20 December 2009

20 December 2009

Komentar Copy Paste | Sudah Mentokkah Upaya Branding Anda?

komentar copasSaat mampir ke sebuah blog yang pemiliknya cukup ternama, saya cuma bisa geleng-geleng dan tersenyum kecut melihat fenomena komentar copas. Tak heran jadinya kalau rata-rata postingan blog tersebut punya ratusan komentar. "Ooo, ternyata karena itu toh," pikir saya.

Lucunya, tak jarang ‘teladan’ tersebut diikuti oleh beberapa blogger lain, yang sepertinya sangat terobsesi merenggut tahta sebagai Top Komentator. Weleh-weleh. Ternyata gampang juga ya kalo mau jadi juara komen. Cukup post komentar berpuluh-puluh kali dalam satu kesempatan (bahkan mungkin beratus-ratus kali) dengan ISI yang SAMA PERSIS

Bahkan lebih ‘lucu’ lagi, ada yang cuma nge-post KOMENTAR KOSONG (yang tidak ada isinya sama sekali). Maksudnya, memang tidak ada satu huruf atau satu kata pun di dalam post komentarnya. Cuma nama dan url blognya!

Bagaimana dengan perasaan sang pemilik blog yang menerima komentar model begitu? Entahlah. Saya sangat salut kalau ia memang tidak mempermasalahkan. Betapa pemurah dan pengasihnya sang pemilik blog (yang rela blognya dijadikan ajang SPAMMING halus begitu)

Buat para pelaku komentar copas, apakah motivasi anda sekadar memburu backlink, gengsi, award, kepuasan, popularitas, branding, atau apa?


Saya sebenarnya kasihan dengan para pelaku komentar copy-paste ini. Oke lah, dengan begitu - ‘mungkin’ mereka akan punya ciri khas, karakter, atau brand tersendiri. Tapi ya itu dia. Tidak lebih berupa label sebagai tukang komentar copas (kalau menurut hemat saya sih).
Kalaupun ingin menyebarkan silaturahmi atau kasih sayang lewat slogan pada ISI KOMENTAR, menurut saya tak mesti secara tersurat dan bahkan sama persis ke postingan apa pun dan blog apa pun yang disinggahi.

Kasih sayang bisa lahir atau memancar lewat KETULUSAN KITA DALAM BERKOMENTAR dan ISI KOMENTAR YANG NYAMBUNG dengan topik postingan. Plus gaya bahasa yang bersabahat, sapaan hangat dengan menyebut nama, dan juga pujian tulus yang tidak berlebihan.

Bagaimana dengan upaya branding via komentar copas?


Memang tidak ada larangan sama sekali. Dengan begitu pun si pelaku mungkin akan punya brand yang kuat. Kalaupun motivasi anda sekadar memburu backlink di mana-mana dalam waktu singkat, itu membuktikan bahwa anda kurang percaya diri dengan proses alami.

Juga membuktikan bahwa anda kurang sabar dalam menjalani proses. Plus kurang menghargai sang pemilik blog. Dalam jangka panjang, anda tidak akan punya ikatan emosional yang kuat dengan pemilik blog yang anda jadikan sebagai tempat komentar copas.

Jadi mulai saat ini, mari kita bertindak lebih bijak dalam upaya branding maupun berburu backlink.

Source image : www.globalnerdy.com



NB : tulisan ini tidak bermaksud menyebarkan permusuhan atau kebencian, melainkan bertujuan sebagai bahan REFLEKSI bagi diri saya sendiri. Mohon maaf sebesar-besarnya jika ada pihak yang merasa disudutkan. Tidak bermaksud melanggar kode etik blogger. Tulisan ini cuma mengajak kita untuk kembali memaknai KETULUSAN dan PENGHARGAAN terhadap orang lain. Termasuk hakikat BRANDING SECARA POSITIF.

71 comments:

  • He he, ternyata ada juga ya, komentar yang sejenis itu. Saya baru sadar.

    20 December, 2009 17:07

  • hmmmm
    emang ada branding dengan komentar ya????

    hehe

    20 December, 2009 17:48

  • mungkin saya termasuk yg tdk terlalu menghiraukan komentar sejenis itu, Mas.
    krn kadang mereka mungkin hanya merasa familiar dgn tempat komen di blog saya, hanya mencoba positif thinking.
    salam.

    20 December, 2009 18:02

  • Mnrt saya, komentator spt itu tdk lebih "terperangkap" pd "ilmu seo" yg menyatakan pentingnya backlink, dimana salah satunya adl dgn memberi komentar di blog, apalagi blog yg memiliki PR lbh tinggi plus ada top comentator widget/comment luv. Mungkin mrk berfikir yg penting dpt backlink.. bukan membangun "jaringan" :(

    20 December, 2009 18:10

  • setuju mas, branding lewat komentar juga sebaiknya perlu dilakukan, dgn memberikan komentar yg tepat orang akan tahu seberapa besar kualitasnya ...
    dan biasanya perolehan komentar yg didapat sejalan dengan apa yg sering dilakukan saat berkomentar, jika cuma jadi spammer, maka yg didapat juga spam, sebaliknya jika komentar yg diberikan wajar, maka yg didapat juga wajar....

