29 September 2009

29 September 2009

Dara The Virgin : Serak-Serak Basah Menggemaskan

dara the virginBagi sebagian penikmat musik tanah air, sosok gadis imut ini mungkin baru dikenal seiiring dengan melesatnya The Virgin. Ya, popularitas The Virgin sebagai grup duo yang cukup fenomenal ternyata membuat Dara ikut kecipratan. Jadwal manggung yang super padat dan ditambah dengan wara-wirinya video klip Cinta Terlarang + Belahan Jiwa di televisi membuat paras gadis cute ini sudah tak asing lagi.

Tapi tahukah anda?

Sebenarnya wajah Dara sudah sering menghiasi layar tv semenjak digelarnya kompetisi Mamamia Show 2008. Jika anda penggemar setia acara kompetisi menyanyi di bidang pop yang disiarkan oleh Indosiar tersebut, pasti anda sudah tidak asing lagi dengan karakter suara dan wajah manis Mojang kelahiran Tasikmalaya (9 Agustus 1991) ini.

Saya sendiri adalah penggemar berat ajang Mamamia Show 2008. Tidak ada babak/episode yang saya lewatkan setiap minggunya. Mulai dari babak pra penyisihan hingga grand final. Dan saya tahu betul, waktu masih menjadi salah satu peserta Mamamia 2008, Dara cukup sering mendapat kritikan dari para juri.

Mulai dari dianggap terlalu meniru cara bernyanyi Mulan Jameela, hingga tidak adanya perkembangan/progress performa live-nya dari babak ke babak. Saat itu Dara terkenal suka membawakan lagu-lagu Mulan Jameela hingga menirukan karakter bernyanyinya. Maklum, Dara sangat mengidolakan si Makhluk Tuhan Paling Sexy tersebut.

dara the virgin
Perjalanan Dara di ajang Mamamia Show 2008 pun cuma berhenti di babak 10 besar. Ia kalah bersaing dengan kontestan lain yang memang lebih punya kualitas di mata juri.

Karakter suaranya yang cukup khas, yaitu serak-serak basah, ternyata masih belum cukup mampu untuk bisa meraih simpati juri. Penyebabnya, Dara lemah di sisi lain (seperti aksi panggung, pemilihan lagu, manajerial, dan kostum).

Namun kini…

Semenjak melejit membawakan bendera The Virgin bareng si tomboy Mitha, Dara seolah menemukan karakternya. Suara serak-serak basahnya mulai tereksplorasi dan menjadi nilai tambah yang saling melengkapi dengan karakter vokal Mitha (pasangan duetnya).

Saya kira hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari tangan dingin seorang Ahmad Dhani (bos Republik Cinta Manajement). Di tangannya, terbukti banyak lahir musisi dan penyanyi handal sekaligus bernilai komersil. Salah satunya The Virgin yang sedang naik daun saat ini.

foto the virginDan tahukah anda?

Sebelum resmi didaulat menjadi salah satu vokalis The Virgin, Dara terlebih dahulu “mengisi jabatan” sebagai salah satu backing-vocal di beberapa live-show artis-artis Republik Cinta.

Setelah naik kelas, kini Dara layak menjadi icon baru di industri hiburan Indonesia. Semoga bukan sekedar popularitas sesaat deh.

Dukungan kontes >>> apa sih asyiknya belajar seo?

27 September 2009

27 September 2009

10 Indikator Perkembangan Blog

perkembangan blogPerkembangan sebuah blog pada hakikatnya tak bisa dilepaskan dari angka-angka yang menunjukkan kuantitas. Memang, tak selamanya kuantitas itu menunjukkan kualitas. Namun bicara soal berkembang atau maju - terlebih lagi di dunia blogging - mau tak mau kita harus mengacu pada angka-angka. Seperti yang tercermin pada 10 poin berikut ini.

1. Jumlah postingan.
Apakah terus bertambah secara kontinyu dari waktu ke waktu? Idealnya, blog yang berusia 3 bulan setidaknya harus sudah punya 30 postingan. Dengan asumsi, dalam sebulan bisa mempublish 10 artikel. Nah, kalau sudah berusia 6 bulan atau setahun? Berarti minimal harus sudah punya stok postingan sebanyak 60 atau 100-an.

2. Jumlah pengunjung harian.
Apakah terus meningkat secara bertahap dari waktu ke waktu? Jika dalam jangka waktu 3-6 bulan ternyata visitor hariannya tidak mengalami peningkatan berarti, berarti blog anda kurang berkembang. Atau bisa dibilang sangat lambat perkembangannya.

