Isitilah nembak keyword dapat saya definisikan sebagai aktivitas merancang, menulis, mengemas, dan kemudian mempublish suatu konten blog – dengan harapan agar memperoleh banyak kunjungan dari search engine (lewat postingan tersebut).
Jenis konten yang dipublish bisa berupa informasi hangat (news), opini kasus hangat, foto/video hangat, dan bahkan bisa pula berupa tutorial atau opini yang tidak terpengaruh oleh nilai aktualitas.
Intinya, semua jenis konten blog bisa dijadikan sebagai ajang nembak keyword (tidak selalu harus bernilai fresh/aktual). Namun masalahnya, terkadang atau bahkan seringkali aktivitas nembak keyword menjadi sia-sia. Dalam arti, postingan yang dibidik untuk pengunjung dari search engine ternyata tidak sesuai harapan (sangat sedikit atau bahkan sama sekali tidak menuai kunjungan dari search engine).
Oleh sebab itu, perlu bagi rekan-rekan blogger sekalian, terutama yang masih pemula (belum berpengalaman), agar memperhatikan beberapa hal berikut ini agar tidak sia-sia ketika nembak keyword :
1. Luruskan niat terlebih dahulu.
Niat yang benar dan lurus sangat penting untuk memberikan energi positif yang besar ke dalam konten/artikel yang akan anda posting nantinya. Kalau niat utama anda cuma demi memperoleh trafik, maka biasanya cuma itulah yang akan anda dapatkan. Bahkan bisa gagal tercapai jika tidak diimbangi dengan penerapan teknik SEO yang benar.
Namun jika niat utama anda adalah tulus untuk berbagi sesuatu yang positif, bernilai, dan bermanfaat, maka (biasanya) bukan hanya trafik melimpah yang akan anda peroleh, tapi juga kepuasan pengunjung. Bahkan blog anda bisa memperoleh returning visitors dan loyal visitors. Bukan sekedar first time visitors!
2. Utamakan menulis sesuatu yang fokus bahasannya sempit atau tidak terlalu luas.
Jangan sia-siakan energi anda untuk menulis dan memposting hal-hal yang sudah begitu umum/jamak dan sudah banyak pula kompetitornya di mesin pencari (yang sudah mempublish hal tersebut). Ketika anda memperoleh sebuah ide tulisan untuk diposting, cobalah untuk menggalinya lebih dalam.
Dari proses penggalian ide mentah tersebut, bisa kita dapatkan sebuah ide yang lebih sempit fokus pembahasannya. Dan biasanya yang seperti itulah yang berpotensi menyedot banyak kunjungan dari search engine.
Contoh kasus :
Ide tulisan tentang cara meningkatkan trafik blog sudah terlalu umum dan terlalu banyak pula kompetitornya pada mesin pencari. Namun dari ide dasar yang masih umum/mentaj tersebut, kita bisa gali atau kembangkan lagi menjadi lebih spesifik. Misalnya menjadi Tips Meningkatkan Page View Blog, Tips Sukses Nembak Keyword, Teknik SEO Dasar, dan sebagainya yang masih berkaitan erat dengan tips peningkatan trafik blog.
3. Utamakan menulis/memposting sesuatu yang sedikit pesaingnya, tapi berpotensi banyak dibutuhkan oleh pencari
Oleh sebab itu, mau tidak mau anda harus sering-sering melakukan riset pada mesin pencari untuk menguji tingkat persaingan berbagai keyword yang menjadi calon artikel blog anda (terutama keyword pada judul). Kalau anda jeli, sebenarnya masih begitu banyak keyword yang belum terjamah oleh blogger, tapi sangat berpotensi untuk dicari/dibutuhkan para pencari.
Contohnya keyword “cara optimasi keyword”. Pada saat tulisan ini saya posting, saya belum menemukan satu pun judul posting pada hasil crawler google (pada halaman pertama) yang benar-benar sesuai keyword tersebut. Nah, ini peluang bagi anda bukan? (terutama yang mahir SEO).