    20 December, 2009 18:28

  • biarin saja.... maklum newbie.... kalo isi blognya dimengerti juga, dia akan beri komen berkualitas, kalo ga yah... seperti blog saya, banyak yg ga ngerti linux :)

    20 December, 2009 19:13

  • waduw-wadueh, comeng aja pake copas, gimana kalo bikin artikel.
    sungguh terlalu.

    menyontek berarti meracuni diri sendiri :((

    20 December, 2009 20:14

  • @ Haridivanandha >> ada-ada aja ya mas tingkah laku orang buat nyari perhatian :)

    @ RusaBawean >> baru tau yach? :-D

    @ bundadontworry >> kalo menimpa blog Bunda gimana perasaan Bunda? hehe. Cuma mencoba berbagi pendapat aja kok Bun. Soal positif thinking, kadang kita tidak mesti berlebihan.

    @ >> bisa jadi karena itu mas. Terlalu terpenrangkap pada salah satu teknik saja, namun mengabaikan sisi yang lain (yang tak kalah penting, yaitu etika dan naturalitas). Sikap memandang lebih baik dapet backlink ketimbang membangun jaringan itulah yang membuat kurangnya rasa keterikatan emosional dengan sesama blogger. Makaish buat tambahannya mas Eric.

    @ hpnugroho >> jika cuma jadi spammer, maka yg didapat juga spam

    Woow, ungkapan ini nendang banget mas..hehehe. Maksih banyak buat apresiasinya.

    @ warung ubuntu >> membiarkan tanpa memberikan suatu pengertian atau pencerahan bisa membuat mereka nggak sadar diri nanti mas..hehehe. Tapi anggap sajalah mereka sebagai anak kecil yang masih suka nyari perhatian dengan cara yang "nakal" :-)

    @ ofaragilboy >> nggak kreatif juga khan kalo gitu?

    20 December, 2009 20:30

  • di bawa enjoy aja bang,hihihi...
    persahabatan tidak mengenal pagerank n nasi gorenk... :D

    20 December, 2009 21:51

  • saya sendiri cukup terbuka walau kadang sedih.
    Beberapa yang mungkin tidak berkehendak saya suka dibiarkan saja tanpa ada jawaban apapun. Namun tidak saya hapus.
    Terima kasih sudah mengingatkan paling tidak saya berkomentar di tempat lain tidak melakukan copy paste.
    Salam hangat selalu :)

    20 December, 2009 22:09

  • Jangan Nyepam diblog sahabat, tapi boleh nyepam diblog luar :D

    Tapi saya baru tahu, mengapa ada orang luar yang rela menjadikan blog/situs mereka bulan2an para spammer (incl. me) karena mereka menerapkan sistem member. Jadi kl kita ingin koment, maka kita harus reg dulu. Jd mereka dapat memastikan bahwa yang bekomentar benar2 manusia, bukan mesin spam bots.

    Disamping itu mereka juga berharap, barang kali ajah ada diantara para spammer ini yang rela mengkliks iklan PPC mereka. Jadi sebenarnya ini semacam simbiosis mutualisme.

    Saya perhatikan, semakin banyak komentar yang masuk, semakin tinggi pula PR halaman tersebut. Memang siy, situs2 yang dapat dikomentari tsb rata2 situs portal berita, bukan blog pribadi..

    Tapi khay tidak mau memberikan komentar spam diblog sahabat, memang kadang2 menggunakan anchor lomba, tapi tetap berkomentar sesuai tema..

    Kl komentar I love you pool dowang, gimana Is? :D

    20 December, 2009 22:39

  • Pengalaman Pribadi, terus terang masi Is kalau di blog lokal saya belum pernah meninggalkan komentar dengan copy paste, pasti saya berusaha komen sesuai dengan topik yang dibahas walaupun sedang membidik keyword tertentu, di blog luar pun tetap berusaha meninggalkan komentar yang sesuai topik memeng terkadang karakter pemilik blog berbeda2 ada yang suka dikasih komen sampai meminta2 tolong komen ya, ada juga yang tidak suka dikasih koment dengan keyword2 tertentu, misal keyword kontes, bisnis online, pokoke keyword yg mengarah ke bisnis, ga tau penyebabnya mungkin saja seorang blogger yang alergi seo, soalnya saya pernah komen diblog tertentu dengan link kontes saya ditolak mentah2 sampai komen diblog ku bunyinya sebagai berikut, "Maaf, komennya mas saya hapus karena pake link kontes" trs saya jawab keblognya gpp mas hapus aja wong mas yang jadi adminnya" ok lah kalau begitu besoknya saya komen lagi dengan nama blog kok tak cek besoknya dihapus lagi, oohh ternyata yg punya blog lagi stress ga dapat job review, hehehe kok aq yang disalahkan, hahahaha... ya begitulah pengalaman memberi komentar di blog. Akhirnya sampai saat ini ga pernah lagi berkunjung ke blog itu bukannya apa2 takut salah komen lagi ngapain buang2 waktu komen di blog yg adminya lagi stress mendingan ke blogger yg ramah linkungan, baik hati, dan tidak sombong, walah kebanyakan komennya, sorry Mas Is

