sudah mulai menjamur, lambat laun penonton pun pasti akan jenuh sendiri pada akhirnya. Kita lihat saja sampai kapan Termehek-Mehek akan tetap bertahan.

BACA JUGA ULASAN BERIKUT INI :


MEMBONGKAR RAHASIA REALITY SHOW TV serta TIPS MEMBEDAKAN MANA YG BOHONG DAN BENER !


(gambar cuplikan adegan diperoleh dari blog http://anggavantyo.wordpress.com/2008/12/27/termewek-mewek/)


81 comments:

  • yah.. nmnya juga relity yang dibuat2 saja bnyak kan acara ky gitu..

    16 June, 2009 16:17

  • sejak awal munculnya acara ini, salah seorang tman blogger pernah posting tentang kebohongan ini.

    dia pernah ketemu kakak temannya yang menjadi kru di acara ini. dan kakak temannya tersebut dengan enteng menjawab "ya iyalah itu cuma skenario saja"

    16 June, 2009 16:26

  • Kalo berbicara Acara Realty Show di TV menurut pendapat saya tidak ada yang benar-benar real kecuali peristiwa-peristiwa yang disajikan dalam berita, film dokumenter dan acara Flora dan fauna. Acara selain ketiga program yang saya sebut tadi mungkin (karena saya bukan orang TV) adalah hasil rekaan karena tentu saja ada misi dan target-target tertentu yang Ingin di capai. Oleh sebab itulah saya sangat jarang menonton acara seperti itu karena saya lebih suka nongkrong di depan TV menonton berita dan acara-acara yang berbau IPTEK. Bukannya saya sok intelektual he he he...tetapi karena acara-acara itulah yang menurut saya yang paling real. Tetapi kalo pengamat seperti mas Iskandaria harus nonton semuanya...Tul gak?

    16 June, 2009 16:33

  • mungkin lebih tepatnya acara seperti ini diberi judul "based on true story". hehe

    16 June, 2009 16:59

  • @ manusiahero >>> kebanyakan reality-show emang rekayasa bro.

    @ IHSAN >>> tuh kan, saya dapet satu fakta lagi soal kebohongan acara ini. Thx mas buat share-nya. Yang punya acara ini gak bisa lagi ngelak kalo gitu :)

    @ Mas Lalu >>> ada benarnya pendapat mas tersebut. Tidak ada yang benar-benar bisa dipercaya dari acara yang sering disebut sebagai reality show. Kebanyakan terlalu didramatisir untuk menambah nilai jual (value-nya). Yang 100 % real mungkin emang cuma berita dan film dokumenter. Setuju banget deh. Saya sih emang wajib nonton berbagai jenis acara. SElain karena saya suka mengamati, juga untuk lebih menambah bobot tulisan saya di blog ini...hehehe

    16 June, 2009 17:04

  • @ Mas stein >>> setuju abiz mas!

    16 June, 2009 17:06

  • hahaha ... dari semua acara reality show rasanya tidak ada yang tidak direkayasa ... tidak mudah untuk membuat suatu acara reality show tanpa menggunakan skrip dan storyboard ... bagaiman kalau dalam pembuatannya ada kendala? ...
    kecuali untuk beberapa acara reality show live ... siaran langsung adalah senjata ampuh untuk menyatakan bahwa itu adalah acara sebenarnya bukan rekayasa ...

    dari dahulu acara begini membuat saya tersenyum ... terkadang tokoh yang ada muncul di acara lain atau televisi lain ... apalagi soal mikropon itu ...
    kalau setiap mau ada adegan, pastilah ada jedah sedikit sepertinya menunggu aba-aba ... orang sekitar seperti tidak ada yang peduli ...

    kalau dilihat dari sisi ceritanya saya setuju banget dengan pendapat mas Stein ...

    16 June, 2009 22:47

  • sejak awal muncul dan akhirnya populer
    saya sudah tahu jika acara ini adalah reality show
    :)

    17 June, 2009 00:00

  • Hmmm ulasan komplit...

    Begitukah???...kebetulan aku juga suka ni acara...kadang sampai mengharu biru gitu....