4. Hindari pemilihan judul posting yang terlalu umum
Hal penting ini sepertinya masih banyak diabaikan oleh para penembak keyword. Mungkin karena semata-mata mengira bahwa pengunjung cuma tertarik dengan postingan yang padat berisi pada bagian judulnya. Padahal semakin spesifik sebuah judul, biasanya akan semakin menarik untuk diklik atau dibaca. Sebenarnya ini bisa diakali dengan menambahkan beberapa keyword sekunder di antara jajaran keyword primer (umum) yang akan kita bidik.
Contoh penerapan :
Keyword “bom marriott dan ritz carlton” terlalu umum. Alangkah lebih baik jika kita buat lebih spesifik menjadi misalnya “Pelaku Peledakan Bom Marriott dan Ritz Carlton..bla..bla..” – “Penyebab Ledakan Bom Marriott dan Ritz Carlton..bla..bla..bla” – “Dalang Pengeboman JW Marriott dan Ritz Carlton..bla..bla..bla..” – “Benarkah Jaringan Al Qaeda Ada di Balik Aksi Bom Marriott dan Ritz Carlton?” – “Otak Peledakan Bom Marriott dan Ritz Carlton”, dan sebagainya yang lebih spesifik.
Contoh lain :
Keyword “Michael Jackson Meninggal Dunia” juga terlalu umum (bahkan terlalu banyak kompetitornya). Mengapa tidak membuat judul postingan yang lebih spesifik/sempit, misalnya seperti : “Kisah Hidup Michael Jackson”, “Biografi Michael Jackson”, “Proses Perubahan Wajah Michael Jackson”, “Lagu-Lagu Hits Michael Jackson”, dan lain-lain.
Saya pribadi malah memilih judul “Seorang Michael Jackson di Mata Saya”…hehehe. Namun jangan salah, postingan saya tersebut lumayan banyak menuai kunjungan dari search engine selama beberapa minggu semenjak Michael Jackson meninggal. Bahkan beberapa menit usai saya publish sudah langsung memperoleh kunjungan dari google.
5. Manfaatkan blog dummy dan atau situs iklan baris gratis untuk mendukung backlink postingan (jika diperlukan)
Poin ini sebenarnya tidak terlalu menjadi prioritas. Namun dukungan backlink dari blog dummy dan iklan baris gratis bisa sangat efektif pada kondisi tertentu. Terutama jika tingkat persaingan keyword yang akan kita bidik cukup ketat. Selengkapnya mengenai cara pemanfaatan blog dummy, silakan baca artikel Memanfaatkan Blog Dummy (postingan zalukhu) dan artikel Teknik SEO untuk Menjarah Trafik dari Google (postingan abibakar).
Sedangkan mengenai pemanfaatan iklan baris gratis dan efektivitasnya untuk mendukung SEO postingan blog, silakan baca artikel Memanfaatkan Iklan Baris gratis untuk Men-SEO-kan Link Artikel, Efektifkah?
Sekedar pelengkap/penguat fakta, seminggu yang lalu (tanggal 19 Juli 2009) saya memanfaatkan situs iklan baris gratis untuk mendukung backlink postingan saya tentang Daftar Pemenang Anugerah Planet Musik 2009. Sengaja saya gunakan karena postingan saya tersebut sangat lambat terindeks oleh google (dengan keyword pada judulnya).
Entah mengapa, padahal biasanya beberapa menit usai posting saja sudah terindeks. Namun untunglah saya menggunakan iklan baris usai memposting artikel hangat tersebut. Dan hasilnya, walaupun link postingan blog saya tidak tampil di halaman pertama, tetapi link dari situs iklan baris yang memuat link artikel blog saya tersebut tampil di urutan atas. Imbasnya, blog saya tetap menuai banyak kunjungan melalui perantara situs iklan itu.
***
Sebagai penutup, baca juga opini mas ecko mengenai Etika Nembak Keyword. Semoga bisa sedikit bermanfaat bagi rekan-rekan blogger yang sedang belajar nembak keyword. Tujuannya cuma satu : agar sukses alias tidak sia-sia ![]()
