3. Rangking alexa.
Apakah cenderung meningkat, stagnan atau malah menurun grafiknya? Coba evaluasi dalam jangka waktu 3/6 bulan sekali.

4. Pagerank.
Jika sudah 3 bulan, 6 bulan, atau bahkan setahun ngeblog – ternyata pageranknya kok masih betah di angka nol atau satu? Kalau begitu, anda harus lebih bekerja keras lagi dalam hal internal link building, banyak berkomentar di blog Do follow, berusaha menjadi top komentator di blog yang memasang plugin top commenters, serta secara konsisten memposting konten unik dan orisinil (sehingga berpotensi untuk memperoleh backlink atau trackback dari blogger lain).

5. Jumlah rata-rata komentar yang masuk.
Makin bertambah jumlah rata-ratanya (yaitu jumlah total komentar dibagi dengan jumlah total postingan), berarti makin berkembang blog anda. Begitu pula sebaliknya. Poin ini juga dievaluasi dalam jangka waktu tertentu.

6. Jumlah pageview harian.
Coba evaluasi dari waktu ke waktu (misalnya setiap bulan atau 3 bulan sekali). Apakah cenderung mengalami peningkatan, stabil, atau malah menurun?

7. Jumlah pageview per visit.
Makin besar persentasenya, berarti makin banyak artikel blog anda yang memiliki daya tarik (sehingga diklik oleh para pengunjung). Silakan baca artikel Cara Meningkatkan Page View Blog sebagai referensi.

8. Persentase bounce rate.
Bounce-rate ialah besarnya persentase jumlah pengunjung yang langsung meninggalkan blog anda setelah membuka 1 buah artikel atau setelah mengakses halaman depan blog anda. Makin kecil jumlahnya, berarti makin menarik lah blog anda sehingga pengunjung betah berlama-lama. Selengkapnya mengenai bounce rate silakan baca artikel Page View dan Bounce Rate yang ditulis oleh isnuansa (mbak nunik yang cantik).

9. Persentase direct visitors.
Yaitu banyaknya kunjungan langsung ke url utama blog anda (tanpa referrer atau perantara situs lain). Makin besar persentasenya, menandakan makin populer dan makin disukai-lah blog anda. Sebab mereka lebih memilih langsung mengakses blog anda karena merasa sudah sangat familiar.

10. Persentase kunjungan dari search engine.
Sepertinya poin ini bertolak belakang dengan poin 9 di atas. Namun sebenarnya begini :
semakin banyak persentase kunjungan dari mesin pencari, biasanya itu karena semakin banyak artikel blog anda yang teroptimasi dengan baik. Oleh sebab itu, anda patut berbangga jika ternyata sumber kunjungan terbesar pada blog anda adalah berasal dari mesin pencari (minimal 50 %). Lebih besar lebih baik, terutama jika persentasenya cenderung meningkat. Sebab itu menandakan blog anda makin berkembang.

***

Nah, 10 parameter di atas saya kira sudah sangat mewakili secara umum.

Sebenarnya ada lagi yang lebih khusus, misalnya jumlah pelanggan RSS atau jumlah pengunjung yang berlangganan artikel terbaru blog kita melalui feed. Atau bisa juga jumlah pengunjung yang menyimpan link blog kita pada menu khusus yang mampu menampilkan judul postingan terbaru sebuah web/blog. Itu pun tergolong pelanggan RSS. Contohnya seperti menu My Favorit Blog yang ada pada sidebar blog ini.

Sebagai pelengkap, anda bisa juga baca artikel dari blogguebo tentang Parameter Blogger Sukses.

Bagaimana dengan perkembangan blog anda sendiri jika mengacu pada 10 indikator di atas? (Btw, blog saya ini terus terang malah mengalami penurunan pada beberapa poin diatas).

Sumber gambar : istockphoto.com


Dukungan kontes >>> apa sih asyiknya belajar seo?

25 September 2009

25 September 2009

5 Idealisme Kaku Penghambat Kemajuan Blog dan Solusinya

idealisme ngeblogPada dasarnya, seorang blogger wajib memiliki idealisme agar blognya bisa maju dan berkembang. Saya sangat yakin, blog-blog ternama yang punya banyak penggemar pasti dilandasi oleh idealisme (yang teguh) dari pengelolanya.

