16 July 2009

16 July 2009

TRANSFORMER 2 : Animasi Luar Biasa, Cerita? Kedodoran!

poster transformer 2Atas desakan adik saya yang ngebet banget pengen nonton film semi animasi ini, akhirnya kami pun menyempatkan diri menontonnya di Studio 1 bioskop Ayani 21 Mega Mall Pontianak (Rabu, 15 Juli 2009 pukul 15.00 – 17.20 Wib kemarin). Sebenarnya hati kecil saya lebih memilih film The Tarix Jabrix 2 sebagai tontonan. Namun demi adik, akhirnya saya pun mengalah.

Toh, sebenarnya saya pun cukup penasaran dengan film animasi robot ini. Soalnya dari beberapa review, sepertinya film Transformer 2 ini dinilai sangat bagus. Benarkah demikian kenyataannya?

Kalau dinilai dari sisi teknologi animasi yang disuguhkan, film ini memang luar biasa. Semua adegan seru dan menegangkan terasa sangat hidup. Begitu pula visualisasi wujud robot-robot Transformer yang dipadukan dengan akting dan setting real dari kehidupan nyata manusia di bumi ini. Termasuk proses transformasi (perubahan bentuk fisik) robot-robot Transformer menjadi bentuk lain. Atau sebaliknya, dari wujud lain menjadi robot.

robot transformer
Tapi bagaimana dengan ceritanya? Bagaimana pula dengan bangunan alur dan teknik perangkaian dalam proses penceritaan? Nah, ini dia yang saya rasakan agak kedodoran. Mungkin poin ini sudah menjadi resiko atau bahkan kelemahan yang sulit sekali dihindari oleh para pembuat film yang lebih mengutamakan visualisasi teknologi animasi dan special effect sebagai jualannya.

Saking lebih menonjolkan adegan-adegan seru nan fantastis dari atraksi robot transformer, cerita yang ditampilkan jadi terasa kurang tajam (kalau tidak mau dibilang tidak jelas).

Banyak scene atau adegan yang mungkin terasa rada ngawur (kurang memperkuat cerita). Sang pembuat skenario dan perancang teknis visualisasinya mungkin lupa, bahwa unsur logis harus tetap diperhatikan ketika mengemas film bertema teknologi sekalipun. Pengertian “logis” di sini bukan brarti harus masuk akal seperti yang kita pahami selama ini.

robot transformers 2
Kelogisan dalam alur skenario cerita di film ialah ketika ada keterkaitan yang sangat erat dan padu antara satu adegan dengan adegan lainnya (dari mulai opening hingga ending).

Nah, di film Transformer 2 ini, saya kurang merasakan hal tersebut. Sang pembuat film ini sepertinya lebih bernafsu untuk memuaskan mata penonton lewat sajian-sajian visual yang mungkin terlihat “wow”.

Tapi sayang, rata-rata terlalu cepat timingnya. Harusnya adegan-adegan yang mengandung moment magic bisa digarap dan divisualkan secara lebih detail, perlahan, dan jelas.

Efek sampingnya, bangunan skenario cerita masih terasa sangat lemah menurut saya. Bahkan untuk poin ini, cerita di film Terminator Salvation buat saya masih lebih baik (lebih tajam dan lebih kuat).

Ada selipan adegan hot

Untung saja di film Transformer 2 ini diselipkan beberapa adegan hot (seperti ciuman panas di bibir, cewek seksi yang duduk dengan pose merangsang di atas motor, body language cewek penggoda yang menggairahkan, dan yang paling hot yaitu adegan ranjang sambil ciuman bibir yang memperlihatkan (maaf) bokong si cewek yang menggunakan celdam mini). Itu tuh, adegan ketika si cewek menindih tubuh si cowok dan lalu bagian roknya tersingkap, sehingga nampaklah sembulan bokong indahnya… (dasar *otak mesum*)

mikalea
Namun adegan hot menjurus porno tersebut ternyata diikuti dengan keluarnya ekor panjang dari bokong si cewek, yang ternyata adalah jelmaan alien. Nah, baru tau kan kenapa adegan tersebut nggak disensor?


