Kalau ditelusuri, mayoritas program penjual mimpi itu berasal dari situs-situs penjual ebook atau bisa juga produk lain yang dipasarkan dengan sistem reseller. Yang tak kalah mendominasi juga yaitu program MLM online yang cenderung berbau money game (yang umumnya mensyaratkan untuk menjaring member/downline sebanyak-banyaknya agar bisa memperoleh komisi besar yang sangat menggiurkan).
Antara sistem reseller dan MLM sebenarnya beda tipis.
Kalau di sistem reseller, komisi member cuma berasal dari satu level saja, yaitu dari orang yang bergabung atau membeli produk lewat rekomendasi kita secara langsung (tentunya melalui link affiliasi kita sebagai referrer). Istilahnya, komisi cuma diperoleh dari frontline kita. Sedangkan pada sistem MLM online, komisi tidak saja diperoleh dari satu level, melainkan multi level (misalnya dari seluruh jaringan di bawah kita sebanyak 10 level). Jadi komisi yang diperoleh member MLM online tidak bersifat linier seperti pada sistem reseller.
Namun sistem reseller punya satu kelebihan, yaitu terletak pada jumlah komisi langsungnya yang jauh lebih besar, walaupun baru berhasil merekrut satu pembeli/member. Sedangkan pada sistem MLM online, komisi besar baru bisa diperoleh setelah punya jaringan downline yang cukup banyak. Dengan kata lain, komisi awal sistem MLM online jauh lebih kecil daripada komisi awal sistem reseller.
Kembali soal PPC lokal.
Sehubungan dengan itu, ada 2 pertanyaan yang mengganjal di pikiran saya melihat kondisi PPC lokal kita saat ini.
Pertama >>> mengapa materi iklan teks PPC lokal lebih didominasi oleh program bisnis reseller dan MLM online?
Untuk jawaban pertanyaan pertama ini, saya punya sedikit asumsi atau hipotesis.
Bisa saja itu terjadi karena si member reseller dan MLM online memang sangat dianjurkan/didorong/direkomendasikan oleh sang pemilik program untuk menggunakan media iklan baris PPC sebagai jurus promosi yang dinilai paling ampuh. Dan ini bukan sekedar asumsi atau hipotesis tanpa bukti.
Sepengetahuan saya, beberapa pemilik situs penjual ebook terkenal memang sangat menganjurkan para membernya agar beriklan melalui PPC lokal untuk menjaring banyak pembeli (sehingga bisa memperoleh komisi besar).
Member seakan-akan dihipnotis atau diberi jaminan, bahwa metode promosi melalui iklan PPC adalah jurus paling ampuh untuk mendulang komisi melimpah dalam waktu singkat.
Sebagai pendorong atau penguat sugesti, para pemilik program itu mengumbar kesaksian sebagian membernya yang telah membuktikan keampuhan beriklan di PPC lokal, sehingga mampu mendulang komisi besar.
Ketika tingkat persaingan masih belum seketat seperti sekarang, tentunya cara ini bisa dibilang cukup efektif. Namun seiring dengan semakin ketatnya persaingan dengan sesama reseller, termasuk dengan reseller dari situs yang berbeda (ditambah dengan persaingan dengan member MLM online yang semakin menjamur pula), maka bisa dibilang bahwa metode beriklan PPC untuk mendulang komisi reseller berlimpah akhirnya cuma tinggal harapan. Alias cuma menghamburkan uang/modal tanpa hasil yang memadai. Bisa-bisa malah jadi buntung alias tekor pada akhirnya.
Jadi, buat para member bisnis reseller dan juga para member MLM online, masihkah anda mau jadi sapi perahan para penjual mimpi yang menawarkan kaya mendadak dari internet? Masih yakinkah anda akan efektivitas beriklan PPC untuk menjaring pembeli dan downline? Masihkah anda mau terhipnotis oleh kesaksian yang sudah tidak up to date mengenai keampuhan beriklan PPC?