    Klo kyk acara CURHAT BARENG ANJAS di TPI itu...drama juga is...???? Kan lebih seru lagi tu maen acak2 rambut and bogem2an segala khan...?!

    Klo gitu, aku nggak minat lagi akh nontonnya!

    17 June, 2009 01:11

  • numpang ngasih tanggepan ni gan.
    kalo di bilang rekayasa kayaknya emang pasti deh. soalnya acaranya bakal terlalu liar kalo dibiarin tanpa kerangka. kayaknya yang dimaksud reality show itu cerita yang di pack dalam suatu acara tv. jadi gak bisa juga disebut 'kebohongan'
    dan tekhnik yang juragan sebut,nyelipin mic di pakean pemainnya. ya itu juga pasti gan. bakal sangat rancu kalo masuk tv tapi audionya gak jelas. sekalipun gak diselipin mic,pasti mereka edit dulu sebelum ditayangin!
    kalo maksud posting juragan ini acara termehek2 tidak sesuai dengan tagline "reality show" yah wajar aja gan. karna emang gak ada acara yang 100% reality yang dishowkan! kebayang donk jadinya? saya pernah bikin video dokumenter aja dikerecokin tukang ojek,apa lagi kalo didesa2 gitu yah?
    dan kayaknya ada typing erorr gan,di atas tulisannya 3 indikator,pas baca ada 5 point. :D
    cuman pendapat loh! (kop panjang y?)

    17 June, 2009 13:15

  • @ Rommm30 >>> iya mas, baru nyadar sekarang :) Padahal dulu sempet dikasih tau kalo acara ini ada audisi untuk para pemainnya. Tapi waktu itu saya masih nggak yakin kalo acara ini cuma rekayasa. Nah, sekarang baru 100 persen yakin..hehe

    @ nomercy >>> setuju banget mas dengan pendapatnya. Semuanya sudah melalui tahap/proses editing. Bahkan terlalu banyak adegan yang didramatisir sedemikian rupa yach. Dan kalo menurut saya, pemberian label LIVE pada acara tertentu pun bisa diragukan. Bisa jadi itu cuma trik untuk meyakinkan penonton, bahwa acara tersebut benar-benar real tanpa rekayasa atau proses editing :)

    @ Rusa Bawean >>> maksudnya sudah tau kalo acara ini cuma rekayasa kali yach :)

    @ ammadis >>> kita sama mas, sama-sama sempat merasa bahwa acara ini real dan bahkan saya dulu sangat menikmati dan menunggu-nunggu acara ini ditayangkan. Tapi setelah banyak yang bilang cuma rekayasa, pelan-pelan saya mulai nggak suka lagi pas menontonnya. Dan sekarang cuma nonton sekedar nonton (tanpa senikmat dulu lagi pas belum tau kebohongannya).
    Kalo acara CURHAT BARENG ANJAS, saya kurang tau ya, abisnya gak pernah nonton sih. Kayaknya itu real dan cuma buat lucu-lucuan kali yach.

    17 June, 2009 13:15

  • @ febri >>> maksud dari 'kebohongan' pada acara ini yaitu karena ia seolah-olah dikesankan sebagai sesuatu yang murni tanpa rekayasa (spontan). Tapi ternyata kan cuma AKTING? itu maksud pembohongan publiknya. Masalah pake editing dan mikropon, saya setuju itu demi jelasnya suara dan kerapian tayangan. Namun saya menyayangkan kalau acara ini masih berlabel reality-show. Coba kalo dikasih label "reka ulang berdasarkan kisah nyata". Itu masih jauh lebih baik ketimbang seolah-olah mengesankan bahwa ini nyata (tanpa akting). Walaupun mungkin saja ceritanya bukan berdasarkan kisah nyata, alias sudah dibikin skenarionya.

    Thx buat pendapatnya. Saya setuju kok.

    17 June, 2009 13:20

  • This comment has been removed by a blog administrator.

    This comment has been removed by a blog administrator.
  • hampir ga pernah liat, jelas2 rekayasa, mosok intel polisi kalah sama kru2nya termlekrek-mlekrek

    17 June, 2009 16:55

  • wah berarti emang rekaan ya. terus kek acara minta tolong, bedah rumah, tukar nasib dan sebagainya tuh rekaan juga engga ya?