Kesimpulan

So, bagi yang belum nonton dan penasaran dengan kualitas teknologi animasi dan special effect kelas atas seperti apa yang dipergunakan, film ini sangat layak tonton alias recommended. Tapi seperti yang saya katakan sebelumnya, cerita film ini masih rada ngawur dan kurang jelas. Bahkan jujur saja, saya masih merasa film ini agak membosankan di beberapa bagian alurnya. Tidak seperti ketika saya menonton Terminator Salvation, yang terasa begitu cepat alurnya dan sangat kuat ceritanya, sehingga waktu berjalan tidak terasa. Tau-tau sudah selesai.

Kalau Transformer 2? Saya kok merasa agak lama ya menunggu film ini habis durasinya. Tampilan adegan serunya juga masih kurang variatif menurut saya. Terlalu banyak mengulang tipe adegan yang serupa. Untung saja ada beberapa adegan hot dan cewek seksi sebagai selingan…

Dukungan kontes >>> apa sih asyiknya belajar seo?

28 comments:

  • Transformer I aja belum nonton, kok sudah ada II ya...

    16 July, 2009 19:26

  • Wah, keputusan menuruti keinginan adik sudah sangat tepat. Mendingan Transformers 2 ke mana-mana daripda The Tarix Jabrix 2, deh....

    16 July, 2009 20:39

  • hahaha
    mesum banget ya otak kamu itu...
    :)

    16 July, 2009 23:54

  • wakh keren nih....jadi pengen nonton aku...thanks for info mupienya

    17 July, 2009 02:40

  • tp keren kok film ini, mudah2 an yg ketiga lebih OK lg ya :)

    17 July, 2009 13:30

  • jadi pengen liat... udah ada belom ya di IDWS ???

    17 July, 2009 13:34

  • wah saya belum nonton film ini mas rencana beli cd bajakannya aja deh wkwkwkw

    17 July, 2009 16:16

  • saya suka...
    tapi ...
    gak ada tapinya, hehe

    17 July, 2009 18:21

  • wah... kayaknya segera nyari versi bajakannya nih... he....

    17 July, 2009 19:53

  • mas linknnya udah saya pasang di blog saya link saya balik nya ma kasi mas

    17 July, 2009 20:48

  • film2 begini butuh animator2 handal sobat..Indonesia dah punya belum ya

    17 July, 2009 21:20

  • wah sayang banget kalo gtu yach ...

    18 July, 2009 03:22

  • hihih kern kan filmya apalagi ada megan fox....

    18 July, 2009 07:40

  • wah itu sih tergantung slera masing2..
    kalo saya sih santai2 aja nikmati filmnya..
    keren abis...

    19 July, 2009 20:51

  • Mungkin kita sependapat. menurut saya visualisasi sangat di tonjolkan, cuma alur ceritanya gak jelas, dan durasinya terlalu panjang. jadi bosan nontonnya. Masih lebih bagus Transformer 1 dari pada yang kedua ini.

    21 July, 2009 16:27

  • @ deka >>> ternyata ada juga yang sependapat dengan saya akhirnya. Betul yach. Tapi kalo seri 1 saya malah cuma nonton dikit aja lewat VCD. Makasih.

    21 July, 2009 17:04

  • Yah memang begitulah. Sayangnya penikmat film rata2 masih sampe ke tahap terperangah lihat animasi2 robot2 itu doang. Dan memang itu yang di jual. hehe, menurut saya sih.

    29 July, 2009 18:09

  • @ Uchan >>> bener kata kamu. Saking keasyikan dengan visualisasi, mereka jadi kurang kritis dalam menilai cerita dan alurnya yach ^_^

    03 August, 2009 17:16

  • sedikit kritik untuk kritikus film kita.... ada baiknya kalo bikin kritik film tidak sekedar menghakimi tapi juga memberikan alasannya.

    ada banyak hal di tulisan ini yang sekedar menghakimi tapi tak beralasan.

    contohnya "cerita yang ditampilkan jadi terasa kurang tajam (kalau tidak mau dibilang tidak jelas)", dan ini lagi "Banyak scene atau adegan yang mungkin terasa rada ngawur (kurang memperkuat cerita)".

    mestinya Anda harus tunjukkan mana yang kurang tajam dan mana yang ngawur. Sehingga tulisan Anda jadi tajam dan tidak ngawur!

    overall, saya sangat menikmati blog ini. keep on writing n blogging.

