04 January 2010

04 January 2010

Kunci Utama untuk Menghasilkan Posting yang Berkualitas

tips menulisSeperti apakah posting blog yang berkualitas itu? Beragam jawaban pasti muncul dalam hal ini. Namun menurut Dwiki Setiyawan dalam artikel tamunya yang berjudul Tanpa Banyak Membaca, Berhentilah Anda Jadi Blogger! – (di ayongeblog.com) – postingan berkualitas biasanya lahir dari akumulasi pendalaman fenomena dan realitas serta pengkayaan aktivitas membaca.

Yups. Saya sangat setuju dengan pendapat tersebut. Jadi apa kunci utama untuk bisa menghasilkan postingan yang berkualitas? Menurut saya, cuma dua kuncinya :

PERBANYAK MEMBACA dan PERBANYAK MERENUNG!

Dengan membaca, banyak ilmu dan pengalaman (orang lain) diserap. Pada gilirannya pengetahuan itu membentuk “pola pikir” untuk merespon suatu fenomena dan masalah. Semakin banyak membaca, semakin cepat pula seseorang mampu menanggapi fenomena dan masalah. Sekaligus cepat mencari jalan keluar dan solusi-solusi jitunya.

Begitulah kata Dwiki Setiawan dalam paragraf 11 di artikelnya. Kalau saya boleh menambahkan, orang yang malas membaca dan malas merenung (malas berpikir agak mendalam) biasanya cenderung akan menghasilkan postingan yang terkesan ‘biasa saja’. Makna biasa saja di sini bisa berbeda untuk setiap penilaian orang (subjektif).

Malas membaca dan malas merenung juga cenderung akan mendorong lahirnya postingan copas. Itulah mengapa ketika kita mencari informasi tertentu di search engine, biasanya kita malah menemukan deretan posting yang ternyata ISINYA SAMA. Mungkin sulit sekali kita menemukan isi posting yang benar-benar original lahir dari proses pendalaman dan akumulasi pengalaman sang penulis.

Terkait hal ini, tak heran mengapa kemudian terjadi proses seleksi alam di ranah blog. Hanya mereka yang benar-benar mengedepankan originalitas dan keunikan konten lah yang biasanya akan memperoleh kesan mendalam.

Untuk niche blogging yang berorientasi pada tips-tips ngeblog, saya pribadi berharap tips yang diberikan benar-benar lahir dari proses pendalaman fenomena dan pengayaan dari pengalaman pribadi kita. Plus sudah dipraktekkan sendiri. Setuju? Begitu pula untuk niche-niche lainnya.

Sebagai penutup, saya sarankan anda menyimak lebih lanjut artikel Dwiki Setiyawan pada paragraf pertama di atas. Dan sekali lagi saya menekankan, posting yang berkualitas itu biasanya lahir dari BANYAK MEMBACA dan BANYAK MERENUNG!

Ada yang punya pendapat lain?

28 comments:

  • Benar mas Iskandar, dengan membaca kita akan memperkaya khasanah pengetahuan yang kita miliki dan sekaligus memicu diri kita untuk melakukan sesuatu yang lebih baik.
    Dan harus diakui, membuat postingan yang baik bukan perkara mudah. Sangat tidak mungkin ngeblog dengan niche seperti milik mas Iskandar ini hanya dengan modal nekad tanpa mau tahu perkembangan yang ada.

    04 January, 2010 11:09

  • nah.. yang unik itu saya gak ngeh sampe sekarang mas... unik=aneh?? maap.. memang gak ngeh :))

    04 January, 2010 12:19

  • @ aldy :
    Tidak mudahnya mungkin karena kita harus lebih lama berpikir dan merenung. Termasuk bagaimana mengemasnya agar terasa lebih original dan unik. Selebihnya cuma perkara niat saja menurut saya. Kalau niatnya cuma pengen dapet trafik dari SE atau sekadar update kejar tayang, ya mungkin akan terasa sulit untuk membuat postingan yang baik.

    Oya, niche blog ini memang menuntut saya untuk selalu mengamati perkembangan. Kalo cuma modal nekat, wah, bisa berabe ya mas..hehehe.

