Band beraliran musik melayu beberapa bulan terakhir ini sepertinya tengah menjadi primadona baru di blantika musik Indonesia. Tak bisa dipungkiri fakta meroketnya Kangen Band, ST 12, Wali, lalu disusul oleh Hijau Daun. Empat grup musik tersebut sangat mewakili ciri khas nuansa ala melayu dalam balutan pop.
Apa saja kelebihan, ciri khas, dan perbandingan antara keempat band tersebut? Berikut ini sedikit paparan pendapat pribadi saya mengenai mereka.
KANGEN BAND
Orang-orang boleh saja menilai band ini tidak punya kualitas musikal yang baik. Bahkan mungkin dianggap buruk. Tapi fakta tak bisa dipungkiri, lagu-lagu mereka banyak disukai dan menjadi hits. Kualitas bermusik Kangen Band mungkin standar, tapi tidak dengan lagu-lagu yang mereka ciptakan (terutama dari sisi harmonisasi irama dan liriknya).
Buat saya pribadi, hits-hits Kangen Band cukup easy-listening. Terlebih dengan balutan nuansa melayu yang khas dan iringan suara vokalisnya yang tak kalah unik. Itulah kekuatan utama band asal Lampung ini.
WALI
Mulai dikenal publik sejak melesatnya hits berjudul DIK beberapa tahun lalu. Band inilah yang paling kuat ciri khasnya di antara 3 band melayu lainnya. Mereka tidak malu menjual musik bernuansa Padang sebagai komoditi utama. Coba dengar saja beberapa hits mereka seperti Dik, Emang Dasar, Cari jodoh, Orang Bilang, dan yang sedang naik daun saat ini yaitu Baik-Baik Sayang. Semuanya Padang banget deh.
Kualitas bermusik WALI boleh saya nilai cukup bagus. Skill individu para anggota band ini tergolong di atas skill para pemain Kangen Band. Sebagai sebuah grup yang mengusung musik daerah, WALI terbilang sangat berhasil membentuk image dan karakter mereka di tengah persaingan yang cukup ketat dengan sesama band lainnya.
ST 12
Sebenarnya band ini sudah mulai dikenal luas ketika album pertama mereka sukses beberapa tahun lalu. Namun popularitas mereka meroket tajam semenjak meledaknya album PUSPA di pasaran. Dan berlanjut hingga album repackage yang juga banyak menyumbangkan hits. Jadwal manggung yang super padat dan banyaknya lagu mereka dijadikan soundtrack sinetron membuktikan kejayaan band bernuansa Malaysia ini.
Apa ciri khas, nilai jual, atau kekuatan dari ST 12 ?
Menurut saya mereka pintar meramu lirik, aransemen musik, dan irama lagu mereka menjadi sesuatu yang komersil (plus easy-listening). Mayoritas lagu ST 12 terbukti sering menjadi hits. Mulai dari album pertama hingga terbaru saat ini.
Dan semua itu diperkuat lagi dengan karakter suara sang vokalis yang cukup khas (yaitu Charly). Ciri khas utama suaranya terletak pada cengkok. Sangat mirip dengan tipikal cengkok para vokalis band slow rock asal Malaysia.
HIJAU DAUN
Muncul paling buncit di antara ketiga band ala melayu lainnya (yang sudah lebih dahulu nongol) tidak membuat band asal Lampung ini kehilangan daya tarik. Buktinya, hits perdana mereka yang bertitel “Suara (Kuberharap)”, langsung mencuri banyak perhatian penikmat musik Indonesia.
Bahkan hits kedua (Cobalah) langsung dipilih menjadi theme song atau soundtrack sinetron Inayah yang ditayangkan Indosiar. Secara musikal, saya belum bisa banyak menilai band ini. Namun bicara kekuatan atau ciri khas utama, menurut saya Hijau Daun mengandalkan karakter vokal Dide (sang vokalis) sebagai jualan utama. Sah-sah saja, asalkan tetap diimbangi dengan musik yang sinergis.
***
Di antara 4 band di atas, yang manakah menurut anda lebih berkualitas? Silakan beropini atau berpendapat. Walaupun banyak orang menyebut aliran mereka sebagai musik Melayu, saya tetap memandang musik mereka sebagai musik Indonesia. Tepatnya lagi musik Indonesia yang mencoba keluar dari pakem selama ini.