Atas desakan adik saya yang ngebet banget pengen nonton film semi animasi ini, akhirnya kami pun menyempatkan diri menontonnya di Studio 1 bioskop Ayani 21 Mega Mall Pontianak (Rabu, 15 Juli 2009 pukul 15.00 – 17.20 Wib kemarin). Sebenarnya hati kecil saya lebih memilih film The Tarix Jabrix 2 sebagai tontonan. Namun demi adik, akhirnya saya pun mengalah.
Toh, sebenarnya saya pun cukup penasaran dengan film animasi robot ini. Soalnya dari beberapa review, sepertinya film Transformer 2 ini dinilai sangat bagus. Benarkah demikian kenyataannya?
Kalau dinilai dari sisi teknologi animasi yang disuguhkan, film ini memang luar biasa. Semua adegan seru dan menegangkan terasa sangat hidup. Begitu pula visualisasi wujud robot-robot Transformer yang dipadukan dengan akting dan setting real dari kehidupan nyata manusia di bumi ini. Termasuk proses transformasi (perubahan bentuk fisik) robot-robot Transformer menjadi bentuk lain. Atau sebaliknya, dari wujud lain menjadi robot.
Tapi bagaimana dengan ceritanya? Bagaimana pula dengan bangunan alur dan teknik perangkaian dalam proses penceritaan? Nah, ini dia yang saya rasakan agak kedodoran. Mungkin poin ini sudah menjadi resiko atau bahkan kelemahan yang sulit sekali dihindari oleh para pembuat film yang lebih mengutamakan visualisasi teknologi animasi dan special effect sebagai jualannya.Saking lebih menonjolkan adegan-adegan seru nan fantastis dari atraksi robot transformer, cerita yang ditampilkan jadi terasa kurang tajam (kalau tidak mau dibilang tidak jelas).
Banyak scene atau adegan yang mungkin terasa rada ngawur (kurang memperkuat cerita). Sang pembuat skenario dan perancang teknis visualisasinya mungkin lupa, bahwa unsur logis harus tetap diperhatikan ketika mengemas film bertema teknologi sekalipun. Pengertian “logis” di sini bukan brarti harus masuk akal seperti yang kita pahami selama ini.

Kelogisan dalam alur skenario cerita di film ialah ketika ada keterkaitan yang sangat erat dan padu antara satu adegan dengan adegan lainnya (dari mulai opening hingga ending).
Nah, di film Transformer 2 ini, saya kurang merasakan hal tersebut. Sang pembuat film ini sepertinya lebih bernafsu untuk memuaskan mata penonton lewat sajian-sajian visual yang mungkin terlihat “wow”.
Tapi sayang, rata-rata terlalu cepat timingnya. Harusnya adegan-adegan yang mengandung moment magic bisa digarap dan divisualkan secara lebih detail, perlahan, dan jelas.
Efek sampingnya, bangunan skenario cerita masih terasa sangat lemah menurut saya. Bahkan untuk poin ini, cerita di film Terminator Salvation buat saya masih lebih baik (lebih tajam dan lebih kuat).
Ada selipan adegan hot
Untung saja di film Transformer 2 ini diselipkan beberapa adegan hot (seperti ciuman panas di bibir, cewek seksi yang duduk dengan pose merangsang di atas motor, body language cewek penggoda yang menggairahkan, dan yang paling hot yaitu adegan ranjang sambil ciuman bibir yang memperlihatkan (maaf) bokong si cewek yang menggunakan celdam mini). Itu tuh, adegan ketika si cewek menindih tubuh si cowok dan lalu bagian roknya tersingkap, sehingga nampaklah sembulan bokong indahnya…
(dasar *otak mesum*)
Namun adegan hot menjurus porno tersebut ternyata diikuti dengan keluarnya ekor panjang dari bokong si cewek, yang ternyata adalah jelmaan alien. Nah, baru tau kan kenapa adegan tersebut nggak disensor?
Kesimpulan
So, bagi yang belum nonton dan penasaran dengan kualitas teknologi animasi dan special effect kelas atas seperti apa yang dipergunakan, film ini sangat layak tonton alias recommended. Tapi seperti yang saya katakan sebelumnya, cerita film ini masih rada ngawur dan kurang jelas. Bahkan jujur saja, saya masih merasa film ini agak membosankan di beberapa bagian alurnya. Tidak seperti ketika saya menonton Terminator Salvation, yang terasa begitu cepat alurnya dan sangat kuat ceritanya, sehingga waktu berjalan tidak terasa. Tau-tau sudah selesai.
Kalau Transformer 2? Saya kok merasa agak lama ya menunggu film ini habis durasinya. Tampilan adegan serunya juga masih kurang variatif menurut saya. Terlalu banyak mengulang tipe adegan yang serupa. Untung saja ada beberapa adegan hot dan cewek seksi sebagai selingan… ![]()
Foto Kucing Berkepala Tikus
2 months ago


27
comments:



Transformer I aja belum nonton, kok sudah ada II ya...
Wah, keputusan menuruti keinginan adik sudah sangat tepat. Mendingan Transformers 2 ke mana-mana daripda The Tarix Jabrix 2, deh....
hahaha
mesum banget ya otak kamu itu...
:)
wakh keren nih....jadi pengen nonton aku...thanks for info mupienya
tp keren kok film ini, mudah2 an yg ketiga lebih OK lg ya :)
jadi pengen liat... udah ada belom ya di IDWS ???
wah saya belum nonton film ini mas rencana beli cd bajakannya aja deh wkwkwkw
saya suka...
tapi ...
gak ada tapinya, hehe
wah... kayaknya segera nyari versi bajakannya nih... he....
mas linknnya udah saya pasang di blog saya link saya balik nya ma kasi mas
film2 begini butuh animator2 handal sobat..Indonesia dah punya belum ya
wah sayang banget kalo gtu yach ...
hihih kern kan filmya apalagi ada megan fox....
wah itu sih tergantung slera masing2..
kalo saya sih santai2 aja nikmati filmnya..
keren abis...
Mungkin kita sependapat. menurut saya visualisasi sangat di tonjolkan, cuma alur ceritanya gak jelas, dan durasinya terlalu panjang. jadi bosan nontonnya. Masih lebih bagus Transformer 1 dari pada yang kedua ini.
@ deka >>> ternyata ada juga yang sependapat dengan saya akhirnya. Betul yach. Tapi kalo seri 1 saya malah cuma nonton dikit aja lewat VCD. Makasih.
Yah memang begitulah. Sayangnya penikmat film rata2 masih sampe ke tahap terperangah lihat animasi2 robot2 itu doang. Dan memang itu yang di jual. hehe, menurut saya sih.
@ Uchan >>> bener kata kamu. Saking keasyikan dengan visualisasi, mereka jadi kurang kritis dalam menilai cerita dan alurnya yach ^_^
sedikit kritik untuk kritikus film kita.... ada baiknya kalo bikin kritik film tidak sekedar menghakimi tapi juga memberikan alasannya.
ada banyak hal di tulisan ini yang sekedar menghakimi tapi tak beralasan.
contohnya "cerita yang ditampilkan jadi terasa kurang tajam (kalau tidak mau dibilang tidak jelas)", dan ini lagi "Banyak scene atau adegan yang mungkin terasa rada ngawur (kurang memperkuat cerita)".
mestinya Anda harus tunjukkan mana yang kurang tajam dan mana yang ngawur. Sehingga tulisan Anda jadi tajam dan tidak ngawur!
overall, saya sangat menikmati blog ini. keep on writing n blogging.
@ arifin >>> wah, masukan yang sangat tajam nih mas. Kenapa saya "terkesan" sekedar menghakimi tanpa menunjukkan dasarnya? Alasan utama saya karena lebih ingin memperpendek ulasan/review ini. Alasan lain, saya agak kesulitan menterjemahkan adegan-adegan ngawur yang saya lihat ke dalam bentuk tulisan. Kenapa bisa begitu? Sebab adegan ngawurnya sudah terlalu banyak.
Oya, maksud dari cerita yang kurang tajam begini : ceritanya terkesan kurang fokus dan sekedar mengumbar adegan-adegan fantastis (tanpa konsep skenario yang kuat).
Ah, bicara review film sebenarnya banyak hal yang agak abstrak dan sulit saya gambarkan ke dalam kata-kata atau kalimat. Mungkin karena kosakata dan kemampuan menulis saya yang masih kurang.
Tapi kalau anda seorang penikmat film yang kritis, saya rasa anda paham maksud dari "cerita yang kurang tajam" dan "adegan ngawur". Terlebih jika anda sudah nonton film ini :D
Cerita kurang tajam itu secara general/umum. Jadi tidak bisa disebutkan mana-mana yang kurang tajam (wong itu secara keseluruhan kok).
Sebenarnya kritikan saya pada review di atas bukan tanpa alasan, tapi mungkin karena saya lebih memfokuskan pada penyampaian kekurangan secara umum/general saja (tanpa menceritakan adegan mana yang saya maksudkan).
Toh, apa pun itu, trims buat sarannya. Maklum, saya kalo nulis review film asing agak sulit menjabarkan adegan-adegannya. Lain soal kalo film Indonesia, dimana saya selalu berusaha sedetail mungkin dalam menyampaikan review. Terutama menyebutkan/menunjukkan contoh adegan yang saya maksudkan.
smga di TRANSFORSMERS III LBH OK...
Saya rasa Transformer 2 memang tidak sebaik Transformer 1.
i like transformer..
tarix jabrix 2.. hufftt
payah...
transformer..??
aku suka itu..ntar klo ada waktu cari dvdnya...
tapiii..seruh..mana 1 atau 2...???
Lanjuttt,,,!!
tapi menurutku film ini bagus kok gan???
tapi pendapat masing-masing orang kan beda gan
transformer itu animasi picisan, tidak memperhitungkan hukum fisika, bagaimana bisa robot dengan bobot sebesar itu hanya menggunakan 2 kaki? untuk apa? dari ukurannya yang lebih besar dari main battle tank (rata rata 60 ton) hanya berpijak pada dua kaki? apa lagi pada saat berlari, kecuali permukaannya karang, semua jalan dan beton akan hancur apalagi di gurun pasir pasti amblas
Tapi Grafick nya lebih bagus dari Animasi Indonesia yang pernah tayang di TV..
wakakka