    @ nyubi :
    Unik nggak selalu identik dengan hal-hal aneh. Unik artinya bisa berarti bukan hasil copas. Termasuk pula punya dasar pengalaman yang kuat. Plus disertai dengan pendapat pribadi sang penulis. Coba baca definisi konten unik pada link yang saya sisipkan dalam paragraf 6 postingan di atas.

    04 January, 2010 12:37

  • hehe, saya merasakannya sendiri ini mas. Kalau kita membuat artikel dari hasil merenung dan pengalaman pribadi hasilnya akan lebih membanggakan, walau pun tentu tidak bisa sepenuhnya sempurna.

    Berbeda dengan artikel hasil kopas, walau pun bagus tidak ada kebanggaan sedikit pun, bahkan jadi membuat kita rada malas untuk bikin postingan original. Mungkin karena artikel yg pure dari pemikiran kita sendiri butuh waktu dan proses serta beberapa kajian mengenai tema akan kita bahas.

    04 January, 2010 13:17

  • Setuju Is.. cuma yang menjadi kendala kita (kita? Loe aja kalii gw enggak..!!) hehehe,
    Menulis artikel yang bermutu di dunia maya ini agak2 percuma.. apalagi kl blog kita bukan blog money oriented...
    Pertama, butuh waktu ekstra untuk membuat artikel dan tips yang yahud
    Kedua, disisi finansial, kita tidak mendapatkan apa2...
    --Ini khusus blog yang tidak money oriented--

    Berbeda dengan blog yang money oriented... menulis artikel dan tips yang yahud adalah HARUS. karena berharap ada orang yang memberikan donasi atau mengklik iklan yang ada disana..

    namun ada pula blogger abal2 kayak saya, postingan asal namun nyoba2 pasang iklan PPC.. Bisa ditebak. Langkah ini jelas tidak akan dapat duit (pengalaman pribadi ini Is)

    Wew.. panjang amir... Ini hanya pandangan pribadi Is.. sore hari, disaat stock kopi abc habis, dan Mild pun habis.. akhirnya kepala pusing, mata ngantuk... Datang kesini, membaca ini, dan bisa dipastikan, komentar saya tidak berbobot...

    Peace sob... salam hangat

    04 January, 2010 15:55

  • Komentarnya manteb2 semua.
    Apalagi komentarnya Mr. Khairudin Mild Hijau.
    Jan Ngampar Ampar Tenan.
    (dijamin dia nggak tau arti ngampar-ampar)

    04 January, 2010 21:39

  • waduh, sy banget tuh ... maksudnya membuat tulisan asal jadi alias kejar tayang, tanpa memperhatikan kualitas materi yang disajikan.
    bagaimana mau membaca buku kalau perbendaharaan bukunya tidak punya, paling googling dan hasilnya copas artikel milik orang lain, paling sukses copas punyanya wiki ...
    mungkin itulah sebabnya artikel yg saya pajang tidak ada yg unique dan semua pasaran ..
    semoga saja blog saya tdk ikut punah kena seleksi alam ... hehehe

    04 January, 2010 22:16

  • @ gen :
    Wah, SETUJU ABIZ deh! Saya juga merasakan begitu. Kepuasan batin lebih terasa kalo saya berhasil menulis posting yang murni berdasarkan hasil analisa dan pengalaman pribadi saya sendiri. Itu sebuah kepuasan tiada taranya deh pokoknya :)

    @ khai :
    Ah, terlalu merendah nih ente..hehehe. Komentarnya SANGAT BERBOBOT malah. Berarti yang suka posting abal-abal dan dipasangin PPC kurang menghasilkan dong (walaupun trafiknya gede). Artikel bagus di blog yang tidak dimonetize memang terkesan sia-sia. Apalagi jika trafiknya besar dan cukup populer. Mungkin karena pemiliknya sudah merasa cukup kaya kali ya..hehe

    @ Marsudiyanto :
    Saya aja nggak tau Pak :-)

    04 January, 2010 22:35

  • @ hpnugroho :
    Mas Nugroho terlalu merendah nih kayaknya. Padahal belakangan ini artikel2 blog mas makin bermutu menurut saya. Analisanya juga makin tajam. Semoga terus menjadi lebih baik ya. Soal membaca, pengertiannya BUKAN HANYA MEMBACA BUKU, tapi termasuk juga membaca via media online, seperti membaca postingan2 di blog lain. Membaca di sini juga bermakna MENGAMATI dan MENGANALISA.

