28 December 2009

28 December 2009

Sejarah dan Latar Belakang Lahirnya Infotainment

Saat online semalam, secara tidak sengaja saya menemukan artikel menarik tentang infotainment. Khususnya ulasan mengenai sejarah (termasuk latar belakang) kemunculan infotainment di Indonesia. Penulis artikel tersebut adalah seorang wartawan yang bernama Iman Firdaus. Tulisannya sendiri dimuat di website kompasiana.com – dengan judul Sejarah Infotainment dan Para Pencara Laba.

Yang membuat artikelnya terasa menarik dan berbobot adalah banyaknya kutipan pernyataan narasumber. Setidaknya, 6 paragraf (dari total 11 paragraf) mengandung itu. Efeknya, membuat artikel jadi tidak begitu membosankan untuk disimak. Dengan adanya kutipan langsung seperti itu pula, alur artikel terasa ada variasi. Sepertinya ini adalah salah satu teknik menulis yang cukup baik untuk kita tiru.

Salah satu paragraf yang cukup menarik untuk disimak berbunyi begini :


“Di hadapan para wartawan yang bukan hiburan, derajat reporter pemburu artis agak rendah. “Wawancara artis gak butuh mikir,” ujar teman-teman yang biasa meliput hukum dan politik. Tapi tak dinyana, rubrik hiburan atau seni dan gaya hidup yang menampilkan kehidupan para artis itu, setelah di survei kepada pembaca, peminatnya banyak. Bahkan, ini yang aneh, mengalahkan rubrik pendidikan. Jadinya, hiburan jadi rubrik tetap sementara pendidikan rubrik tidak tetap.”

Wow, ada benarnya juga sih pernyataan pada kutipan paragraf di atas. Namun untuk kalimat “Wawancara artis gak butuh mikir” – saya kira tidak terlalu mutlak demikian. Itu mungkin cuma untuk liputan biasa yang tidak terlalu menekankan kedalaman wawancara. Untuk liputan model infotainment investigatif atau yang menitikberatkan pada pendalaman data/fakta, saya rasa wartawan infotainment juga berjuang keras dalam menggali pertanyaan-pertanyaan kritis nan cerdas.

Pernyataan lain yang tak kalah menarik yaitu :


“rumus yang digunakan para juragan media adalah: rakyat sudah jenuh dengan berita politik, mereka butuh hiburan. Ternyata terbukti laku di pasaran. Akibatnya, berlombalah orang-orang berduit membuat tabloid hiburan, dan pada masa inilah nama “infotainmen” mulai berkumandang. Tidak cukup dengan media cetak, mereka merambah media elektronik. Keuntungan yang diperoleh berlipat ganda. Seorang pemilik saham Bintang Advis Multimedia (penerbit tabloid dan tayangan “Cek and Ricek”) pernah bilang, ”Ratingnya tinggi, returnnya cepat,” katanya.”.

Weleh-weleh. Ternyata otak bisnis dan kejelian membaca peluang akhirnya melahirkan yang namanya “infotainment” Jika demikian, apakah kelahiran infotainment memang karena kebutuhan sebagian masyarakat?

Sebagai pemerhati dunia hiburan (yang meliputi dunia artis, musik, sinema, film, sinetron, radio, dan televisi), saya tetap merasa butuh infotainment. Tentunya yang berisi BERITA atau FAKTA. Bukan sekadar gosip atau kasak-kusuk yang tidak begitu penting.

So, ingin tahu lebih lanjut tentang latar belakang munculnya infotainment? Silakan langsung meluncur ke artikel aslinya yang saya rekomendasikan pada paragraf pertama di atas. Sangat bagus untuk menambah wawasan anda.

Tidak menolak jika rekan-rekan ingin berkomentar di sini setelah menyimaknya

Source image : junarto.wordpress.com

14 comments:

  • Saya lumayan sering juga sekarang nonton infotaimnent, karena itu tadi, sudah jenuh dengan 'yang berat' dan butuh hiburan.

    Jika dulu tayangan musik di MTV banyak, kini udah berkurang, jadi larinya ya ke gosip...

    28 December, 2009 17:12

  • @ isnuansa :
    Iya ya, tayangan musik MTV di Global Tv kayaknya udah berkurang banget, padahal saya juga suka. Kalo saya, terus terang aja mbak, infotainment ialah salah satu sumber inspirasi menulis saya untuk blog ini :)

    28 December, 2009 17:50

  • Saya lihat TV hanya untuk 2 hal...
    Infotainment dan Berita (Gosip)...