Tanpa idealisme yang kokoh dan benar dari si pemilik blog, biasanya blog yang dikelola akhirnya cuma menjadi “blog tidak jelas” yang kurang punya daya pikat jangka panjang. Namun ada kalanya prinsip yang dipegang oleh seorang blogger berpotensi untuk menghambat perkembangan blognya sendiri. Bukannya malah mendukung

Berikut ini 5 prinsip kaku yang menurut saya bisa menghambat kemajuan sebuah blog :

1. Saya tidak mau menulis sesuatu yang sudah banyak ditulis oleh blogger lain.
Solusi --> coba kemas sesuatu yang sudah banyak ditulis tersebut dengan sajian yang berbeda dari kebanyakan. Percayalah, pembaca/pengunjung umumnya menyukai sesuatu yang unik (walaupun topiknya mungkin sudah banyak diangkat). Bingung seperti apa sih defenisi konten yang unik? Kalau begitu, coba baca artikel Konten Unik dan Orisinil sebagai Daya Tarik Utama Blog.

2. Saya tidak mau memposting tulisan yang berjenis curhat.
Solusi --> utamakan/fokuskan menulis curhat yang sekiranya mengandung hikmah atau sesuatu yang bermanfaat bagi pembaca. Sebaliknya, sebisa mungkin hindari/minimalkan menulis curhatan yang terkesan sekedar menceritakan pengalaman pribadi tanpa nilai sesuatu bagi pembaca.

3. Saya tidak mau menulis konten berjenis berita hangat.
Solusi --> jika anda tidak pede bersaing secara SEO dengan situs portal berita (yang biasanya lebih menguasai search engine), coba gali dan angkat poin-poin penting yang belum begitu terekspos oleh portal berita maupun blog berita. Tentunya yang masih berkaitan erat dengan peristiwa hangat yang sedang terjadi. Selengkapnya cara agar bisa bersaing dengan situs portal, anda bisa baca artikel Antara Blog Berita dan Portal Berita.

4. Saya tidak mau menggunakan gaya bahasa yang kurang sesuai dengan EYD.
Solusi --> cobalah untuk mulai menyelipkan sedikit gaya bahasa obrolan sehari-hari ke dalam tulisan anda. Bukankah anda tidak sedang menulis skripsi atau karya tulis ilmiah di dalam blog anda? Tentu saja anda tidak harus 100 % menggunakan bahasa obrolan. Cukup jadikan sebagai bumbu pun tak mengapa. Terutama untuk sedikit mencairkan kekakuan gaya bahasa tulisan yang mungkin saja terjadi (akibat terlalu berpatokan pada EYD).

5. Saya tidak mau terlalu banyak menyelipkan candaan ke dalam postingan saya.
Solusi --> selipkan saja satu atau beberapa buah emoticon ke dalam postingan anda. Itu pun sudah lumayan memberikan kesegaran tersendiri bagi pembaca. Dengan catatan, pemilihan dan penempatan emoticon-nya harus tepat/relevan dengan konteks kalimat yang dipilih.

***

Oke. Cukup 5 poin saja dulu deh. Kira-kira, ada nggak rekan-rekan yang punya idealisme seperti di atas? Kalau saya pribadi mengakui masih berusaha membebaskan diri dari belenggu 5 prinsip kaku tersebut. Tentunya tidak harus sampai meninggalkan karakter saya sendiri dalam ngeblog. Intinya, ambil jalan tengah saja deh.

Sebenarnya masih banyak lagi contoh idealisme kaku yang berpotensi menghambat perkembangan sebuah blog. Silakan anda tambahkan pada kolom komentar di bawah ini.

Dukungan kontes >>> apa sih asyiknya belajar seo?

17 September 2009

17 September 2009

Ketika Cinta Bertasbih 2 : Tak Seheboh Seri Sebelumnya

kcb 2Hari pertama penayangan mega film Ketika Cinta Bertasbih 2 terasa biasa saja. Tak seheboh dan se-membludak seperti yang saya alami ketika menonton serial perdananya beberapa bulan lalu. Begitulah yang saya rasakan.

Mulai dari saat membeli tiket masuk, suasana terlihat sangat sepi. Boro-boro mau ngantri, begitu datang ke lokasi bioskop Ayani 21, saya langsung dengan leluasa membeli tiket. Pemandangan yang sangat kontras bila dibandingkan dengan beberapa bulan lalu, dimana sebelum loket dibuka saja, para penonton sudah begitu membludak dalam antrian. Sedangkan tayang perdana KCB seri 2 hari ini? Area di depan loket terlihat kosong melompong (khususnya pada jam tayang perdana, yaitu pukul 12.00 Wib).

Mungkin saja karena sudah banyak yang pulang mudik. Atau bisa jadi karena para calon penonton lebih memilih jam tayang berikutnya. Atau bisa saja lebih memilih hari lebaran untuk menonton film yang pada seri pertamanya cukup mengguncang ini.