    dari cerita diatas dapat disimpulkan, memberi komentar sesuai dengan topik artikel dan mengenai approve atau ga diapprove itu sepenuhnya ditangan admin. sebagai pemilik blog tidak perlu memberi tahu komentator walaupun permintaan maaf komen saya hapus mas. kira-kira begitulah.

    21 December, 2009 01:18

  • Setuju bro, kadang kita merasa kurang enak dengan komentar kopas yang semuanya hampir mirip setiap komen di beberapa blog

    21 December, 2009 07:40

  • Hahaha... Pernah ada orang seperti itu di blog saya. Langsung saja saya hapus komennya...

    21 December, 2009 13:59

  • @ pancallok >> kalo itu menimpa blog saya sendiri kayaknya nggak bisa enjoy bro. Kalo di blog lain sih biarin aja..hehehe.

    @ yayat38 >> kita wajib saling mengingatkan mas, terutama hal-hal yang positif. Makasih kembali ya.

    @ khai >> wah, saya baru tau kalo semakin banyak komentar yang masuk, semakin tinggi pula PR halaman tersebut. Bagaimana kalo status komentarnya do follow ya? Apa PR halamannya juga bisa naik kalo banyak komen? Kalo di blog sahabat memang rasanya nggak etis banget nyepam atau komentar copas doang. Nggak ada ikatan emosionalnya dalam jangka panjang. Thx berat buat sharingnya sob.

    @ astaga >> admin memang punya kuasa penuh dan kita nggak bisa mencegah itu. Tugas kita cuma merespon sebaiknya mungkin apa yang sedang diposting. Kalaupun ingin menyisipkan link kontes atau menggunakan anchor teks buat optimasi, sebaiknya tetap berkomentar sesuai topik, walaupun singkat. Biar nggak keliatan banget mau nyepam..hehehe. Makasih buat sharing pendapat dan pengalamannya mas.

    @ Achmad Sholeh >> pelakunya kok nggak punya rasa nggak enak ya. Aneh juga tuh orang. Kan sama aja mempermalukan dirinya sendiri kalo gitu.

    @ Hangga Nuarta >> kalo masih dikit sih saya biarin aja. Tapi kalo udah sampe belasan atau puluhan, wah, tak hapus deh :-D

    21 December, 2009 14:20

  • Saya nggak melihatnya sebagai serangan kok Mas, karena memang ada beberapa yang melakukan tindakan tersebut. Saya melihatnya mereka semakin terobsesi pada blog. Tetapi, bisa jadi nanti lama-lama letoy juga tenaganya. Gas pol, tiba-tiba keabisan bensin.

    Yang saya sempat misuh-misuh [orang Kalimantan tau artinya nggak ya?] pokoknya ngeluarin kata makian deh, itu pernah saya terima komentar, sepertinya personal sekali, sama sekali nggak ada bau-baunya copas, eh, ternyata oh ternyata, copas juga! Kena deh gw, dalam hati sambil maki-maki! Hahahaha....

    Soal komentar kosong, dua kali saya pernah kejadian, udah nulis isinya, ternyata kok setelah pencet tombol publish, jadi ilang. Saya mencoba nggak komentar di blog tersebut selama beberapa saat dulu, karena bingung juga kenapa bisa begitu.

    21 December, 2009 14:45

  • Wah kejadian itu bukan hanya pemula yang melakukan. Admin suatu blog kesehatan-kedokteran dalam negeri dan luar negeri pun melakukannya. Karena saya mengalaminya lebih dari sekali. :)

    Lalu saya telusuri baris komentar tersebut di mesin telusur Internet. Ternyata memang komentar salin tempel! Saya hubungi adminnya. Tidak ada respon. Akhirnya saya tandai sebagai spam ke akismet wordpress. Belakangan ada yang merespon dan mengakuinya. Tapi ternyata belakangan mereka melakukannya lagi. :(

    Jika sudah niatnya tidak baik, ya begitulah. Demi kepentingannya sendiri. Enaknya sih kembali ke etika. Poinnya jujur dan menghargai karya orang lain. Pokoknya akur aja dah..