Terlebih lagi, image PPC lokal belakangan ini sudah sangat rusak akibat maraknya materi iklan teks yang cenderung berlebihan dan menipu. Hal ini menurut saya tidak hanya berdampak buruk bagi sang advertiser, tetapi juga sangat berpotensi untuk merugikan para publisher. Para pengunjung akan malas untuk mengklik materi iklan yang bergaya seperti itu. Jangankan mau mengklik, sekedar membaca judul atau deskripsi iklannya saja mungkin sudah ogah
Kalau sudah begitu, tentu saja impian memperoleh komisi besar sebagai penerbit tinggal khayalan belaka. Apalagi mau sampai bisa passive-income (boro-boro deh)
Kedua >>> mengapa PPC lokal seolah kurang dilirik oleh advertiser selain member reseller dan member MLM online?
Hipotesis (1)
Bisa saja karena advertiser non member reseller dan non member MLM online pernah mencoba beriklan di PPC lokal. Namun ternyata hasil yang didapat sangat tidak sesuai harapan, dimana tidak ada penjualan sama sekali, walaupun iklannya sudah mencapai klik maksimal dan walaupun materi kalimat yang digunakan tidak menipu atau berlebihan. Akhirnya ia jadi kapok untuk beriklan lagi di PPC lokal karena merasa tidak efektif.
Hal ini sangat mungkin terjadi akibat ulah nakal sebagian publisher yang kurang fair dan kurang mengindahkan etika sebagai penerbit iklan PPC. Ditambah dengan masih kurang canggihnya sistem pendeteksi kecurangan yang dimiliki oleh PPC tersebut. Bisa pula terjadi akibat pengaruh mayoritas materi iklan hype (menipu) dan berlebihan milik advertiser dari kalangan reseller dan member MLM online, sehingga produk/jasa yang dipromosikan oleh advertiser non reseller dan non member MLM itu harus terkena getahnya (ikut rusak image-nya di mata calon konsumen).Selain itu, bisa juga karena mayoritas pengklik iklannya ternyata bukan karena murni membutuhkan informasi seputar produk/jasanya, melainkan cuma karena penasaran atau sekedar ingin tahu (tanpa niat yang kuat untuk membeli). Dengan kata lain, bukan dari kalangan calon pembeli yang ditargetkan.
Hipotesis (2)
Bisa juga terjadi karena pebisnis dari kalangan non reseller dan non MLM online lebih memilih cara promosi lainnya yang dirasa jauh lebih efektif dalam menjaring konsumen/pembeli (serta lebih efisien dalam pengeluaran modal). Misalnya dengan cara memasang iklan baris premium atau iklan banner premium (non PPC), terutama pada situs-situs dengan niche pengunjung yang lebih spesifik atau tertarget.
Hal ini bisa saja terjadi jika pihak advertiser non reseller dan non MLM online tersebut masih kurang yakin dengan potensi pengunjung blog untuk menjaring calon pembeli produk/jasanya (sehingga lebih memilih beriklan di situs portal atau lewat media lainnya seperti media cetak). Atau mungkin juga lebih memilih beriklan di PPC luar seperti Google Adsense yang jauh lebih variatif materi iklannya.
Tapi saya tidak ingin mengecilkan harapan mereka yang ingin mempromosikan produk/jasa pihak lain melalui sistem affiliasi (terutama affiliasi lokal) melalui PPC Indonesia. Harap dibedakan antara affiliasi dan reseller atau MLM online. Pada sistem affiliasi, kita tidak harus menjadi pembeli produk atau pengguna jasa yang ingin kita promosikan, melainkan cuma bertindak sebagai agen pemasaran (sebatas mempromosikan).
Jadi buat para affiliate, silakan saja beriklan di PPC lokal. Asalkan produk yang ingin dipromosikan itu bukan berupa ebook atau money game berbau MLM (yang image-nya sudah cenderung negatif). Dan asalkan pula tidak menggunakan kata-kata berlebihan atau menipu.
Nah, semoga uraian analisis saya di atas bisa sedikit memberikan masukan bagi para advertiser maupun calon advertiser yang ingin beriklan di PPC lokal. Bagi para publisher, masihkah anda ingin mempertahankan pemasangan zona iklan teks PPC di blog anda dengan kondisi materi iklan yang cenderung seragam seperti saat ini? (terutama yang berasal dari KlikSaya, KumpulBlogger, Adsensecamp, Adsentra, dan ppcindo).
