Tapi setelah saya mengecek kursi yang tersisa (saat membeli tiket), ternyata separuh kursi sudah terisi penuh. Why? Mungkin saja sudah dibooking sejak loket dibuka. Akhirnya saya dapat jatah kursi F-9. Lumayan masih agak nyaman buat nonton sih.

Sekilas jalan cerita/sinopsis KCB 2

Pada seri kedua ini, setting cerita sudah tidak lagi di Mesir, tapi boleh dibilang 100% di Indonesia. Maklum, beberapa tokoh utamanya (seperti Khairul Azzam, Anna Althafunnisa, Furqan, dan Elliana) sudah kembali dan menetap tanah air.

Azzam sudah lulus kuliah dari Universitas Al Azhar Mesir. Begitu pula Anna dan Furqan, yang akhirnya resmi menikah. Namun masalah kemudian muncul ketika Furqan tak kunjung memberi nafkah batin kepada Anna istrinya. Hal itu berlangsung hingga 6 bulan (lama banget yach? Emangnya ada istri yang tahan dengan kondisi seperti itu?…)


adegan kcb 2

adegan ketika Azzam sedang makan bersama keluarganya dan sekaligus menjamu Elliana

Di sisi lain, Azzam mulai berupaya mencari pekerjaan usai tamat kuliah. Profesi kurir jadi pilihan pertamanya. Hingga akhirnya ia membuka usaha bakso cinta Jadilah Azzam sebagai pengusaha. Petualangan Azzam dalam mencari jodoh pun berlanjut. Namun sayangnya, 3 kali ia mengalami kegagalan. Penyebabnya ada-ada saja.

Kembali ke rumah tangga Anna dan Furqan. Apa yang terjadi selanjutnya?

Anna akhirnya minta cerai kepada Furqan setelah mendengar pengakuan jujur Furqan soal penyakit HIV-nya. Bagaimana reaksi Furqan? Bagaimana pula akhir rumah tangga mereka? Bagaimana akhir kisah petualangan pencarian jodoh oleh Azzam?

Tidak seru kan kalau saya bocorkan. Ntar pembaca sekalian jadi males nonton seri kedua KCB ini. Jadi biar tahu akhir kisahnya, saksikan saja di bioskop. Mumpung pas momen Idul Fitri, jadi pasti banyak duit kan? Hehehe…

Pendapat/komentar saya

Kalau harus dinilai secara keseluruhan sih, film ini masih terkesan lebih didominasi oleh masalah jodoh-jodohan. Tapi nilai-nilai Islam tetap tersaji dan terkemas dengan baik dalam sebagian besar scene. Seperti saat dialog antara Anna dan ayahnya soal keputusan bercerai yang ia ambil. Termasuk saat Kyai Luhtfi (ayah Anna Althafunnisa) berdialog beberapa kali dengan Azzam.


adegan film kcb 2
adegan ketika Anna Althafunnisa sedang berdialog dengan ayahnya (Kyai Luthfi)

Begitu pula saat Azzam memberikan kebebasan pada tunangannya jika suatu ketika ingin menikah dengan lelaki lain karena tidak kuasa menunggu kesembuhan Azzam (usai mengalami kecelakaan yang menyebabkan kakinya patah).

Nilai Islam lainnya tercermin dengan sangat baik nan indah pada sikap dan perilaku Anna Althafunnisa. Salut banget deh buat Oki Setiana Dewi sebagai pemerannya. Aktingnya di KCB 2 ini masih mampu membuat saya terpesona dan sekaligus jatuh cinta

oki setiana dewi
ini dia Oki Setiana Dewi, si pemeran Anna Althafunnisa yang sangat lembut nan mempesona akhlaknya


Kredit plus juga untuk akting Dedy Mizwar yang sangat berkarakter sebagai Kyai Luthfi. Di sekuel kedua ini, porsi peran Dedy terasa lebih banyak. Dan efeknya, nilai religius KCB 2 sangat terbantu oleh aktor senior tersebut. Begitu pula Niniek L.Karim yang berperan sebagai ibunda Azzam. Aktingnya sangat natural sebagai sosok seorang ibu yang sangat mendambakan anak sulung semata wayangnya agar segera menikah.

Sedikit kekurangan film Ketika Cinta Bertasbih 2

Nilai-nilai perjuangan Azzam usai menjadi sarjana dan kembali ke tanah air masih kurang dieksplorasi. Terutama nilai etos kerja. Terkesan seadanya dan lebih menonjolkan sisi pencarian jodoh. Harusnya kalau menurut saya sih lebih digambarkan lagi bagaimana Azzam perjuangan membangun usaha/bisnisnya. Termasuk bagaimana ia berupaya mencari pekerjaan dan bekerja sebagai kuli/karyawan (sebelum memutuskan untuk berbisnis sendiri).

