22 December 2009

22 December 2009

Artis Tak Butuh Wartawan Infotainment?

gosipBenarkah itu? Memang, tanpa tayangan infotainment pun, artis tetap bisa dikenal oleh publik. Misalnya lewat jenis program acara lainnya (yang bukan tergolong infotainment). Sebut saja sinetron, acara live musik, video klip musik, game show, kuis, parodi, komedi, talkshow, reality show, maupun film layar lebar.

Tanpa tayangan infotainment pun, artis tetap bisa tampil menghiasi televisi, panggung hiburan, maupun talkshow di radio-radio. Tanpa infotainment pula, artis tetap bisa menikmati popularitas.

Contoh konkret saja, trio Warkop DKI (Dono, Kasino, dan Indro). Dulu belum ada tayangan infotainment maupun tabloid hiburan. Tapi ternyata mereka tetap populer bukan? Semua berkat film-film komedi layar lebar yang banyak mereka bintangi. Itu saja sudah lebih dari cukup untuk mengangkat nama dan membuat tampang mereka sangat dikenal masyarakat.

Namun sebagai public-figur - disadari atau tidak - sang artis sebenarnya butuh publikasi dari sisi lainnya. Para penggemar (fans) juga butuh informasi mengenai sisi lain dari kehidupan pujaan mereka. Celah inilah yang mungkin ditangkap oleh sebagian kalangan jurnalis sebagai sebuah peluang untuk membuat segmen baru. Lahirlah jurnalistik baru yang bernama infotainment. Berasal dari kata informasi dan entertainment yang digabungkan menjadi satu kata.


Tren perkembangan infotainment


Infotainment artinya informasi seputar dunia entertainment (hiburan). Namun pada perkembangannya, ternyata isi tayangan infotainment ataupun media cetak hiburan tidak lagi 100 % berupa fakta. Budaya bergosip di kalangan masyarakat Indonesia ternyata masih kental mewarnai sajian infotainment.

Tren tayangan infotainment pun kemudian berubah ke arah sajian gosip seputar selebriti. Infotainment lalu identik dengan gosip (digosok makin sip). Bahkan pada perkembangan lebih lanjut, infotainment menjelma menjadi tayangan investigatif (yang dipelopori oleh SILET).

entertainmentYang seringkali menjadi 'santapan empuk' para wartawan infotainment ialah kasus-kasus perselingkuhan, kisruh rumah tangga, kawin-cerai, percekcokan, foto/video mesum, dan hal-hal negatif lainnya.

Mungkin ada artis yang malah merasa ‘diuntungkan’ oleh publikasi negatif mengenai dirinya tersebut. Tak lain karena berkat publikasi tersebut, nama dan tampangnya makin ngetop. Nah, dalam dunia entertain, makin ngetop seorang artis, biasanya honor jobnya pun makin melambung tinggi.

Sang pemakai jasa pun biasanya akan lebih memilih artis yang populer demi mendongkrak keuntungan mereka dari produk yang mereka jual/hasilkan. Sebab umumnya jualan mereka akan lebih mudah laku jika menggunakan artis yang lagi ngetop-ngetopnya.

Simbiosis mutualisme bukan?

Di satu sisi tayangan infotainment tetap bisa eksis. Di sisi lain, si artis yang dipublikasikan (walau berupa berita negatif) akhirnya makin populer atau makin melambung namanya di jagat hiburan tanah air.

Jadi, siapa bilang artis tak butuh wartawan infotainment?

Tapi tunggu dulu.

Tidak semua artis suka dengan berbagai pemberitaan negatif mengenai dirinya dalam tayangan/liputan infotainment. Mungkin lebih banyak yang merasa terganggu kehidupannya. Yang lebih mengerikan ialah ketika sang artis merasa dirugikan oleh pemberitaan negatif tersebut. Entah merasa nama baiknya dicemarkan. Atau bahkan merasa jobnya menurun karena dampak publikasi tersebut.

Mungkin ini yang membuat infotainment menjadi tidak bersahabat lagi dengan artis. Di sisi lain, sang artis mungkin kurang siap dengan popularitas gila yang diraihnya. Contoh konkret pada kasus Luna Maya saat ini. Ketenaran puncak yang diraihnya belakangan ini mau tak mau membuat ia terus-menerus menjadi sasaran wartawan infotainment yang butuh berita atau wawancara mengenainya.