    04 January, 2010 22:39

  • Untuk tahap awal memang sulit mendapatkan konten yang original atau unik apalagi seorang pemula seperti saya. tapi saya yakin dengan dengan banyak membaca dan terbiasa/terlatih dalam menulis sebuah konten pasti akan melahirkan ide yang unik.
    dan intinya sih menurut saya memperbanyak membaca dan rajin menulis pasti ide yang original/unik itu menggalir..

    04 January, 2010 23:25

  • Unik menurut saya berbeda dgn yg lain. maka dr itu kebanyakan para pengiklan yg butuh blogpost minta unique article. Jd yg penting berpikir buat beri yg asli adalah hal plg baik. :)

    05 January, 2010 00:30

  • jujur saya bukan seorang pujangga yang pandai merangkai kata..

    dan jujur selama ini saya posting cuma asal posting tanpa ngoceh kesana kemari

    SINGKAT PADAT TEPAT DAN CEPAT KE INDEX GOOGLE :D

    05 January, 2010 02:28

  • Betul mas. Disamping membaca dan merenung. Saya juga mesti banyak eksperimen mas. Nice post mas.

    05 January, 2010 06:12

  • nice impo mas... Postingan saya masih jauh dari kata berkualitas. Mas Tukul pernah berkta membaca adalah guru yg tidak terlihat.

    05 January, 2010 10:20

  • Setuju! Modalnya harus banyak membaca. Tapi saya saking senengnya membaca, dan tergila-gila feed reader, saya hanya membaca dan membaca saja. Tau-tau waktu sudah banyak untuk membaca dan lupa meninggalkan komentar! Hahaha...

    05 January, 2010 11:04

  • @ isnuansa :
    Hahaha.. Nyadar diri akhirnya :)

    05 January, 2010 11:08

  • nambah berita mas...
    1. Banyak membaca
    2. banyak Merenung

    plus
    3. dari saya, perbanyak praktek...^_^ hehehe

    05 January, 2010 12:31

  • @ Alfred :
    Weh, ternyata ada satu yang kurang ya mas. Tapi buat saya prakteknya itu tak lain adalah kegiatan menulis itu sendiri. Tapi bener juga, kalo cuma banyak baca and merenung, kapan bisa mahir menulis ya kalo nggak diikuti dengan sering menulis. Thx buat tambahannya Mas ^)^

    05 January, 2010 23:03

  • Tambahan dari saya:
    Berlatih menulis terus menerus.
    Ini merupakan praktiknya, sementara membaca adalah mencari idenya.

    08 January, 2010 16:12

  • Itulah yang mungkin menjadi kendala utama yaitu ide akan suatu konten yang original

    11 January, 2010 19:28

  • kalau saya berusaha sebisa mungkin tidak menganut aliran "copas", walaupun masih apa adanya isi postingan saya. itung-itung sambil belajar

    26 January, 2010 20:29

  • postingan yang berkualitas membawa traffic lumayan, traffic yang hebat membawa pengaruh pada alexa rank dan pagerank, melihat Alexa nya mas Iskandaria...jadi MINDER nih

    03 February, 2010 11:53

  • Bung Iskandar. Terima kasih artikel saya di Ayo Ngeblog telah Bung jadikan referensi tulisan ini. Salam kenal. Wah saya jadi tersanjung eh tersandung dengan goresan pena Bung Is dimaksud. :)Pula telah saya baca satu per satu komen-komen yang muncul.