Dan akan lebih baik lagi jika dimasukkan nilai-nilai ajaran Islam yang berhubungan dengan BEKERJA SEBAGAI IBADAH.

Namun overall, KCB 2 tetap menawarkan sebuah cerita sederhana yang dikemas secara membumi dan sekaligus Islami. Walau tidak se-menyentuh penyampaian pesan moral di seri pertamanya, seri kedua ini tetap layak tonton buat anda. Salah satu pesan bagusnya yaitu :
walau jodoh berada di tangan Tuhan, sebagai hambanya kita tetap wajib berikhtiar untuk mencari dan menemukannya. Dan yakin-lah, segala ikhtiar yang telah kita lakukan, walaupun beberapa kali "belum berhasil", kelak akan diganjar oleh-Nya dengan sesuatu yang jauh lebih baik bagi kita. Bahkan bisa membuat kita takjub bersyukur!

Seperti akhir cerita film Ketika Cinta Bertasbih 2 ini yang berujung happy ending

Dukungan kontes >>> apa sih asyiknya belajar seo?

13 September 2009

13 September 2009

Mati Ide Gara-Gara Sudah Jarang Nonton TV

mati ide

Bagi para pengunjung setia blog ini, saya mohon maaf karena sudah dua mingguan ini saya tidak punya postingan baru. Jenuhkah saya dengan aktivitas blogging? Atau karena kesibukan offline? Jawabannya ialah karena saya lagi dilanda apa yang disebut sebagai mati ide.

Penyebabnya tak lain karena sudah hampir dua minggu ini saya jarang sekali nonton televisi. Semenjak hijrah kembali ke kota Pontianak, saya jadi sangat sulit untuk nonton tv.

Maklum, lagi pindahan ke kos (dari rumah ortu sebelumnya). Dan di kos sekarang saya belum punya tv. Tambahan pula, sekarang saya kembali jadi mahasiswa baru. Kuliah lagi nih ceritanya. Walau umur sudah 27, saya masih semangat untuk menimba ilmu di bangku kuliah. Saya mengambil kelas sore/malam di STMIK Pontianak (jurusan Teknik Informatika). Paginya? Rencananya nanti saya mau sekalian nyari job sampingan.

Kembali ke topik sesuai judul.

Bagi sebagian rekan-rekan blogger lainnya, jarang nonton tv mungkin tidak terlalu mempengaruhi frekuensi kemunculan ide. Bahasa gaulnya, nggak ngaruh kali ya. Tapi bagi saya yang sangat senang mengamati dan menikmati perkembangan dunia hiburan Indonesia (terutama lewat media televisi), jarang nonton tv ibarat jalan menuju kematian ide menulis.

Maklum-lah, salah satu sumber ide terbesar untuk bahan penulisan postingan di blog ini adalah media televisi. Dan melalui televisi pula, saya merasa bisa menggali langsung bahan tulisan untuk blog ini.

Sebagian besar konten blog ini berisikan opini-opini saya seputar dunia hiburan (entertain). Baik itu di bidang musik, sinetron, film, televisi, maupun selebriti. Jadi wajar saja kalau saya merasa mati ide jika lama tidak nonton tv. Sebab setiap kali menonton tv, saya biasanya sekalian mencermati dan menganalisa apa yang sedang saya tonton. Kira-kira apa nih yang bisa saya jadikan bahan postingan? Begitulah kira-kira.

Tapi mungkin ada yang komplain, bukannya tema lain blog ini adalah tentang seputar blogging?

Iya sih. Tapi untuk tema blogging pun belakangan ini saya lagi mati ide pula. Maunya sih nulis yang masih jarang diangkat (*sok idealis banget ya*). Tapi sepertinya ide seperti itu hanya muncul sekali-sekali saja. Jadilah blog ini mati suri selama dua pekan. Ditambah pula dengan sudah habisnya stok tulisan yang saya miliki di arsip flashdisk.

Kesimpulannya : tanpa berhubungan dengan pemicu terjadinya ide-ide menulis dan ditambah lagi dengan idealisme kaku, seorang blogger bisa mengalami kematian ide yang menyebabkan blognya jarang terupdate.

Anda pernah mengalami seperti itu?

Sumber gambar : curlysqueue.blogspot.com


Dukungan kontes >>> apa sih asyiknya belajar seo?

 

kafe28 Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template | Top