    17 June, 2009 17:06

  • Pokoknya, saya nggak mau jadi bintang di Termehek-mehek! Nanti saya dijambak, disuruh cakar-cakaran, sambil pake mic kecil di kerah baju saya..!

    17 June, 2009 20:46

  • @ Eros >>> kalo acara2 itu menurut saya lebih banyak unsur real-nya mas ketimbang Termehek-Mehek ini.

    @ Vicky Laurentina >>> nah loh.. Bener khan ternyata :)

    18 June, 2009 12:05

  • hahaha dari awal2 episode siaran ini dan siaran2 sejenis sih udah keliatan banget rekayasanya..
    tapi aneh.. kok msh banyak yg percaya.

    salam kenal boss..
    happy blogging

    18 June, 2009 16:48

  • wah seru juga ne article..kalo mank bener its real pembohongan publik..berkunjung..link exchange yukkk..

    18 June, 2009 16:50

  • wah baru tahu saya,padahal sering nonton

    19 June, 2009 14:52

  • @ Fandhie >>> mungkin karena belum nyadar aja kali mas..hehe

    @ imuzcorner >>> boleh kalo mau tukeran link. Ntar deh saya simpen link blog mas di menu blog favorit.

    19 June, 2009 15:07

  • Kalau acara seperti ini yang jadi korban biasanya kaum ibu2 dan remaja putri nih..
    Waduh2, sama saja pembodohan publik nih..

    Mudah2an Indonesia bisa menampilkan lebih banyak acara yang lebih berbobot seperti Kick Andy, dan Golden Ways..
    Hehehe


    Salam Syyuuuperr mas Iskandar!!!

    19 June, 2009 15:27

  • Mungkin perlu dikasih lebel, dont try this at home he..he.he..

    20 June, 2009 19:31

  • Saya ndak pernah nonton Termehek-mehek lho, Om.
    Pengen tau, tapi selalu aja lupa.
    Mending nonton Boys Before Flowers aja deh.. Loh? *Ngga nyambung yahh.

    :D

    20 June, 2009 19:40

  • Weh..saya pernah comment di sini lho, kok ngga masuk yah? :???:

    21 June, 2009 05:37

  • @ Stop DReaming Start Action >>> bener mas. Yang paling banyak suka acara ini emang ibu-ibu dan remaja putri, yang lebih dominan unsur emosionalnya ketimbang rasionalnya :) Tapi saya juga sempet ketipu khan? hehehe. Harapan saya juga begitu mas. Makasih buat komentarnya.

    @ ariosaja >>> boleh juga tuh dikasih label seperti itu...hihihi (kreatif juga kalo gitu).

    @ Hellda remaja >>> kayaknya mending nonton itu deh Hell. Tapi kalo penasaran, coba aja sekali-sekali tonton ini, kali-kali aja jadi suka...hehehe

    @ habibie reza >>> wah, kayaknya lagi error kali ya mas. Saya malah gak pernah baca komentar mas habibie di postingan ini. Jadi bukan karena saya hapus atau sentimen yach...hehehe (form komentar blogspot kadang emang suka error mas, jadi mohon dimaklumi). Saya juga pernah satu kali ngalamin pas ngasih komen ke blogguebo. Kirain saya dihapus oleh mas medhy pemiliknya. Tapi ternyata setelah dikonfirm ke dia, katanya dia nggak pernah ngapus tuh. Jadi ilang sendiri :)

    21 June, 2009 14:38

  • Tapi emang aneh juga mas, kalo itu emang reality. Kok tokoh2nya rela aja disaksiin seluruh Idonesia, padahal gak jarang kisahnya mengandung aib.
    ceritanya mungkin...mungkin loh real.
    tapi tokoh dalam tayangannya, memang terlihat cuma di real realin he he he :D

    23 June, 2009 08:15

  • aku juga kecewa,awalnya aku suka banget karna ktanya REALLITY SHOW,ternyata semua itu hanya kebohongan keji,hehe

    24 June, 2009 15:38

  • namanya reality show ...
    tapi saya masih senang melihatnya ..
    banyak perlajaran yang bisa di ambiL .. :D