    Kekhawatiran apabila dapat menghasilkan "postingan berkualitas" tidak berbanding lurus dengan munculnya "rezeki tiba-tiba", saya rasa perlu diluruskan. Sebab, postingan seseorang apabila dipandang bermutu sesungguhnya ada orang lain yang memantaunya secara diam-diam. Entah itu dari penerbit buku, peneliti luar negeri, aparat intel, aktivis LSM dalam/luar negeri dsb. Pemantau-pemantau tersebut bukanlah seseorang yang berpandangan "Asal Bung/Mbak Senang", seperti yang kita saksikan dalam blantika blog saat ini. Namun --mungkin saja-- membutuhkan update info tertentu (di luar media massa arus utama). Dengan demikian, harap diingat, setiap postingan kita di blog secara diam-diam ada yang memantau --blog walking tanpa memberi komentar. Dan mereka diam-diam pula, pengunjung setia blog kita.

    Hal lainnya, "postingan berkualitas" (sekalipun awalnya hanya beberapa paragraf saja) dapat menghasilkan uang apabila diikutsertakan kontes artikel. Dan menang. Satu-satunya indikator jelas apakah postingan kita itu berkualitas atau tidak ya harus dilombakan dalam kontes artikel. Lambat laun, lantaran sudah biasa blogger yang seperti itu akan diterima pula oleh komunitas redaktur media massa arus utama. Bayangkan, menulis hanya mungkin 1 atau 2 jam saja untuk satu artikel, di koran menengah terbitan Jakarta bisa dihargai Rp 250 ribu. Bila menembus koran besar seperti Kompas, harga satu artikel bisa mencapai Rp 1 juta.

    Hanya memang, diperlukan kesabaran dan latihan terus menerus agar tulisan yang kita hasilkan dipandang orang lain berkualitas. Sohib dekat saya, M Alfan Alfian (penulis artikel di beberapa media massa) juga memulai jam terbang kepenulisannya dengan jatuh bangun. Berpuluh-puluh kali artikel dia ditolak Kompas, dan begitu sekali masuk akhirnya berlanjut hingga kini. Saya tahu persis, seorang seperti M Alfan Alfian itu kebiasaan (habit) membacanya sangat kuat.


    Bagi para blogger, tidak ada kata terlambat untuk memulai kebiasaan membaca sembari observasi lingkungan sekitar secara mendalam. Lantas menuangkannya dalam suatu postingan. Saya sendiri kadangkala "copas" suatu tulisan (terutama tulisan berbahasa asing). Namun hanya saya ambil beberapa pokok pikirannya, sementara ungkapan dan kata-katanya hasil imajinasi diri sendiri. Eit, itu namanya copas bukan ya?


    Terima kasih. Salam buat semuanya... dari kesayupan!

    08 February, 2010 16:21

  • @ Dwiki Setiyawan :
    Tambahan yang sangat memperkaya khasanah pemahaman saya Mas. Tiada kata lain selain TERIMA KASIH atas tambahannya. Sangat memotivasi saya sebagai penulis amatiran yang saat ini masih menulis via blog.

    Sekali lagi terima kasih ya.

    08 February, 2010 20:39

  • sangat membantu mencerahkan dan merubah cara pandang saya tentang tulisan posting

    12 November, 2010 19:14

  • bagus juga nich sarannya,
    pantas untuk d icoba gan..

    11 March, 2011 13:27

  • Postingan artikel akan menarik jika di rencanakan dari awal. Paling tidak kita memulai dengan melakukan survey trand hot topic, cari data penunjang dari berbagai sumber. Baru menulis dengan tata bahasa yang benar.sebagai pemula mengetahui trik dan taktik belumlah cukup. Yang lebih penting adalah praktek terus menerus . Gitu kira-kira ceritanya. Sorry aku sok thu aja..hehehe....
    @ Mas Dwiki setiyawan aku setuju banget!, susah memang tetapi bukan berarti tidak bisa,yang penting maju terus. Eh sok tahu lagi nih...:)

    07 April, 2011 11:47

  • Post a Comment

    Silakan tulis komentar sesuai pendapat pribadi kamu

    Back to Top
     

    kafe28 Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template | Top