Di satu sisi, wartawan butuh Luna Maya (artis) agar ia dan medianya tetap eksis menyajikan liputan atau investigasi. Di sisi lain, Luna sebagai manusia biasa juga butuh privasi atau kehidupan layaknya ‘manusia normal’ lainnya. Mungkin saja Luna kurang siap dengan resiko popularitas yang disandangnya. Namun bukan berarti para wartawan harus bersikap membabi buta dalam memburu berita.

Wartawan juga harus punya etika dan sensitivitas kemanusiaan saat melaksanakan tugasnya di lapangan.

Memang, nilai sebuah wawancara (walaupun singkat) ialah sangat berharga sebagai pondasi kuat untuk mendukung nilai berita sebuah liputan infotainment. Itulah sebabnya mengapa para wartawan hiburan begitu gigih berjuang memperoleh keterangan langsung dari sang artis yang menjadi targetnya.

Keterangan yang diperoleh langsung dari narasumber utama (pertama) tentunya akan menambah nilai/bobot liputan infotainment mereka nantinya. Pada akhirnya, itu akan menambah gengsi atau prestise tayangan mereka di antara para pesaing dari kalangan media hiburan (tayangan infotainment lainnya). Ujung-ujungnya juga RATING.

Masyarakat akan lebih suka dengan sajian infotainment yang punya dasar yang kuat. Apalagi kalau bukan lewat adanya WAWANCARA LANGSUNG dengan si artis yang diberitakan atau digosipkan (narasumber pertama dan utama).

Jadi kesimpulannya apa? Silakan anda tafsirkan sendiri dari analisis saya di atas. Bagaimana menurut anda?

46 comments:

  • semua harus berjalan sesuai etika yang ada agar simbiosis mutualisme itu berjalan dengan baik pula

    22 December, 2009 13:35

  • kesimpulan saat ini wartawan infotainmet udah over quota (kebanyakan) jadi segala cara diterapkan untuk mencari berita.. sampai-sampai isi dompet artispun dikorek-korek wartawan..

    22 December, 2009 14:32

  • Artis, wartawan dan infotainment sepertinya tidak akan pernah bisa dipisahkan, dan semuanya saling membutuhkan sebenarnya.

    22 December, 2009 15:02

  • saya sangant setuju dengan pernyataan :
    Wartawan juga harus punya etika dan sensitivitas kemanusiaan saat melaksanakan tugasnya di lapangan.

    22 December, 2009 16:54

  • Kabarnya Luna mengamuk karena calon anaknya terluka ya?

    Sayang saya nggak ngikutin kalo yang kasus ini.

    Soal wartawan, kadangkala memang sedikit keterlaluan, karena mengejar tanpa ada etika. Blogger aja punya, kan?

    Si artis sudah lelah, dini hari sehabis bekerja, masih juga dicecar. Buat artis sekaliber Luna, yang [mungkin] kini tanpa gosip murah dari wartawan sudah sangat terkenal, ya bisa jadi sebal.

    Tetapi buat yang baru mo ngedongkrak poluparitas, tentu wartawan sangat dibutuhkan.

    Wartawan sendiri, biasanya bilang: kacang jangan lupa sama kulit. Jadi bingung deh, mana yang harus dibelain...

    22 December, 2009 19:11

  • antara artis dan infotainment itu ada hubungan saling membutuhkan, artis butuh diberitakan sedangkan infotainment butuh berita ...
    cuma seharusnya keduanya bisa saling menghargai dan dihargai ..

    22 December, 2009 19:54

  • Entahlah mas Is, saya kurang mengikuti perkembangan dunia seleb tanah air.
    Tetapi jika saya cermati sedikit saja, saya sependapat bahwa para pemburu informasi dan hiburan ( infotainment ?) yang juga mengaku dirinya sebagai wartawan electronik seharusnya menjaga etika seorang pewarta. Nara sumber berhak untuk diam dan pewarta dilarang untuk memaksa nara sumber.
    Dalam Kasus Luna Maya, sebaiknya masing-masing pihak instropeksi diri, para pewarta harus tahu dan memahami kode etik sebagai pewarta dan Luna Maya sendiri juga harus menyadari posisinya sebagai "public figure".

    22 December, 2009 19:55

  • ngomong soal infotainment, skrg artis udah pada gila2an tuh!! keutuhan rumahtangga sering di tukar dgn materi buktinya banyak artis2 yg kawin cerai kan!!! makanya jangan mau dipacarin artis. hehehehe...(mana ada artis mau sama kita). btw nih kunjungan pertama, salam kenal mas!!!

    22 December, 2009 20:15

  • bingung kang.....simbiosisnya....