    21 December, 2009 19:32

  • sorry mas, sy tdk bermaksud untuk nye-pam, karena sudah terlanjur datang, ya .. sekedar mengucapkan salam saja ...

    21 December, 2009 23:13

  • lama tak berkunjung, ternyata posting ttg seorang blogger yg saya kenal. hehehe..

    Iya mas kadang saya lucu aja waktu baca komennya dr blog2 yg saya kunjungi tnyata sm persis. :)

    22 December, 2009 01:04

  • Pertama, saya mohon maaf jika ada yang memberikan komentar kosong, dengan sangat terpaksa komentarnya saya hapus ( melanggar kode etik ?), lagian yang mau dibaca juga apa ?
    Kedua, sebaiknya hindari memberikan komentar yang berifat copas, kalau ucapan hari raya mungkin boleh mas ?

    22 December, 2009 02:52

  • wah ulasan tentang komentar yang itu toh. saya sendiri sih tidak pernah mempermasalahkannya :)

    22 December, 2009 11:39

  • @ isnuansa :
    Saya juga pernah ngalamin mbak. Kirain saya dia tulus mujinya. Ternyata, ketipu deh gue..hihihi. Di blog-blog lain pun ternyata isi komentar pujiannya SAMA. Weleh-weleh.

    @ Dani :
    Wah, pernah ngalamin juga ternyata ya mas. Pokoknya kembali ke etika aja deh. Sip mas Dani tambahan informasinya.

    @ The Fachia :
    Wah, ternyata kenal ya mas. Emang lucu juga sih liat model komentar yang sama. Kesannya kok nggak malu aja.

    @ Aldy :
    Boleh mas kalo cuma ucapan hari raya. Nah tuh, ternyata mas Aldy pun nggak suka kan dengan komentar copas :-)

    22 December, 2009 13:40

  • Kalo Pertamaxx itu spam bukan mas?? :)

    22 December, 2009 17:14

  • kalau aku komen berusaha seperlunya aja om..maksudnya...sesuai dengan isi yang akan dikomentari...

    22 December, 2009 22:46

  • kaya apa sih komentarnya?
    kalo aku sih emang hobi nyampak di kolom komentar, tapi hanya di blog tertentu saja yang memang kenal akrab dengan pemiliknya. toh yang punya blog juga seneng di-sampah-in
    :p

    cuma kalo di blog yang belum kenal akrab ya ga sampe segitunya kale..

    23 December, 2009 08:38

  • emang kadang2 muak jga mas..tapi yah mau gimana lagi..tanpa komentar , blog itu bagaikan gubuk reot tak berpenghuni mas..( walaupun kadang kurang berkualitas komentarnya setidaknya komentar mereka udah ikut ngeramein lah ) :D

    23 December, 2009 10:32

  • um ... kalo copas sih ... kayak nya uda jadi budaya blogger yang lagi males nulis aja ... hehehe, bukan berarti ga mau nulis ... sory, gabung komen di blog kamu ... gapapa kan?

    23 December, 2009 20:52

  • Kita sangat menghargai isi komentar yang sesuai dan nyambung dengan topik tulisan. Bila ada yang copas komentar terserah pada kreatifitas individunya, pasti ada alasannya. Cuman, sekali lagi bila ndak nyambung dengan tema tulisan akan terkesan menthok, jadi tidak berkualitas...
    TERIMAKASIH telah berkenan berbagi kata bersama

    23 December, 2009 23:50

  • Kita sangat menghargai isi komentar yang sesuai dan nyambung dengan topik tulisan. Bila ada yang copas komentar terserah pada kreatifitas individunya, pasti ada alasannya. Cuman, sekali lagi bila ndak nyambung dengan tema tulisan akan terkesan menthok, jadi tidak berkualitas...
    TERIMAKASIH telah berkenan berbagi kata bersama

    23 December, 2009 23:50

  • Kita sangat menghargai isi komentar yang sesuai dan nyambung dengan topik tulisan. Bila ada yang copas komentar terserah pada kreatifitas individunya, pasti ada alasannya. Cuman, sekali lagi bila ndak nyambung dengan tema tulisan akan terkesan menthok, jadi tidak berkualitas...
    TERIMAKASIH telah berkenan berbagi kata bersama

    23 December, 2009 23:50

  • MAAF Mas Is..saya ndak ngerti secara kebetulan, mengapa komentar saya tersebut bisa muncul beberapa kali, padahal saya tidak copas dan cuman klik sekali.
    MOHON dikoreksi saja kekeliruan tampilan tersebut, termasuk tambahan komentar saya ini sebagai bahan koreksi pribadi, yang tetap sangat menghargai isi postingan tentang masalah komentar tersebut...