    25 June, 2009 15:11

  • hanya 2 kata:REALITY DRAMA

    sperti orang k3 jga drama doang

    29 June, 2009 18:38

  • saya dan istri juga sudah mulai melihat rekayasa tersebut. jadi gak seru lagi. skrg istri saya malah jarang nonton termehek-mehek lagi. bosan katanya :D

    05 July, 2009 08:59

  • @ gunawan >>> saya juga udah jarang nonton mas. Udah gak seseru dulu lagi pas belum tau kalo itu cuma rekayasa. Tapi ibu dan kakak ipar saya masih suka tuh :)

    05 July, 2009 10:48

  • Jujur, aku udah nyadarin ini sejak lama atas adegan - adegan yg ga masuk akal.
    Yang lebih parah lagi, orang yg ngga ketemu selama bertahun - tahun kok bisa ketemu dalam beberapa hari aja dengan termehek mehek??

    05 July, 2009 11:20

  • @ Dinda Watson >>> bener kan.. Iya tuh, hebat banget ya tim Termehek-Mehek kalo gitu. Kayak detektif dan intel hebat deh. Polisi aja mungkin kalah kalo gitu :)

    05 July, 2009 11:37

  • Yang demen termehek-mehek goblok...... demen digoblokin.....

    07 July, 2009 09:13

  • reality show indonesia memang ga ada yang real mas, the master tidak terkecuali. kalo take me out ga tau bner pa kaga, soalnya kebetulan dosen kakak saya juga peserta tuh. katanya emank lagi nyari jodoh

    11 July, 2009 21:41

  • @ Ferry Prima >>> yang benar mungkin ga ada yang 100% real. Bukan berarti semuanya gak real sih. Tapi kebanyakan udah dibumbui dengan skenario. Kalo Take Me Out menurut pengamatan saya sementara ini real kok. Buktinya tuh pada episode jumat 10 juli 2009 kemaren. Sampe nangis segala pas ketemu kedua ortunya. Itu jelas-jelas sangat alami (bukan akting). Kalo The Master kemasannya saja yang sudah diupayakan se-entertaining mungkin. Tapi adegan permainannya real kok.

    13 July, 2009 14:49

  • daripada nontontermehek-mehek bkn emosi mendingan nonton acaradengarlah aku d trans 7 yg top markotop dan sip markusip krn bnr2 asli & mempunyai nilai kemanusiaan&keagamaan yng ok.cos membuat kita org2 yg gak bersyukur jd bersyukur atas karunia yg diberikan oleh allah

    22 November, 2009 19:30

  • konsumsi yang lahap disantap oleh rakyat negara ketiga: reality show bo'ongan, hantu2an yang menjijikkan dan perburuannya :P

    05 January, 2010 06:01

  • dari dulu saya sudah nggak yakin itu adegan beneran.. apalagi sekarang tambah banyak acara seperti itu..

    05 January, 2010 11:49

  • Sempet ga percaya juga sih sama ini acara?? ternyata gitu ya ceritanya. hwwm..

    05 January, 2010 12:13

  • setuju, tapi kok saya tetap suka nonton ya? salam kenal

    05 January, 2010 21:06

  • kalo saya mah,baik ngenet aja dari pada nonton termehek-mehek

    05 January, 2010 21:08

  • gara-gara acara ini saya pernah berantem dgn istri plus anak-anak ( dikeroyok ). saya sudah tahu kalo sebagian isi acara ini rekayasa tapi istri dan anak-anak tetap ngeyel kalo smua benar-benar trjadi...

    10 January, 2010 02:39

  • @ murjani :
    Wow, ternyata sampe segitu ya pengaruhnya mas. Di rumah saya hampir begitu juga. Ibu dan Kaka Ipar saya ngotot nonton ini, sedangkan saya udah males banget karena jadi nggak seru lagi karena ketauan bo'ongnya :)

    10 January, 2010 19:16

  • lebih baik nonton termehek2 dari pada nonton sinetron yang bikin sakit mata dan bikin jiwa terganggu hahah

    27 March, 2010 21:12

  • Sebenarnya kalau di buat untuk pembelajaran (introspeksi diri) tentang kehidupan ini bagus.
    tetapi kalau tayangannya bo'ong jadi ngeliatnya jadi gak ngeh.