    22 September, 2009 08:31

  • @ arifin >>> wah, masukan yang sangat tajam nih mas. Kenapa saya "terkesan" sekedar menghakimi tanpa menunjukkan dasarnya? Alasan utama saya karena lebih ingin memperpendek ulasan/review ini. Alasan lain, saya agak kesulitan menterjemahkan adegan-adegan ngawur yang saya lihat ke dalam bentuk tulisan. Kenapa bisa begitu? Sebab adegan ngawurnya sudah terlalu banyak.

    Oya, maksud dari cerita yang kurang tajam begini : ceritanya terkesan kurang fokus dan sekedar mengumbar adegan-adegan fantastis (tanpa konsep skenario yang kuat).

    Ah, bicara review film sebenarnya banyak hal yang agak abstrak dan sulit saya gambarkan ke dalam kata-kata atau kalimat. Mungkin karena kosakata dan kemampuan menulis saya yang masih kurang.

    Tapi kalau anda seorang penikmat film yang kritis, saya rasa anda paham maksud dari "cerita yang kurang tajam" dan "adegan ngawur". Terlebih jika anda sudah nonton film ini :D

    Cerita kurang tajam itu secara general/umum. Jadi tidak bisa disebutkan mana-mana yang kurang tajam (wong itu secara keseluruhan kok).

    Sebenarnya kritikan saya pada review di atas bukan tanpa alasan, tapi mungkin karena saya lebih memfokuskan pada penyampaian kekurangan secara umum/general saja (tanpa menceritakan adegan mana yang saya maksudkan).

    Toh, apa pun itu, trims buat sarannya. Maklum, saya kalo nulis review film asing agak sulit menjabarkan adegan-adegannya. Lain soal kalo film Indonesia, dimana saya selalu berusaha sedetail mungkin dalam menyampaikan review. Terutama menyebutkan/menunjukkan contoh adegan yang saya maksudkan.

    23 September, 2009 00:28

  • smga di TRANSFORSMERS III LBH OK...

    09 April, 2010 15:44

  • Saya rasa Transformer 2 memang tidak sebaik Transformer 1.

    26 June, 2011 15:51

  • i like transformer..
    tarix jabrix 2.. hufftt
    payah...

    18 December, 2011 17:29

  • transformer..??
    aku suka itu..ntar klo ada waktu cari dvdnya...
    tapiii..seruh..mana 1 atau 2...???

    Lanjuttt,,,!!

    23 February, 2012 16:22

  • tapi menurutku film ini bagus kok gan???
    tapi pendapat masing-masing orang kan beda gan

    11 April, 2012 18:25

  • transformer itu animasi picisan, tidak memperhitungkan hukum fisika, bagaimana bisa robot dengan bobot sebesar itu hanya menggunakan 2 kaki? untuk apa? dari ukurannya yang lebih besar dari main battle tank (rata rata 60 ton) hanya berpijak pada dua kaki? apa lagi pada saat berlari, kecuali permukaannya karang, semua jalan dan beton akan hancur apalagi di gurun pasir pasti amblas

    11 September, 2012 13:15

  • Tapi Grafick nya lebih bagus dari Animasi Indonesia yang pernah tayang di TV..

    wakakka

    22 February, 2013 01:11

  • hadew lo cuman bsa nya jelek2in karya org bro...klo mang u merasa pinter coba lo buat film kyk gtu...buat gw th film paling bergengsi sepanjang sejarah dan pantes di ancungin jempol,,krn akting dan pergerakan robot nxa seperti nyata..,klo u mau bersaing ma mereka , mending u buat film robot yg berjudul "tranformers monkey" th cocok buat judul film loe bro,,wkwkwk

    31 August, 2013 19:10

  • Post a Comment

    Silakan tulis komentar sesuai pendapat pribadi kamu

    Back to Top
     

    kafe28 Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template | Top