    24 December, 2009 00:01

  • kaya gimana tu komennya ya, emang suka liat si ornag yang komennya selalu sama, mungkin itu karena dia sudah sangat akrab dengan pemilik blognya kali ya, atau ?

    25 December, 2009 23:58

  • @ TuSuDa :
    Nggak papa mas. Itu mungkin karena error temporer. Setuju banget deh dengan pendapatnya. Thx ya.

    @ kamar360 :
    saya nggak bisa jelasin secara gamblang sih. Yang pasti isi komennya selalu sama untuk postingan apa pun dan di blog apa pun. Kalo akrab, nggak mungkin masih pengen menggunakan komentar yang isinya SELALU SAMA..hehehe

    28 December, 2009 17:55

  • emang ngaruh gitu banyak2 komentar???

    29 December, 2009 16:14

  • @ BlogForlife :
    Ngaruh banget kalo isi komentgarnya berkesan atau nyambung dengan topik postingan. Kalau cuma copas, saya rasa nggak ngaruh tuh.

    29 December, 2009 18:57

  • wakakaka mau komentar aja kopas...duh duh sedih saya.

    Apa lagi disuruh bikin artikel ya?? wwkwkwkwk
    kasian sekali orang model ini T.T

    Atau kemungkinan kedua, bukannya bermaksu kopas, tapi ada kesalahan skrip (eror) dari blog yang akan di komentari, so komentarnya cuma nulis sekali, karena eror jadinya muncul 2 x deh

    31 December, 2009 18:07

  • O...gitu ya caranya. Comment copas sangat merugikan pemilik blog.

    01 January, 2010 03:57

  • bagaimana dengan pertamaxx, kemudian keduaxx dan seterusnya ??

    01 January, 2010 13:37

  • @ komuter :
    Kalo itu bukan tergolong copas sih. Sah-sah aja, sepanjang ditambahkan dengan komentar lain yang sesuai topik.

    01 January, 2010 17:29

  • Saya pernah menemui seorang blogger yang biasa komentar semacam itu di lingkungan sendiri dianggap biasa, tapi ketika komentar diluar lingkungannya dia dianggap spammer. Saya jadi prihatin juga jadinya. Artikel yang bagus, mas Is. Terima kasih sudah mengingatkan.Salam jepret!

    01 January, 2010 20:50

  • @ tukangpoto :
    Intinya kita harus pandai-pandai menyesuaikan diri ya mas kalo begitu. Kalo mau nyepam, liat-liat dulu tempatnya. Mungkin begitu kali ya. Makasih mas.

    03 January, 2010 22:25

  • Setuju banget dengan pendapat Mas Is. Saya juga sering tidak habis pikir mengenai hal itu.

    Akhirnya saya berasumsi begini: Komentar copas mencerminkan kualitas si Blogger bersangkutan.
    Blogger yang berkualitas tentu tidak bertindak bodoh seperti itu.

    So, mari kita galakan komentar yang berkualitas, bukan kuantitas yang ditonjolkan.

    08 January, 2010 16:05

  • @ Kang Yudiono :
    Setuju juga Kang dengan pendapatnya. Apa nggak malu ya kalo ketauan komentarnya sama semua ke jenis postingan apa pun dan blog mana pun yang disinggahi.

    08 January, 2010 20:43

  • waaah kenaaaaaaa daaaaaah.. saya tukang copas hehehe

    13 January, 2010 14:20

  • Lain lagi pengalamanku adalah komenan yg selalu dimulai dgn kata seru "hihihi". Aku nggak ngerti apa sebabnya dan setauku sejak kecil "hihihi" itu suara animasi kuntilanak, heheh!

    Salam Damai!

    13 January, 2010 19:00

  • Maap mas, ini argumen saya pribadi...

    Copas juga sebuah branding... Baik dan buruknya relatif... kalau orang yg melakukannya enjoy2 aja dan pemilik blog juga tidak keberatan, kenapa harus di keluh kesahkan, ya engga?... Kalau tidak suka dengan komentar copas, ya masukan aja ke kotak spam, beres tho?.. engga suka sama orangnya? ya cukup dalam hati aja, engga perlu kan dikemukakan di publik... Karakter orang bermacam-macam dan baik buruknya itu relatif...

    Bukannya komentar2 meraja lela seperti itu yang bisa mendekatkan tali silaturahim antar blogger?... Yang saya rasa begitu... Tidak lagi merasa "kakun" karna semuan apa adanya... Kalau komentarnya copas, mungkin dia sanggupnya begitu... ya sudah... mau diapain lagi...

    Daripada komen resmi atau nyambung? Jujur aja komen jenis itu rata2 cuma basa-basi mas... bahkan terkesan dipaksakan... engga tahu ya menurut teman yang lain...