    28 March, 2010 19:10

  • sebenar'y see..bsa d bdakan dg qta mlihat judul'y
    kLO reality show bsa d bilang itu beneran/real,sedangkan klo da tambahan "drama"reality show berarti tu bohong....
    nama'y jg drama otomatis udh da sekenario'y............

    slma nee termehek-mehek udh berbohong bsar kpd publik...dan publik psty sangat..sangatt,...kecewa krn kebnykan orang''pd ska skli nnton trans tv,krn tyangan'y yg sllu bagus2...@@^^...

    16 April, 2010 19:00

  • wah...ternyata gitu zaw?
    Qu juga pikir seperti itu pertama kali muncul,tapi melihat alur ceritanya bagus banget,Qu jadi jatuh hati banget ma tu reality show. Ku jadi kecewa banget ketika tahu bahwa tu rekayasa.

    11 May, 2010 14:50

  • aduuuuhhh cukup kecewa zg

    12 May, 2010 12:47

  • Perhatiin aja banyak tokoh2nya yang main juga di reality show lain. dulu suka banget sekarang udah lama gak nonton....soalnya sebel banget......

    05 June, 2010 20:19

  • saya udah yakin klo termehek-mehek itu ada unsur rekayasanya dari pertamakali acara itu dapat award. yaitu dari produsernya sendiri. helmi yahya. dia mengakui adanya rekayasa ketika dia di undang dalam acara Just Alvin di metro TV. dan juga saya pernah melihat orang yang menjadi klien di termehek-mehek, orang tersebut juga menjadi klien di TV lain (SCTV) di acara "reality show" yang lain. dengan artian ada orang yang sama yang menjadi klien di acara yang berbeda dengan cerita yang berbeda. tapi namanya juga Bisnis. hehe.....

    01 October, 2010 00:50

  • untungnya ane udah bosen ma acara ini. lbh pantes lagi bukan namanya reality show lagi nich

    13 October, 2010 14:24

  • awalnya saya tertarik nonton acara ini karena saya pikir acara ini benar2 nyata dan bisa membantu bagi orang2 yang bermasalah,oleh karena itu saya ingin mengikuti acara ini buat sodara saya yang ingin mencari ayah kandungnya yang sudah lama pergi, akan tetapi saya kaget setelah membaca comment2 dari teman2 saya. saya merasa sedih

    03 November, 2010 15:29

  • Entertainment sekarang memang begitu kan, lebih ke profitnya dari pada nilai estetikanya,,,

    01 March, 2011 10:41

  • sejak awal acara ini muncul saya memang sudah menduga kl acara ini hanya rekayasa belaka .itu dapat dilihat dari mudahnya tim termehek mehek menemukan alamat seseorang target hanya dgn informasi yg minim dan harusnya jika dlm keadaan yg nyata sangat sulik dilakukan apalagi area pencarian'y sampe di luar jakarta bahkan di luar pulau jawa ..Sangat disayangkan memang acara di televisi dlm genre realiti show ternyata hanya rekayasa semata yg nantinya hanya menguntungkan pihak tertentu saja. Yah drpd nonton acara yg cm rekayasa mending brkunjung ke blog saya gan ,asli tanpa rekayasa cara menyembuhkan berbagai penyakit dgn obat herbal ,hehe :D

    10 April, 2011 12:27

  • ya jlas cma rekayasa...mana ada yang mau aib keluarganya di sebarkan di televisi

    27 April, 2011 10:45

  • uda kliatan dr dulu jg klo tu tr'mehek2 emang prog rekayasa... sinetron indonesia msi jauh lbih baik, seenggaknya mreka ga ngebohongin msyarakat, trlepas ane sbenernya ga prnah nonton sinetron c sbenernya, hehee...

    05 July, 2011 03:51

  • Yang penting tuh seru cui ! mana duli nyata ato dibuat" ? Yang penting bisa menghibur .. Apa fungsi dari show di tv ? Menghibur orang stress cui !