    22 December, 2009 22:42

  • @ isnuansa : Luna marah karena kepala anaknya kebentur kamera wartawan infotainment pas mau ditodong wawancara :-)

    Buat yang lain, makasih berat atas komentarnya. Sorry nggak bisa bales satu-satu. Tapi saya udah baca komen semuanya kok.

    22 December, 2009 23:30

  • Dalam kasus Luna Maya, saya pikir tidak ada relevansi antara pola penyajian berita infotaintment dan kaitan dengan ketergantungan artis kepadanya...

    Keduanya hal yang berbeda...

    23 December, 2009 05:09

  • intinya kembali ke kode etik

    23 December, 2009 08:41

  • saya setuju dengan artikel diatas. Wartawan infotainment bikin artis jadi lebih artis. Tapi etika tetap harus diperhatikan.

    come to Blog Bisnis

    23 December, 2009 15:01

  • perlu ditambahin mas
    gak semua penikmat TV itu suka nonton infotainment

    23 December, 2009 18:28

  • Ibaratnya keduanya saling membutuhkan, seharusnya bersimbiosis mutualisme, saling menguntungkan satu sama lainya, juga saling menghargai privasi.
    REMEMBER TOGETHER...NO BODY PERFECT.

    24 December, 2009 00:05

  • ramai banget ini kabar;sampai-sampai kita disuguhi tontotan debat antar wartawan; PWI, AJI, Infotainment, pakar komunikasi dan seterusnya...

    @ isnuansa : Luna marah karena kepala anaknya kebentur kamera wartawan infotainment pas mau ditodong wawancara :-)

    Apa benar si anak itu sudah menjadi anaknya Luna Maya?

    24 December, 2009 09:14

  • Kayaknya sich emang gak perlu mas... yang perlu justru infotainment tsb.

    24 December, 2009 16:33

  • kasian artisnya kalo dighibah terus

    25 December, 2009 00:59

  • Wah... Membaca bagian tentang resiko ketenaran... Gimana gitu rasanya...

    25 December, 2009 13:47

  • dua-dua saling membutuhkan dimata saya -_-a
    ya emang budaya kita yang suka kasak kusuk... hohoho
    jadinya saya melihat kedua pihak antara artis dan infotaiment ini saling membutuhkan...
    tapi memang etika dan mental dari kedua belah pihak harus lebih diperbaiki aja..
    jangan asal2an seperti kasus luna maya -_-a
    curhat ko di twitter -_-a
    ke saya aja, pasti saya dengarkan dengan sepenuh hati wkwkwkw :)

    26 December, 2009 01:27

  • yang jelas ngomongin orang itu dosa. apalagi cari duit dari ngomongin orang ;)

    26 December, 2009 13:08

  • Beritanya sering dilebih2kan yg ujung2nya jd fitnah dan mrusak hubub=ngan kluarga, smoga infotainment lebih bijak lg dalam menampilkan berita artis

    26 December, 2009 14:43

  • Mereka seperti simbiosis mutualisme. Jadi saling ketergantungan. Wartawan tidak akan dapat kerja bila tidak ada narasumber (infotainment) begitu juga si artis, tidak akan terkenal bila tidak ada media massa
    jadi saling menghargailah...

    26 December, 2009 22:27

  • Menurut saya kedua-duanya haruslah seimbang karena saling membutuhkan baik atris maupun infotaiment dan saling menjaga etika.

    27 December, 2009 10:52

  • @ MMunawar AM : maksud saya itu anaknya Ariel Kang. Tapi kalo bahasa saya menggunakan frase "anaknya Luna" itu sebagai gambaran bahwa anak itu kelak bakalan jadi anaknya Luna juga (In sya Allah). Buat yang lain, thx berat untuk komentarnya.

    27 December, 2009 17:06

  • kebebasan harus bertanggung jawab

    27 December, 2009 17:46

  • klo saya memang nggak butuh infotainment (la bwat apa hehe...), tapi klo para artis apa bisa?

    29 December, 2009 02:38

  • Infotainment televisi = gossip itu memang ga penting harus dipisahkan dari wartawan atau jurnalistik karena infotainmet yg memproduksi adalah production house. jadi tanpa infotainmet artist akan besar melalui berita2 di radio TV dan surat khabar termasuk internet yg memeberitakan dari sisi prestasi dan khabar baiknya saja. bohong kalau infotainment bisa mengangkat sang artist melalui pemberitaan walaupun ada persentasenya kecil sekali, justru kebanyakan malah menghancurkan karir sang artis karena merasa tidak nyaman dalam hal berkarir gimana mau bekerja dengan baik kalau dimana-mana diteror terus, contoh saja Mbah Surip dikejar2 trs sehingga mau istirahat aja susah, wong gimana mau istirahat kalau ditunggui di depan rumah, hahahaha I LOve u Full

    29 December, 2009 03:05

  • sama - sama membutuhkan mas, artis butuh publikasi, wartawan butuh berita, yang penting saling menjaga jarak saja jangan sampai saling tabrak meski sekedar tabrakan kamera atau menggedor pintu mobil, jika artisnya tidak mau diwawancara jangan dipaksa dong.