    Saya sendiri berusaha untuk berkomentar nyambung dan hampir tidak pernah pake copas2an... tapi untuk budaya banyak2an komentar dan saling kunjung dengan model komentar yang sama, itu adalah kesenangan belaka... Justru lambat laun akan membentuk komunitas tersendiri... bagus kan?

    Dan dari situ kedekatan terjadi... jadi dimana buruknya? balik lagi kan ke masing2 blogger... Apalah arti branding kalau semuanya serba basa-basi....

    tulisan ini tidak bermaksud menyebarkan permusuhan atau kebencian, melainkan bertujuan sebagai bahan REFLEKSI bagi diri saya sendiri.

    17 January, 2010 09:08

  • @ casrudi :
    Untuk paragraf pertama komentar Mas, saya setuju sih. Namun makna dikemukakan di publik di sini bukan berarti kita bermaksud mencemarkan kebiasaan kurang baik segelintir blogger dalam berkomentar. Saya cuma ingin berbagi pencerahan buat semua. Terutama bagaimana kita harus lebih menghargai penulis artikel yang kita kunjungi. Menurut saya, komentar yang isinya tidak nyambung dan bahkan sama persis ke semua postingan itu KURANG ETIS dan KURANG MENGHARGAI pemilik blog.

    Untuk paragraf kedua komentar Mas, saya kurang setuju. Komentar copas begitu bukannya justru MELEMAHKAN IKATAN EMOSIONAL antara si pemberi komentator dengan si pemilik blog? Akan lebih baik lagi jika isi komentarnya seperti yang saya jelaskan pada poin di bawah blockquote di atas. Silakan disimak lagi.

    Daripada komen resmi atau nyambung? Jujur aja komen jenis itu rata2 cuma basa-basi mas... bahkan terkesan dipaksakan... engga tahu ya menurut teman yang lain...

    Saya juga kurang sependapat dengan argumen Mas itu. Basa-basi menurut saya lebih baik daripada komentar tidak nyambung dan terkesan cuma memburu backlink. Kecuali basa-basi singkat seperti nice info dan sejenisnya..hehehe

    Kalo komentar copas cuma buat kesenangan belaka dan menjadi budaya tersendiri, silakan saja, asalkan TAHU TEMPAT dan tidak main pukul rata ke semua blog yang disinggahi. Setiap pemilik blog pasti tidak sama responnnya terhadap komentar copas. Mungkin ada yang kurang suka, walau tidak secara terang-terangan mengakuinya.

    Di situlah mereka (si pelaku komentar copas) dituntut untuk lebih bijak ketika mau berkomentar ala copas yang menjadi kebiasaannya. Sepanjang di komunitas mereka yang sudah dianggap "etis", ya silakan saja ^_^

    Dunia blog menuntut kita untuk lebih adaptis dan tidak memaksakan kesenangan pribadi demi popularitas atau branding. Kita juga dibatasi oleh nilai-nilai etika tak tertulis.

    Basa-basi juga tidak selalu berarti negatif kan? Yang penting ketulusan dan penghargaan terhadap pemilik blog yang kita kunjungi.

    Thx buat pendapatnya Mas.

    17 January, 2010 12:15

  • Oke Mas, thx balesannya...

    Daripada panjang lebar mending saya simpulkan, bahwa branding yang terbentuk dari teman dan bahkan saya sendiri, memang itulah adanya... Ada teman yang biasa berkomentar dengan kalimat yg itu2 saja, ya maklumlah karna mungkin dia bisanya cuma itu... kalau tidak begitu mungkin dia ga ngeblog sama sekali... bakal sepi lah blogsphere kalau tanpa orang2 yang dimaksud... :)

    Sekarang yang mau membentuk branding, apalah itu namanya, sebagus mungkin di mata teman2, silahkan... Tapi alangkah baiknya jika dilakukan tanpa menyudutkan kebiasaan seseorang, terlebih menunjuk langsung seseorang itu siapa... Menurut saya justru menurunkan branding itu sendiri...

    Kenapa saya begitu berapi-api dgn masalah ini, karna saya punya komunitas (teman2) yg boleh dikatakan sangat "betah" dgn kebiasaan komen meraja lela.... Dan itu saya enjoy melakukannya, saya kira bukan branding yang buruk, hanya saja cara saya dan teman2 memang demikian... mungkin kami terlahir sebagai orang2 yang tidak tahu apa itu branding, apa itu image, apa itu popularitas... yang kami tahu cuma rasa senang, puas, berlanjut sampai saling tukar email/telepon... ketawa, cekakak, cekikik, hahaha, hihihi, engga mungkin kejadian seperti itu kalau caranya yg haitek2 (high tech)....

    enjoy your life bro... ga usah mikirin kebiasaan orang, suka tidak suka inilah hidup...