    28 December, 2009 19:11

  • Bagi saya, kehadiran Infotainment sebenarnya tidak ada masalah sebab masyarakat juga mmebutuhkan media hiburan tetapi menjadi masalah ketika infotainment menyajikan berita-berita yang sensasional dan menghebohkan demi untuk mendapatkan keuntungan. Akibatnya, masyarakat Indonesia menjadi terbiasa berghibah dengan meyakini informasi-informasi yg belum jelas kebenarannya seakan sudah benar. Apatah lagi jikalau memuat hal-hal yang menjadi privacy sehingga orang(publik figur)tidak bisa lagi mengaktualisasikann dirinya karena tidak adanya ruang privacy.

    Menyikapi kasus Luna Maya, sebaiknya semua pihak introspeksi dan tidak membawanya ke jalur hukum karena hanya akn menjadi preseden buruk di kemudian hari. Dikit-dikit dilaporin ke polisi. Dilaporin ke polisi kok dikit-dikit....he he he

    29 December, 2009 04:05

  • Sejujurnya infotaintment pada awal tayangan yang cukup baik dan saya pribadi pada saat itu cukup appresiate, tetapi perkembangannya kemudian mengarah kehal-hal yang cenderung memberitakan sisi negative. Saat ini saya bisa dikatakan sangat jarang menonton infotaintment.

    29 December, 2009 08:03

  • @ Mas Lalu :
    Kalo menurut saya masih banyak masyarakat yang terlalu serius menanggapi pemberitaan Infotainment. Padahal mungkin saja beritanya sebatas buat sensasi atau cuma trik media untuk melariskan jualannya. Saya suka geli sendiri saat menonton INSERT INVESTIGASI yang gaya bicara presenter dan naratornya terkesan dibuat-buat..hehehe.

    @ aldy :
    Setuju mas. Saya sebenarnya lebih suka model Infotainment yang isi beritanya lebih banyak berupa berita kesuksesan artis dan kesehariannya yang positif. Bukan sekadar gosip dan mengumbar aib. Semoga ke depannya bisa lebih baik ya.

    29 December, 2009 10:51

  • ah...kapan media televisi di negeri ini bisa lebih mendidik seperti BBC, Discovery Channel atau National Geographic Channel?

    29 December, 2009 13:35

  • sebenarnya aku juga suka infotainment.....namun sekarang ini kurang begitu suka om....

    29 December, 2009 14:01

  • Saya sendiri juga suka nonton infotainment tapi sekarang udh bosan karena ya itu2 aja... Sekrang saya suka liat metro TV :)

    29 December, 2009 14:12

  • Wah panjang juga ya ngikutin topik ini terus... :))

    29 December, 2009 20:58

  • bagi saya, infotainment adalah pedang bermata dua...di satu sisi, bisa menghibur..karena menyaksikan berita tingkah polah selebs yang terkadang aneh-aneh hehe

    di sisi lain dapat meracuni, karena dapat menimbulkan hobi baru bagi penontonnya yakni : BERGOSIP dan BERGUNJING ^_^

    salam mas isk...^_^
    ALfred
    catatan Alfred dot com

    31 December, 2009 17:50

  • @kang aprie
    BBC dan Discovery Channel? Bedan segmen kang. Lagian, kebiasaan menggosip susah dihilangkan :)
    *kang is, ijin untuk salah satu top komentator ya*

    31 December, 2009 21:51

  • @ alfred :
    setuju abiz bro! ^-^

    @ nyubi :
    Silakan aja kalo mau jadi top komen.

    01 January, 2010 17:31

  • apapun sekmentasinya saya rasa itu butuh hal2 yang paling menarik untuk di nilai oleh publik, media hanya wadah untuk mengkonstruk nilai2 dalam kehidupan manusia. sehingga masyarakat bisa punya pandangan, argumentasi, imajinasi, dan hal2 yg masy butuhkan. dengan begitu menurut saya infoainment dan semua peristiwa yg di siarkan memiliki kehebatan masing.

    09 November, 2010 13:28

  • Post a Comment

    Silakan tulis komentar sesuai pendapat pribadi kamu

    Back to Top
     

    kafe28 Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template | Top