    13 January, 2010 13:52

  • "Para penggemar (fans) juga butuh informasi mengenai sisi lain dari kehidupan pujaan mereka" --> Ini hanya orang goblok yg mengingininya apalagi sampai rela genjot2an untuk melihat aksi panggungnya. IDIOT benar. Hanya bisa tertawa melihat hal2 seperti ini di dunia. :Ngakak terguling-guling.

    09 March, 2011 10:01

  • iya bner banget nih..
    tapi zaman sekarang pasti butuh yg nama'ya wartawan..
    supaya lebih populer,,,

    hehe

    13 June, 2011 14:06

  • menurut saya,,

    lebih baik gk ada wrtwan..

    sebab klw ada wrtwan artis2 pada terkenal,,
    hehe

    saya juga kan pengen terkenal

    14 June, 2011 07:40

  • menurut saya,,

    lebih baik gk ada wrtwan..

    sebab klw ada wrtwan artis2 pada terkenal,,
    hehe

    saya juga kan pengen terkenal

    14 June, 2011 07:41

  • ya sangat setuju.....
    gara-gara wartawan jadi terbongkar semua kejelekan para artis kita...he...he...

    04 July, 2011 11:33

  • mau yang baik ataupun buruk wartawan selalu ingin tau tentang kehidupan artis tertentu

    09 September, 2011 10:51

  • kalo sayah mah mendukung ada nya wartawan ,sbb kalo g ada wartawan bakal ketinggalan berita .....

    01 October, 2011 13:33

  • wartawan sangat penting peranannya

    19 March, 2012 07:38

  • artis tanpa infotaiment kayanya gak bakalan terkenal deh.....itu sih menurut saia

    04 April, 2012 14:37

  • ia bnr bgt trkenalnya artis itu berkat wartawan dn infotiment ...
    klo gak ada mreka gmna publik mau tau ...

    20 September, 2012 09:33

  • bisa dibilang...infotainment sebagai cara instan buat naikkin popularitas.....warkop butuh bertahun-tahun dulu baru terkenal, sekarang setahun muncul juga udah famous kalo bikin sensasi

    10 December, 2012 11:03

  • pembesar penis
    obat pembesar penis
    artis tanpa berita tentangnya, popularitasnya akan pudar

    08 August, 2013 07:54






  • Saya SAHRANI dr mataram ingin berbagi cerita but teman2 baik cewek atau cowok,bahwa dulunya sy
    jatuh cinta sm seorang ccowok ganteng.tapi dia tdk perna menerima cinta sy,mungkin karna sy
    kurang cantik dan miskin,org tua sy hanya seorang petani,sedangkan org tuanya seorang pedagang,
    malah dia pernah bilang bahwa kamu tdk pantas jd istriku,kamu hanya nak petani,miskin,jelek.
    suatu hari teman sy nelihat di internet,ada seseorang bisa membntu dgn jampi-jampi peletnya,
    namanya MBAH SUGEL,sy mencoba telp.beliau minta pertolongan beliaupun bersedia menolong sy
    setelah 3 hari beliau lakukan,Allhamdulillah dia mualai mencari sy.saat itu sy suruh teman
    bilang ke dia bahwa SAHRANI mau ke surabaya cari kerjaan.setelah dia dengar langsung datangi
    sy di rumah minta maaf sm sy dan org tua sy.sat itu sy akan melihat keampuhan jampi pelet
    MBAH SUGEL,sy pura2 tetap mau pergi dia menangis dan berlutut di depanku dan berjanji akan
    melamar secepatnya.akhirnya kami menikah dgn baik.sekarang sy sudah hamil 2 bulan....bua
    tema2 yg ada msalah dalam bercinta,cowok atau cewek,suami selingku,kawin lagi,istri selingku,
    segera hub.MBAH SUGEL.di nmr;085 340 790 799.beliau pasti membantu.jampi pelet beliau betul2
    ampuh,sy sudah melihat buktinya...terima kasih,semoga bermampaat.

    16 March, 2014 07:05

  • Post a Comment

    Silakan tulis komentar sesuai pendapat pribadi kamu

    Back to Top
     

    kafe28 Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template | Top