    Salam

    18 January, 2010 00:16

  • @ Casrudi :
    Masalah enjoy sih saya orangnya enjoy banget mas. Di kehidupan nyata saya tergolong nggak banyak bacot kata orang-orang. POstingan di atas cuma menyajikan fakta dan opini say mengenai fakta yng terjadi. Kalau diinterpretasikan sebagai upaya menyudutkan, ya nggak bisa digeneralisir juga sih. Apalagi kalo dianggap menunjuk langsung. Kayaknya enggak deh Mas ^_^

    Mungkin ini yang masih menjadi kelemahan saya (bagaimana mengemas kritikan sehalus mungkin). Ke depannya saya usahakan akan lebih halus lagi. Makasih buat tambahan komentarnya.

    Ternyata saya baru tau kenapa mas Casrudi begitu hot menanggapi postingan ini..hehehe (postingan ini emang buat nyindir kok). Perkara sindir-menyindir pun saya kira biasalah mas. Ini dalam rangka saling mengingatkan saja kok.

    Makasih ya.

    18 January, 2010 12:16

  • bagi saya,,, ada kawan yang mau berkunjung ke blog saya saja itu sudah merupakan suatu penghargaan yang besar....

    apa lagi mau memberikan komen meski itu komen copas...

    yah, tapi bukankah setiap orang punya pandangan dari perspektif yang berbeda?...


    salam...

    21 January, 2010 10:51

  • wow.. kalo saya sih santai aja dengan komentar kopas.. kalo saya ngamuk kalo ada yang kopas artikel .. hehehe

    salam dari artikel filsafat

    21 January, 2010 11:13

  • @ muamdisini :
    Salut untuk mas jika memang tidak begitu merasa risih dengan komentar copas. Setuju juga sih. Yang penting blog kita sudah memperoleh kunjungan, walau mungkin respon pada tulisan kita tidak seperti yang diharapkan. Makasih buat kunjungannya ke sini. Salam kenal aja ya.

    21 January, 2010 12:52

  • wow... panas diskusi nya disini...
    saya baca ulang lagi ya...

    21 January, 2010 13:19

  • Kalau saya ingin memandang tulisannya mas iskandar dari sisi yang berbeda. menurut saya mas iskandar telah berhasil membuat kita "terperangkap" di blognya ini untuk mendiskusikan fenomena yang mungkin sudah lama ada dalam benak para blogger lainnya. kebetulan yang punya kemauan untuk menuliskannya dalam sebuah postingan adalah mas iskandar.

    menurut saya, tujuan orang ngeblog itu beragam. Persoalannya bukan pada komentar yang di tulis pada blog yang kita kunjungi. Tapi pada Orang yang blognya kita tulisi komentar.

    bagi saya sebenarnya tidak terlalu menjadi persoalan. Karena menurut saya, orang ngeblog dengan tujuan masing-masing...


    Salut saya untuk anda yang telah membuat postingan "kontroversial" dengan tujuan Autokritik bagi Blogger Indonesia. Soal ada yang sepakat ada yang tidak, saya pikir itu hanya soal dialektika biasa.

    Moga dikemudian hari blogger indonesia makin jaya...

    Its Just My Opinion
    Salam...

    21 January, 2010 13:31

  • wakakakakk....saya aja iri dengan kehangatan komunitasnya casrudi...brilian...asikk...dengan seringnya komen2 copas dan lucu2 malah membuat saya sebagai pembaca blognya jadi terhibur.

    21 January, 2010 14:11

  • secara pribadi, saya tidak memermasalahkan komen kopas. bagi saya, komen adalah jejak pengunjung, apapun isi komennya. dan komen tidak harus berkualitas atau nyambung dengan isi postingan. (yang penting jangan sara,porno dan iklan produk luar).
    saya menghargai komen pengunjung, apapun isi komennya, meski komen kopas.

    21 January, 2010 15:49

  • jadi minder saya ngeblog,:
    - takut salah komen;
    - takut salah masuk blog;

    21 January, 2010 16:50

  • tulisannya terkesan pembunuhan karakter ya....

    21 January, 2010 16:55

  • yang saya tahu ada beberapa blog di blogspot yang kolom komennya ga bisa paste ....
    nah ini usul (teknis alias bukan ke substansi) dari nuller / newbie :
    bagaimana kalo blog penganut anti komen copy paste, kolom komennya diset agar tidak bisa paste???
    Agar saya yang nuller / newbie ga salah masuk dan berkomentar di blog...

    Salam hangat selalu

    21 January, 2010 17:06

  • atau kalo ga di set anti paste, bikin saja rambu2 semacam logo, teks, dsj., yang dikenali bersama dan dapat terbaca dan dilihat dengan jelas oleh pengunjung blog bahwa blog yang akan dikomentari penganut aliran "anti copy paste"...

    demikian usul dari saya,,
    mohon maaf jika tidak berkenan,,,
    harap maklum (saya benar2 baru di dunia blog dan tentu saja dengan segala keterbatasan yang ada), harap maklum ya, jika tidak berkenan.