    17 December, 2011 23:59

  • dari awal juga saya udah ngira acara ini adalah bohong....

    02 January, 2012 16:14

  • tapi kenapa sampai saat ini tayangan tersebut masih ajj tetep nongol...

    02 January, 2012 16:14

  • ngapain sih di ributin, klo suka ya di tonton klo ga suka ya ga usah nonton... apapun yg kita liat ambil positifnya ajja... gtu ja koq ribut

    16 January, 2012 14:09

  • Tonton sajalah, bagian dari ruwetnya negara. nonton berita juga adanya pejabat publik yang memperkaya diri

    22 January, 2012 21:31

  • itu memang cuma adegan, pernah kok nyampe kampung gue

    12 April, 2012 09:17

  • aku emang kurang suka ma acara ini. jadi hampir gak pernah nonton. lebih suka yg nilai kehidupan. meskipun akting, tp bisa ngasih kita banyak pelajaran ttg hidup. moga2 kedepannya trans tv acaranya lebih bagus lg.

    19 April, 2012 11:50

  • aduh. itu bohongan ya. tapi eyang suka tuh. sekali sekali dibohongi kan tidak apa apa. kan hanya buat hiburan,tidak usah dimasukkan hati, apalagi dipikir terus sampai termehek mehek. he he he

    13 May, 2012 19:14

  • aku mah percaya 2 aja ,dan kayak y kenyataan banget

    17 June, 2012 23:54

  • Aku sih gak terlalu memperhatikan, jadi sekarang tau termehek-mehek itu hanya rekayasa.

    03 October, 2012 10:49

  • Yaaaa.....nama nya jg cerita yang di ulang.....!!! Yang percy itu beneran.....berarti bodoh orang nya.....gitu aja kok repot.....!!!!

    17 October, 2012 15:17

  • profit, why double pay existence ?
    service e service a hospital

    30 October, 2012 03:15

  • profit, why double pay existence ?
    service e service a hospital

    30 October, 2012 03:16

  • Lihat aja super trap, hari gini ga bawa HAPE? Begitu ada jebakan yang kena/kecebur air tidak ada satupun yang ngeluh HAPEnya terendam air! Suoer ngibul

    21 December, 2012 20:08

  • Gitu ajah kok repot tinggal nikmatin dari pada
    Nonton sinetron kbnyakn jdi pda ngayal pda ikutan sampai2 pikiran ikut trgnggu mndingn nnton yg kya realigi trmehek2 atau yg lainnya dri pda yg cinta2n sinetron gk baik untuk remaja tau anak2 hehe:-)

    31 December, 2012 14:48

  • etuju
    awalnya suka nonton termehek-mehek
    tapi lama kelamaan kok ada yang ganjil
    abis itu udah deh langsung saya cap sendiri klo termehek2 adalah acara yang sudah di setting sebelumnya, hehe

    27 January, 2013 05:25

  • kalo take me out juga boongan tuh. katanya setiap muncul per episode dibayar 500rb ckckck

    21 February, 2013 21:22

  • SYA JUGA SETUJU BAHWA ACARA REALITY ITU HANYA SKENARIO DRI SUTRADARA&TEAM KREATIF LAINNY....DRI SEMUA EPISODE NYARIS SAMA SEMUA,ITU BUKAN TONTONAN YNG MENDIDIK BUAT MASYARAKAT...

    09 June, 2013 21:47

  • Semua acara ditelevisi penuh rekayasa,mending klow rekayasany itu mendidik,yg ada malah mengajarkan keburukan...contohnya orng bertengkar dg bahasa yg kasar dan jorok,itukan malh mengajarkan hal negatif,seperti take me out juga itu gk mendidik bgt,itu mengajar seolah2 bagi setiap wanita itu matre alias gila harta...mereka selalu mencari cowok2 kaya raya...gak bgt deh seperti,trs hampir setiap episode monoton,gk ad perubahan...ini buat koreksi aja...supaya tayangan di indonesia ini sedikit berbobot dan bermutu tinggi...

    09 June, 2013 21:53

  • Post a Comment

    Silakan tulis komentar sesuai pendapat pribadi kamu

    Back to Top
     

    kafe28 Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template | Top