    Salam Hangat Selalu
    Abula (orang desa yang tempat tinggalnya di balik gunung yang koneksi inetnya super lemoted, untuk bersilaturrahim dan menjejak komentar ke satu blog saja membutuhkan waktu dan kesabaran kelas tinggi)

    21 January, 2010 17:20

  • setujuuuuuu
    walo kadang komentku sama
    karena diriku gaptek... bukan karena copa lho tetapi
    biasanya komentarku
    sayang diriku gaptek
    karena memang gaptek bos

    22 January, 2010 07:21

  • tulisan yang menggelitik karena fenomena itu nyata adanya :) tetapi memang pilihan untuk menerima copas komentar ada di tangan si pemilik blog yang dikunjungi. jika si pemilik blog asik2 aja, tak ada masalah... toh itu ada di 'rumah'nya.

    aku cenderung untuk memoderasi komentar yang masuk ke tulisanku dan sepertinya sampai sekarang komentar copas tidak kuterima ;) aku pun berusaha meninggalkan komentar yang nyambung dengan tulisan yang menarik buatku (tidak di semua tulisan) serta tidak copas. mungkin karena itu komentar di tiap tulisanku tidak terlalu banyak, haha.

    jangan menyerah untuk mengkritisi sesuatu ya. karena kritik membangun sangat diperlukan bagi setiap pribadi, termasuk blogger.

    salam kenal

    23 January, 2010 18:51

  • @ buat semua yang sudah menambah diskusi ini :
    Makasih banyak ya. Semua tambahan pendapat sangat berharga buat saya. Masing-masing makin memperkaya khasanah opini tentang masalah komentar. Sekali lagi makasih banyak.

    24 January, 2010 12:30

  • Terkadang saya juga suka gimanaaaaaa, gitu.
    kita sudah buat sebuah artikel yg isinya menurut kita cukup bagus dan dikerjakan dengan susah payah.., eh yg komentar isinya cuma

    "Salam hangat buat sahabatku terchayankkk!!!
    i luphh u fulllll"

    Wakakakakkkkk.....

    jiah...!

    Tapi tetap saya hargai karena telah berkomentar di blog saya. meski pun saya akan lebih merasa dihargtai dan akan sangat merasa tersanjung ketika mereka berkomentar sesuai tema tulisan saya.

    Dan lagi lagi itu kembali ke pribadi si komentator..!

    24 January, 2010 16:22

  • @ gen :
    Hahahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    Sorry ya yang merasa punya model komentar seperti itu. Kayaknya harus BAYAR ROYALTI kepada keluarga almarhum Mbah Surip. Sebab slogan itu kan trade mark-nya MBah Surip. Saya kurang tau sih, apakah slogan itu sudah dipatenkan atau didaftarkan hak patennya ^_^

    24 January, 2010 18:31

  • saya sudah sering mendengar dan membahas mengenai hal ini mas iskandar
    entah mengapa saat ini kok kayaknya begitu populer.
    tapi klo’ emang isi komentarnya berbobot dan nyambung ama postingan saya masih bisa memakluminya…
    saya bahkan sempat meninggalkan komentar yang selalu saya kopas seperti ini:

    “kepada seluruh blogger, saya mengajak untuk tidak meninggalkan komentar spam agar dapat digunakan sebagai pengembangan diri penulis”

    kurang lebih semacam itulah… sudah lupa kang… 2 mingguan saya blogwalking dengan komentar semacam itu. tapi tentu saja juga saya berikan komentar tentang postingan yang ada.

    NB:isi komentar sama dengan yang saya tinggalkan di blog milik kang boed.
    semoga setelah ini ada perjanjian atau kesepakatan bersama buat etika komenta, bukankah ini tujuan dari diskusi ini? terima kasih atas sumbangsihnya dalam membangun kualitas blogger.

    27 January, 2010 02:42

  • Setuju Kang, memang saatnya kita perangi upaya memanfaatkan blogger untuk tujuan-tujuan rendah seperti itu. Ini juga alasan mengapa saya meninggalkan EkoNurhuda.com dan membuat blog baru yang temanya amburadul. Capek nanggepin komen ngawyr dan banyak juga spamnya. Tobat...

    27 January, 2010 11:25

  • Kalo begitu, apa boleh saya meninggalkan link ke blog saya? Hahaha. Boleh ya sekaliii ini saja:

    8 Ciri-ciri blogwalker yang hanya ingin menukar link:

    http://ravimalekinth.wordpress.com/2010/01/16/ciri-ciri-penukar-link/

    09 February, 2010 07:00

  • Post a Comment

    Silakan tulis komentar sesuai pendapat pribadi kamu

    Back to Top
     

    kafe28 Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template | Top